Mufti Palestina Serukan Boikot Negara-negara yang Akui Yerusalem Ibu Kota "Israel"


Mufti Palestina dan Imam Masjid Al-Aqsha, Syekh Mohammad Hussein meminta negara-negara Arab dan Islam untuk memutuskan hubungan dengan semua negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota “Israel”.

Ini disampaikannya dalam sebuah wawancara yang diselenggarakan oleh “Press House Foundation” (LSM) di kota Tangier Maroko di bawah slogan “Dari Press House Menuju Yerusalem, dengan Iman dan Eksistensi”, Selasa malam (29/05).

Mufti mengatakan bahwa negara-negara Arab dan Islam sebelumnya telah mengancam akan memutuskan hubungan dengan semua negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Waktunya telah tiba bagi semua negara-negara ini untuk menerapkan keputusan OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dalam konteks ini.”

Dia menganggap bahwa “penerapan keputusan ini akan mengubah keseimbangan demi kemaslahatan rakyat Palestina.”

“Isu Palestina saat ini perlu menyatukan kita semua untuk menggagalkan segala perencanaan yang mengarah pada pemusnahannya, termasuk apa yang disebut Kesepakatan Abad ini.”

Mufti menekankan bahwa masalah Palestina akan tetap menjadi jantung perhatian bangsa Arab dan Ummat Islam, sambil mengungkapkan penghormatannya atas semua sikap negara-negara Arab dan internasional terhadapnya. (i7)

———

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 30/04/2018 – 07:20:59

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *