Mesir Tutup Lagi Gerbang Rafah Tanpa Alasan

Gaza, 22-02-2018. Pihak berwenang Mesir telah menutup gerbang perbatasan Rafah (Jalur Gaza selatan) secara tiba-tiba, beberapa jam setelah pembukaannya, yang dijadwalkan berlangsung empat hari.

Koresponden Al-Jazeera mengatakan pada hari Rabu bahwa pihak berwenang Mesir menutup gerbang penyeberangan Rafah di kedua arah secara tiba-tiba. Sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa pihak berwenang Mesir, yang telah menginformasikan keputusan menutup persimpangan tersebut tidak menyebutkan alasan apapun. terkait keputusan mendadak ini.

Enam bus, yang membawa sekitar 650 penumpang kemanusiaan, dapat meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir, sementara puluhan orang Palestina yang terlantar di wilayah Mesir dapat pulang ke Jalur Gaza.

Koresponden Aljazeera menjelaskan ada dua bus yang sedang bernegosiasi dengan pihak Mesir untuk bisa menyeberang ke Mesir. Di saat yang sama warga Palestina lainnya sedang menunggu di dalam perbatasan Mesir berharap bisa menyeberang.

Pihak berwenang telah mengumumkan pada Selasa malam pembukaan penyeberangan Rafah di kedua arah dari Rabu sampai Sabtu untuk alasan kasus kemanusiaan, orang yang terlantar, dan bantuan, seperti diberitakan televisi pemerintah dan kantor berita resmi Mesir.

Mesir sebelumnya telah menutup gerbang perbatasannya pada 9 Februari setelah membukanya hanya untuk dua hari di kedua arahnya dikarenakan memburuknya situasi keamanan di Sinai dan pengumuman berlangsungnya operasi militer berskala besar di sana.

Pada hari Senin lalu, Kairo telah membuka gerbang perbatasan Rafah dalam bentuk pengecualian untuk 69 warga Palestina melintas ke Jalur Gaza, yang telah terlantar di wilayah Mesir selama 11 hari, bertepatan dengan dimulainya operasi militer Mesir yang komprehensif di Sinai, menurut Pemda yang menangani bidang Penyeberangan dan Perbatasan di Jalur Gaza (Aljazeera/i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *