LSM: Tidak Ada Keadilan Bagi 50 Anak Palestina yang Dibunuh di 2018

Pembunuhan terhadap tiga anak Palestina oleh serangan udara ‘Israel’ pada Ahad (28/11) hanyalah peristiwa terbaru dari ”daftar panjang korban jiwa anak yang terus bertambah di tangan pasukan ’Israel’ dalam  situasi yang tidak jelas yang dapat dimasukkan kategori pengunaan kekuatan yang melanggar hukum.” Demikian dinyatakan oleh LSM DCIP (Defence for Children International-Palestine).

Menurut LSM tersebut, pada sekitar jam 06:30 pagi di hari Ahad, “sebuah serangan udara ‘Israel’ telah menewaskan Khaled Bassam Mahmoud Abu Said, usia 14 tahun, Abdul Hamid Mohammad Abdul Aziz Abu Daher , usia 13 tahun dan Mohammed Ibrahim Abdullah Al-Sattari, 15 tahun di timur Deir Al-Balah” di Jalur Gaza.

Bulan Sabit Merah Palestina tidak dapat memasuki area yang diserang itu hingga jam 09:30 pagi “dikarenakan serangan ‘Israel’ yang terus menerus berlangsung.” Dr. Ahmad Duheir dari RS Syuhada Al-Aqsa “menyatakan bahwa ketiga anak itu semua telah menjadi mayat saat tiba di rumah sakit, dengan luka pecahan peluru meriam di sekujur tubuh mereka.”

“Berdasarkan bukti yang ada,  kematian anak-anak ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang melangggar hukum, kata Ayed Abu Eqtaish, direktur Program Akutabilitas di DCIP.

“Komisi Penyelidikan PBB memberikan kesempatan untuk menyelidiki pelanggaran yang mungkin menjadi kejahatan perang, tetapi dia juga harus memberikan langkah-langkah pertanggungjawaban yang ditujukan untuk mengakhiri impunitas dan melindungi warga sipil, termasuk anak-anak, dari berbagai aksi serangan.”

“Tentara atau negara dapat dapat menggunakan kekuatan mematikan hanya jika ada ancaman yang mengancam nyawa,” kata Omar Shakir, direktur Monitor HAM ‘Israel’-Palestina.

Memasuki area terlarang di sepanjang perbatasan, atau bahkan menanam bahan peledak di sana, “tidak berarti nyawa seseorang berada dalam ancaman yang segera,” kata Shakir.

DCIP menyatakan bahwa ketiga anak itu termasuk dari enam anak yang dibunuh oleh pasukan ‘Israel’ di Jalur Gaza yang dijajah pada bulan ini saja, “dan setidaknya 50 anak telah dibunuh oleh pasukan ‘Israel’ atau pemukim (Yahudi) di wilayah Palestina yang dijajah tahun ini”.

Sejak aksi Pawai Kepulangan  atau “Great Return March” dimulai pada 30 Maret, “DCIP telah mendokumentasikan terjadinya peningkatan yang sangat parah atas jumlah anak-anak Palestina yang dibunuh oleh pasukan ‘Israel’”

Termasuk dalam katergori fatal, setidaknya ada 13 anak dari Jalur Gaza yang menderita cacat permanen sejak awal tahun ini yang diakibatkan oleh luka-luka yang ditimbulkan oleh tangan-tangan pasukan ‘Israel’. (i7)”

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 01/11/2018 – 11:52.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *