Negara Zionis Sekarang Jajah 85% Palestina

Pasukan negara Zionis memblokade jalan-jalan di Tepi Barat pada 18 September 2019 [Issam Rimawi/Anadolu Agency]


Negara Zionis sekarang telah menjajah setidaknya 85 persen dari total wilayah bersejarah Palestina, demikian seperti ditegaskan oleh PCBS, Biro Statistik Pusat Palestina. Sedangkan rakyat Palestina menempati kurang dari 15 persen daerah yang berada di bawah pembatasan ketat negara Zionis.

PCBS menerbitkan rincian tersebut dalam laporan untuk memperingati Hari Bumi Palestina pada 30 Maret. Biro statistik itu menjelaskan bahwa para pendatang Yahudi yang berasal dari luar negeri sekarang telah mencapai sepertiga dari keseluruhan populasi negara penjajah itu.

Menurut laporan itu, ada 13 juta warga Palestina pada akhir 2019. Dari jumlah tersebut, 5 juta berada di wilayah Palestina yang dijajah sementara 1.597.000 orang tinggal di tanah air Palestina yang telah dijajah sejak 1948 dan menjadi bagian warga negara penjajah Zionis. Sekitar 6 juta warga Palestina tinggal di negara-negara Arab lainnya, dengan 727.000 orang diaspora yang tersebar lebih luas lagi di seluruh dunia.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa otoritas penjajah Zionis telah menggunakan pembagian oleh perjanjian Oslo terhadap Tepi Barat Palestina menjadi daerah A, B dan C untuk memperkuat kendali mereka atas wilayah tersebut. Area C, yang merupakan 76 persen dari tanah air yang dijajah, berada di bawah kendali administratif dan keamanan negara Zionis.

PCBS menjelaskan bahwa negara Zionis telah menghancurkan 678 fasilitas milik rakyat Palestina di Tepi Barat yang dijajah, termasuk 251 bangunan tempat tinggal. Terdapat 600 pos pemeriksaan militer dan barikade di pintu masuk desa-desa dan kota-kota Palestina sehingga mengubah Tepi Barat menjadi serangkaian kanton yang hampir tidak terhubung, tambahnya.

Negara Zionis juga memberlakukan pembatasan atau mencegah warga Palestina untuk menggunakan jalan tertentu di Tepi Barat yang dijajah supaya bisa memberikan akses gratis kepada pemukim Yahudi yang keberadaannya di wilayah itu ilegal menurut hukum internasional. Ada tujuh jalan yang ada di pusat Hebron saja yang hanya boleh dilintasi khusus untuk orang Yahudi di wilayah yang sejak dulu kala merupakan wilayah Palestina.

Di Gaza, negara Zionis telah menciptakan zona penyangga di sisi sebelah Palestina dari bagian pagar perbatasan. Zona ini dibuat di lahan pertanian yang tidak lagi dibiarkan bagi petani Palestina untuk menanaminya. Itu saja sudah merampas sekitar 25 persen dari total luas wilayah Jalur Gaza.

———-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 1 April 2020 pukul 14:58.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *