Muhammad Syahid : Kisah Seorang Syahid Yang Ditembak Zionis Tepat di Jantung


Oleh: Lulu Basmah

Palestina adalah negara yang banyak melahirkan pejuang yang gugur membela tanah airnya.

Salah satu dari mereka adalah Muhammad Jamil Qazaq Ali Syahin (23 tahun) yang syahid ditembak pasukan ‘Israel’ tepat di jantungnya.

“Saya membesarkan Muhammad sendirian. Saya berusaha mendidik dan memenuhi seluruh kebutuhannya agar dia tidak merasa sedih ditinggal ayahnya. Muhammad lalu tumbuh dewasa namun syahid juga oleh peluru sniper Zionis, ‘’ ujar Asfoura Syahin, ibunda Muhammad.

Dua tahun lalu, pasukan Israel dalam jumlah besar sempat menyerbu rumah keluarga Syahin yang terletak di kota Silfit Lama, Tepi Barat bagian utara. Muhammad kemudian ditangkap dan dijebloskan ke penjara selama beberapa bulan karena dituding melakukan tindakan menentang pasukan ‘Israel’.

Muhammad akhirnya gugur Selasa malam (12/3) dalam bentrokan di Silfit antara rakyat Palestina dan pasukan polisu militer penjajah yang menyerang lokasi. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit Yasser Arafat, namun dokter tak mampu menyelamatkannya.

Beberapa hari sebelum syahid, Muhammad sempat menulis di akun Facebooknya, “Para Syuhada meninggalkan dunia atas izin Allah, lalu kenapa harus takut dan gundah? Bukankah ini kehendak yang Maha Pengasih? Seluruh semesta berada di tangan Allah dan para syuhada kembali dengan membawa darah dan rasa bangga karena berjuang di jalan-Nya.”

Muhammad Syahin dikenal mendukung perjuangan Palestina. Dia meyakini bahwa penjajahan di Palestina hanya dapat dihapuskan dengan perlawanan.

Ratusan rakyat Palestina di Silfit mengantar jenazah Muhammad Syahin ke pemakamannya. Mereka juga mengumumkan hari berkabung di seluruh wilayah kota selama 3 hari. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *