Negosiasi Gagal, Perawat Mogok Nasional di “Israel”

Oleh: Mohamed Wedd

Yerusalem – Serikat Perawat mengumumkan pada Selasa pagi (07/08) tentang kegagalan negosiasi dengan perwakilan dari Departemen Keuangan dan Departemen Kesehatan, dan dimulainya pemogokan massal di dinas kesehatan “Israel”. Itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap meluasnya tindak kekerasan kepada tim-tim kesehatan di berbagai rumah sakit di negara itu tanpa adanya solusi dan upaya mengatasi fenomena tersebut oleh pihak yang berwenang.

Negosiasi intensif telah dilakukan dalam upaya mencegah terjadinya pemogokan, tetapi mengalami kegagalan. Dalam negosiasi yang mempertemukan perwakilan darj Federasi Keperawatan dan Histadrut  (Asosiasi Pegawai) dan Keuangan dan Kementerian Kesehatan, mereka telah mencoba untuk menyepakati langkah-langkah mencegah kekerasan terhadap tim dan staf medis, tetapi Serikat Perawat menuntut dukungan bagi semua prosedur dan proses dengan anggaran yang besar untuk memastikan pelaksanaannya secara efektif.

Pada hari Senin, Serikat Perawat di negara itu mengumumkan aksi pemogokan, dimana Histadrut (Asosiasi Pegawai) mengancam untuk meningkatkan pemogokan, dalam kasus di mana tim medis tidak mendapatkan solusi atas tindak kekerasan di pusat-pusat kesehatan masyarakat, klinik dan rumah sakit di negara itu.

Pemogokan ini terjadi karena kasus kekerasan yang serius lainnya, di mana seorang perawat ditikam di perutnya di rumah sakit, dan karenanya Asosiasi Perawat memutuskan untuk mengorganisir pemogokan total. Ini mengingat Komite Pemerintah 9 bulan yang lalu telah direkomendasikan untuk menangani tindak kekerasan atas tim-tim medis di beberapa klinik dan rumah sakit, akan tetapi rekomendasi tersebut tidak juga dilaksanakan.

Pengumuman pemogokan datang sebagai protes terhadap pengabaian pemerintah terhadap kekerasan terhadap pegawai kesehatan di negara itu dan tidak adanya implementasi atas rekomendasi komite dalam memerangi kekerasan di klinik dan rumah sakit yang telah diajukan sejak 9 bulan lalu.

Kepala Serikat Perawat Ilana Cohen mengatakan: “Sungguh tidak masuk akal seorang bekerja di rumah sakit atau klinik dan pada akhir hari kerjanya dia masuk ke ruang ICU. Untuk semua agar diketahui bahwa darah perawat di negara ini tidaklah murah. Dan karenanya kami umumkan pemogokan total secara terbuka, sampai tuntutan kami dikabulkan dan dilakukan langkah-langkah konkrit untuk menjaga keamanan tim-tim medis “.

Dalam kondisi pemogokan, para perawat akan bekerja melayani masyarakat dan rumah sakit layaknya hari Sabtu dan secara terbatas. Tim perawat tidak akan bekerja pada layanan rawat jalan di rumah sakit, termasuk klinik, institut, pusat day-care.

Layanan apa yang sebagian akan tetap buka di rumah sakit meski dalam kondisi pemogokan?

Semua rumah sakit dan ruang operasi akan beroperasi dengan metode seperti hari Sabtu. Staf perawat akan bekerja sebagian di unit perawatan intensif, persalinan dini, bayi, ruang bersalin, dialisis, tumor dan unit kesuburan. Semua rumah sakit akan memiliki tim perawat darurat. Pasien harus menghubungi rumah sakit untuk perincian lebih lanjut.

Perawat klinik bergabung dalam pemogokan di kantong-kantong pasien di Clait dan Meuhedet di seluruh negeri, dan perawat tidak akan melakukan tes di klinik, seperti tes darah dan layanan lainnya. Perawat di klinik ibu dan anak juga bergabung dalam pemogokan.

Selama pemogokan, layanan yang masih tetap buka adalah: kasus bayi prematur, bayi menyusui, ruang bersalin dan unit penyuburan. Dinyatakan juga tetap bekerjanya tim perawat pasien dengan layanan yang menyusut di berbagai departemen.

Kantor-kantor kesehatan kabupaten juga beroperasi di bawah layanan yang terbatas, dan akan memberikan vaksinasi hanya dalam kondisi mendesak seperti rabies. Vaksinasi tidak akan diberikan kepada warga yang akan pergi berangkat ke luar negeri.  Dimana di luar negeri mereka membutuhkan vaksinasi campak karena penyebaran penyakit ini di Eropa. (i7)

————————–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 07/08/2018 – jam: 06:37.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *