Mahkamah Internasional: Palestina Ajukan Tuntutan atas Kedutaan AS di Yerusalem

Demonstran Pro-Palestine memprotes keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota ‘Israel’ dan rencana pemindahan kedutaan Amerika di ‘Israel’ ke Yerusalem [PalesAbroadE/Twitter]

Mahkamah Pidana Internasional menyatakan pada Jumat (28/09)  bahwa pihaknya telah menerima pengajuan tuntutan dari “negara Palestina” terhadap Amerika Serikat, dengan alasan penempatan kedutaannya di Yerusalem telah melanggar perjanjian internasional dan itu haruslah dilenyapkan, seperti yang dilansir oleh Reuters.

Mahkamah Internasional atau ICJ dalam pernyataannya mengatakan bahwa Palestina beralasan bahwa Konvensi Hubungan Diplomatik Wina tahun 1961 mengharuskan sebuah negara menempatkan kedutaannya di dalam wilayah teritorial negara tuan rumah. Sedangkan ‘Israel’ menguasai Yerusalem secara militer, dimana kepemilikannya diperselisihkan.

Pada bulan Desember, Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan kedutaan Amerika di ‘Israel’ dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan kedutaan barunya itu dibuka pada bulan Mei.

Gugatan Palestina ini meminta Mahkamah “untuk memerintahkan Amerika Serikat menarik kembali misi diplomatiknya dari Kota Suci Yerusalem.”

Mahkamah Internasional atau ICJ adalah tempat PBB untuk menyelesaikan perselisihan antar negara. Palestina telah diakui oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2012 sebagai negara pengamat non-anggota, meskipun status kenegaraannya tidak diakui oleh Israel atau Amerika Serikat (i7).

——————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 29/09/2018,  jam: 10:02 pagi.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *