Mladenov: Perluasan Permukiman (Yahudi) Merupakan Pelanggaran Mencolok Hukum Internasional



Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov menyatakan bahwa perluasan pemukiman ‘Penjajah Zionis’  merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

“Tidak ada sama sekali efek hukum yang berlaku terhadap perluasan pemukiman (Yahudi),” kata Mladenov dalam sebuah pernyataan pers pada hari Rabu (07/08).

“Dengan membangun dan secara efektif menganeksasi Tepi Barat, Penjajah Zionis  merusak peluang berdirinya negara Palestina berdasarkan resolusi PBB yang relevan, sebagai bagian dari solusi dua negara yang dinegosiasikan,” katanya.

Pejabat PBB tersebut menekankan bahwa semua ekspansi pemukiman harus dihentikan sesegera mungkin dan dan secara menyeluruh.

Otoritas Penjajah Zionis telah mengesahkan rencana pembangunan ribuan unit pemukiman (Yahudi) yang baru di Tepi Barat yang dijajah, sesuai dengan apa yang telah diumumkan oleh gerakan ‘Peace Now’ di dalam negara Penajajah Zionis.

Gerakan tersebut menjelaskan, melalui laporan yang diterbitkan di dalam situsnya, bahwa otoritas Penjajah Zionis telah mengesahkan beberapa perencanaan bagi dimulainya pembangunan 2.300 unit pemukiman (Yahudi)  yang baru di Tepi Barat yang dijajah, dimana ini merupakan yang terbaru dari serangkaian perencanaan yang terus dipercepat sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menduduki kursi jabatannya.

Pembangunan permukiman (Yahudi) di Tepi Barat, Baitul Maqdis (Yerusalem) dan Golan dinilai bertentangan dengan semua prinsip internasional dan Piagam PBB. Meskipun diterbitkannya sejumlah resolusi internasional yang menentang proyek pemukiman (Yahudi) negara Penjajah Zionis, menuntut pembongkarannya dan menghentikan pembangunannya, namun penjajah Zionis tidak mempedulikan hal itu.

Resolusi terbaru dari berbagai resolusi tersebut adalah adalah Resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2334 tanggal 23 Desember 2016, yang menyerukan penghentian segera dan seluruhnya bagi  aktivitas pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah.

Organisasi HAM di Palestina, di dalam negara Penjajah Zionis, dan komunitas internasional menyatakan bahwa otoritas Penjajah Zionis telah ‘mencekik’ warga Palestina mana saja yang melakukan pembangunan di Zona-C, dan menghancurkan banyak sekali bangunan milik Palestina dengan dalih tidak mengantongi perizinan.

Di sisi lain, kawasan ini sendiri menyaksikan terjadinya perkembangan yang sangat cepat pada pemukiman (Yahudi) yang bisa dilihat dari terus bertambahnya bangunan pemukiman (yahudi) secara besar-besaran selama beberapa tahun belakangan ini.

————–

Sumber: www.middleeastmonitro.com, terbit; Rabu, 7 Agustus 2019, jam 6:29:34 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *