Menteri “Israel” Peringatkan Perang Baru di Gaza

Ayelet Shaked, Menteri Kehakiman Israel dari Partai Rumah Yahudi sayap kanan [Wikipedia]
Menteri Kehakiman Israel telah memperingatkan bahwa pemerintah kemungkinan akan meluncurkan lagi perang melawan Jalur Gaza karena rakyat Palestina terus menerbangkan “layang-layang pembakar” ke arah lahan pertanian “Israel”, demikian Quds Press melaporkan pada hari Jumat (22/06). Ayelet Shaked juga menuduh Hamas telah membuat panas situasi di wilayah yang terkepung itu.

Sebagai balasan terhadap serangan-serangan mematikan Israel kepada para demonstran damai yang tergabung dalam Pawai Kepulangan Akbar sejak sejak 30 Maret, rakyat Palestina menggunakan layang-layang kertas yang ditempelkan dengan bom Molotov. Shaked mengatakan bahwa “Israel”, yang telah mengembangkan sistem anti-rudal kubah besi, mampu mengembangkan sebuah sistem baru untuk menjatuhkan layang-layang rakyat Palestina. Dia menuduh anak-anak Palestina yang menerbangkan layang-layang sebagai “teroris” yang terlibat dalam aksi “terorisme”.

Menteri ini telah mengulangi pernyataan serupa yang dibuat oleh Menteri Keamanan Publik “Israel”, Gilad Erdan, sebagaimana dilaporkan Haaretz pada Kamis mengatakan bahwa “Israel” mungkin “terpaksa” meluncurkan “operasi militer skala besar” di Jalur Gaza. “Saya tidak ingin meluncurkan sebuah operasi, tetapi ada peluang bagus dimana kami tidak memiliki pilihan lain selain memasukinya agar kami mampu membuat pencegahan yang bisa bertahan lama,” katanya kepada Radio Tentara “Israel”.

Erdan menambahkan bahwa mereka yang meluncurkan layang-layang pembakaran dari Gaza harus ditembak, tanpa memandang usia mereka. “Usia tidak penting,” dia bersikeras, “mereka adalah teroris dan bahaya yang mereka buat harus dicegah.”

Rakyat Palestina di Jalur Gaza terus menunjukkan bahwa protes yang mereka lakukan sepenuhnya sah menurut hukum internasional. Untuk menyebut mereka sebagai teroris, menurut pandangan mereka, bukan saja tidak akurat, tetapi ini juga merupakan upaya “Israel” dan para pendukungnya untuk menipu dunia terkait tabiat konflik di Palestina yang dijajah. (i7)

—————-
Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 23/06/2018 -11:11 siang

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *