Mufti Al Quds Undurkan Diri Dari Forum Perdamaian UEA Terkait Kesepakatan Dengan Penjajah Zionis

Mufti Agung Al Quds, Sheikh Muhammad Hussein, hari Rabu (26/08) mengumumkan pengunduran dirinya dari forum UEA untuk perdamaian setelah forum itu merilis pernyataan yang mendukung normalisasi dengan Penjajah Zionis, demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita Wafa.

Hussein mengumumkan dalam sebuah konferensi pers bahwa ia telah menyerahkan pengunduran dirinya dari FPPMS yaitu Forum untuk Mempromosikan Perdamaian di tengah Masyarakat Muslim, sambil mengutip pernyataan forum yang mendukung kesepakatan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Penjajah Zionis.

“Normalisasi ini menikam dari belakang rakyat Palestina dan Umat Islam, dan pengkhianatan terhadap situs-situs suci Muslim dan Kristen di Al Quds,” katanya.

FPPMS telah memuji kesepakatan UEA-Penjajah Zionis, mengklaimnya itu “menghentikan Penjajah Zionis dari memperluas kedaulatannya di atas tanah air Palestina” dan merupakan sarana untuk memperkuat perdamaian dan dialog antar bangsa. Namun setelah dikritik karena pernyataan itu, badan tersebut menghapus pernyataan itu dari sikap resminya.

Di saat para petinggi Emirat memuji-muji normalisasi sebagai cara yang berhasil untuk mencegah langkah ilegal Penjajah Zionis untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat, Perdana Menteri negara Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu menegaskan kembali komitmennya terhadap rencana aneksasi.

FPPMS didirikan pada tahun 2014 di UEA untuk memperkuat perdamaian dan dialog. Dikepalai oleh mantan politisi Mauritania dan profesor bidang agama dan Mufti Agung UEA saat ini Abdullah Bin Bayyah.

Lebih dulu dalam pekan ini, Aktivis Muslim Amerika terkemuka Aisha Al-Adawiya mengundurkan diri dari FPPMS dikarenakan dukungan badan itu terhadap kesepakatan normalisasi Emirate dengan Penjajah Zionis.

———-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 26 Agustus 2020 pukul 14:28.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *