Mengapa “Israel” Abaikan Protes Tepi Barat untuk Cabut Sanksi Gaza?


 

Meskipun adanya koordinasi keamanan “yang suci” antara Otoritas Palestina dan pihak unit keamanan Israel, bahkan dalam menekan gerakan protes yang berkembang di Tepi Barat yang menyerukan dicabutnya sanksi yang tidak adil oleh Otoritas Palestina terhadap warganya sendiri  di Gaza, ketidaksukaan “Israel” akan aksi protes itu amatlah jelas. Para pejabat Penjajah Zionis, juru bicara dan bahkan media-medianya telah mengabaikan gerakan kerakyatan yang populer ini, yang beberapa analis perkirakan akan terus meluas dan menjangkau semua wilayah dimana terdapat bangsa Palestina di seluruh dunia. Apakah pengabaian ini mencerminkan salah perhitungannya “Israel” terhadap pentingnya dan dampak dari gerakan ini? Atau apakah itu bermakna bahwa “Israel” menganggap ini sebagai masalah keamanan nasional yang serius, yang tunduk kepada pertimbangan kendali dan pemantauan militer?

Israel telah menunjukkan kesungguhannya yang berlebihan dalam mengejar gerakan apa pun atau sesuatu yang tampak seperti gerakan yang dapat mempengaruhi keamanannya di Tepi Barat. Oleh karena itu, sangat tidak mungkin bahwa pengabaian resmi dan tidak resminya terhadap gerakan protes yang terus meningkat ini adalah karena dia salah memperhitungkan terhadap ukuran dan pengaruh gerakan ini. Justru sebaliknya, keputusan untuk mendiamkan atau mengabaikan gerakan ini, setidaknya untuk sementara waktu, menunjukkan tingkat kepedulian dan rasa takut akan efek atau potensi yang dihasilkan dari pemberitaan media, pernyataan-pernyataan resmi bagi dukungan dan dorongan terhadap gerakan ini. Pada saat yang sama, pengabaian ini mengindikasikan perpanjangan doa dan harapan agar gerakan ini mereda dan hancur. Jika bukan karena tekanan yang dilakukan oleh Otoritas Palestina, maka pengabaiannya adalah dikarenakan perhatian publik dalam negeri dan internsional sedang disibukkan dengan perayaan Piala Dunia di Rusia.

Tampaknya bahwa lembaga koordinasi keamanan telah gagal mengantisipasi gerakan ini, terutama setelah merayakan hasil dari apa yang dianggapnya sebagai keberhasilan pendekatan Koordinasi Keamanan dan Ekonomi di Tepi Barat, yang beriringan dengan masa kondisi tergelap di Gaza tanggal 14 Mei lalu. Reaksi dan besarnya gerakan Tepi Barat ini tidaklah lebih dari sekedar menyampaikan solidaritas atau turut berduka cita kepada keluarga dari 70 orang yang telah gugur sebagai syuhada dan memanjatkan doa bagi ribuan yang terluka dan keluarga mereka di Jalur Gaza. Kejutan dan ketiba-tibaannya itulah letak bahaya itu berada di mata para pejabat dan orang-orang yang memonitor situasi itu. Ketiba-tibaan pasca berbagai kejadian yang berakumulasi merupakan fitur karakteristik paling penting dari pecahnya demontrasi besar-besaran. Oleh karena itu, tidak perlu menyibukkan diri dengan pertanyaan “mengapa sekarang?” Dan menggantinya dengan pertanyaan”Kemudian apa selanjutnya?”

Sampai sejauh ini, gerakan itu telah berhasil mencapai tujuan moral dan politik yang penting. Dimulai dengan menggalang dan menguatkan rasa persatuan dan solidaritas di kalangan rakyat Palestina. Gerakan ini juga mampu mengungkap tingkat penekanan yang dilakukan oleh unit keamanan Otoritas Palestina dan batas ketidakberdayaannya dalam memerangi gerakan protes, dan juga campur tangannya kebijakan Otoritas Palestina terhadap Tepi Barat dan Gaza. Gerakan itu sekali lagi membuktikan bahwa Otoritas Palestina tidak memiliki legitimasi nasional dan jelas menentang harapan dan tuntutan rakyat Palestina di seluruh dunia. Akankah kebijakan koordinasi keamanan, yang sebelumnya telah membuktikan keberhasilannya, mengkonfrontir tantangan baru ini atau ancaman baru ini dengan cara mencegahnya mencapai sisa dari tujuan yang disasarnya saat ini, yaitu. mencabut sanksi yang diterapkan terhadap Gaza? Atau dari mengembangkan tujuan-tujuan ini untuk memaksakan tuntutan rakyat akan rekonsiliasi dan persatuan nasional? Akankah kebijakan pengabaian Israel yang jelas, akan diiringi dengan dukungan keamanan, moral dan finansial terhadap parner (Otoritas) Palestinanya dalam rangka menindas rakyat mereka sendiri di Tepi Barat, ini berhasil?

Jawabannya terbentang pada sejauhmana ketahanan massa dan kegigihannya dalam mengatasi langkah-langkah penekanan yang diterapkan kepada mereka. Meskipun terbatasnya kemungkinan keberhasilan dari aksi protes dalam mencapai tujuan akhir atau mengembangkannya kepada tujuan yang lebih besar dan luas dikarenakan pembagian atau pemecahan negara, yang menghalangi semua aksi ataupun inisiatif secara nasional, massa rakyat Palestina dimana-mana, bersama dengan masyarakat merdeka di seluruh dunia, tidak pernah dan tidak akan berhenti untuk menciptakan kejutan dan inovasi.

—————

Artikel ini pertama kali muncul dalam bahasa Arab di Pusat Informasi Palestina pada 14 Juni 2018.
Pandangan-pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan Middle East Monitor.

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 14/06/2018 – 08:05 malam.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *