Musim Persik Dimulai: Gaza Panen Sendiri 1/3 Kebutuhannya

 

Bersamaan dengan terbitnya mentari, Abdul Hadi Abu-Saeed (55 tahun), mulai menuai buah persik yang telah masak dari tanah pertaniannya. Itu terletak di daerah Sofa timur Khan Younis, yang berjarak hanya 800 meter dari kawar berduri pagar “Israel”.

Buah Persik lokal mensuplai sekitar sepertiga dari kebutuhan sektor itu di Gaza, sedangkan sisanya diimpor dari luar. Buah ini amat disukai semua kalangan masyarakat di sana, karena dipergunakan dalam beragam kuliner seperti selai, manisan, pai, kue, dan jus.

Dalam arus kondisi perekonomian yang payah di Gaza, kelangkaan air, melambungnya harga, Abu Saeed berjuang untuk memproduksi hasil panen yang terbaik,  dari lahan seluas 120 dunim,  60 dunim-nya ditanami buah Persik.

Petani yang dijuluki “Za’im (pemimpin)” itu terus mengawasi, kerja alat pensortir buah Persik, dan menyiapkannya ke dalam kemasan plastik agar siap dikirim ke pasar. Dia berkata: “di lahan saya ini telibat sekitar 40 orang pekerja pada musim panen, yang dimulai pada pertengahan bulan Mei hingga akhir Juni nanti.”

Produksi Gaza

Menurut Nizar al-Wahidi, Drijen Pembinaan dan Pengembangan di Departemen Pertanian di Gaza, sekitar 2.000 dunim tanah di Jalur Gaza ditanami persik, 750 diantara lahan itu telah mencapai tahap kematangan dan 1.250 dunim lainnya adalah tanaman baru dan buahnya masih mentah.

Menurut statistik Departemen Pertanian, setiap satu dunim dari areal pertanian yang ditanami pohon persik, memproduksi sekitar 3 ton buah per tahun, yang setara dengan 2.190 ton persik yang akan Gaza panen di tahun ini.

Wahidi menjelaskan kepada koresponden “Pusat Informasi Palestina” bahwa produksi pertanian di Jalur Gaza penuh dengan kesulitan, karena masalah air dan listrik. Ini berpengaruh negatif pada pertanian, karena tidak ada tenaga pompa karena kurangnya tenaga listrik, selain salinitas air dan krisis ekonomi dan masalah pemasaran.

Pertanian “Abu-Saeed” diharapkan mampu mencapai hasil panen dari ladangnya tahun ini hingga 200 ton. Dia berharap mendapatkan bantuan pengadaan air karena selama ini menderita kelangkaan air yang bisa mencapai lahan pertaniannya, apalagi melihat bahwa pohon persik membutuhkan siraman air yang banyak.

Buah Persik bermanfaat untuk menguatkan saraf, dan usus, juga berguna bagi kulit dan rambut. Dia memiliki karakteristik khusus yang sangat baik untuk hati, usus, dan lambung karena banyak mengandung gula. Selulosa yang dikandung di dalamnya menguatkan  otot-otot usus hingga sangat berguna untuk melawan sembelit. Oleh karena itu dia adalah pencahar dan diuretik, bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, membantu masalah batu kandung kemih dan ginjal. Dia membantu mempertahankan alkalinitas darah dan memudahkan pencernaan. Adapun jenis yang terbaik buah ini adalah yang yang matang, lembut, dengan sendirinya meleleh saat dimasukkan ke dalam mulut (i7).

——-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 12/05/2018, jam: 09:54:11 pagi.

 

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *