Menapaki Jejak Kejayaan Kekhilafahan Ottoman

Ibukota Turki, yang juga ikonik dengan kejayaan Khilafah Usmaniyyah, Konstantinopel yang kemudian bernama Istanbul kembali menahbiskan dirinya sebagai salah satu kiblat peradaban Islam modern.

Kali ini Istanbul kembali menjadi tuan rumah pertemuan berbagai aktivis Islam, para ulama dan dai, guru-guru, insinyur, lawyer, dan berbagai profesi serta para pegiat kemanusiaan. Yaitu dalam sebuah even tahunan, Multaqa Ruwwad ke-9 yang diadakan oleh al-I’tilaf al-Alamiy li Nushrati al-Quds wa Filisthin (Aliansi Internasional  Pembela al-Quds dan Palestina) bekerja sama dengan Türk Arap İlişkileri Merkezi (TAIM) yang dilaksanakan pada 20-21 Oktober 2017 di Hotel Kaya Istanbul.

Sehari sebelumnya, pada tanggal 19 Oktober 2017 diadakan seminar Aliansi Perempuan Internasional untuk Palestina di tempat yang sama. Hadir menyampaikan sambutan dalam acara ini Dr. Raudhah Kavakci, salah satu wakil ketua AK Party, juga Ustadzah Fatinah Sulaiman, selaku ketua Aliansi Perempuan Pembela al-Quds dan Palestina. Perwakilan delegasi Indonesia, Ustadzah Nurjannah Hulwani, S. Ag, M.E –Ketua Umum Adara Relief International, juga turut menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Dr. Amal Khalifah yang menjadi inspirator ditemukannya para pengukir mimbar Masjid al-Aqsha. Dalam jaulah Dr. Amal Khalifah ke Indonesia, beliau menemui Bapak Abdul Muthalib dari Jepara, Jawa Tengah sebagai pimpinan tim yang terlibat proyek replikasi Mimbar Shalahuddin yang terbakar pada tahun 1969. Setelah dilakukan pembuatan mimbar selama empat tahun maka pada tahun 2007 terpasanglah kembali replika mimbar Shalahuddin al-Ayyubi. Yang membanggakan adalah terdapat sentuhan dari beberapa putra bangsa terbaik Indonesia di sana, di Masjid al-Aqsha.

Secara pararel dalam waktu yang sama, Majelis Umum Aliansi Internasional Pembela al-Quds dan Palestina melakukan evaluasi lima tahunan dalam sebuah paparan deskriptif yang lengkap yang disampaikan oleh Sekjennya Ir. Munir Said. Dalam pertemuan terbatas tersebut, yang juga dihadiri perwakilan beberapa aliansi regional, terpilihlah Syeikh Hamam Said sebagai nakhoda baru bagi Aliansi dan menetapkan Dr. Mohamed Akrom al-Adluny, seorang pakar manajemen SDM jebolan Amerika Serikat sebagai sekjen.

Pada malamnya di hari yang sama, duet kepengurusan baru ini diperkenalkan dalam Umsiyah Tsaqafiyah semacam Gala Dinner pra-acara di hadapan para peserta multaqa dari berbagai negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *