Lima Jurnalis Jadi Korban Sasaran Tembak Kepada Tim Media Secara Sengaja

Lima orang jurnalis Palestina menderita luka-lukaJumat (13/04), di hari Jumat ketiga Pawai Kepulangan. Aksi yang bertema “Jumat kibarkan bendera Palestina dan bakar bendera Israel” itu dihadiri oleh puluhan ribu rakyat Palestina

Koresponden “Pusat Informasi Palestina” yang tersebar di lima titik kamp-kamp Kepulangan melaporkan, bahwa Penjajah dan para penembak jitunya secara sengaja membidik tim media dan tim medis. Ini mereka lakukan dalam upaya yang jelas untuk menghentikan penyiaran secara langsung dari medan kejadian, dan mencegah dilakukannya pertolongan kepada  para pengunjuk rasa aksi damai ini.

Menurut para saksi mata dan sumber yang akrab dengan koresponden “Pusat Informasi Palestina”, bahwa jurnalis fotografiAhmed Abu Hussein mengalami cedera di bagian perut, yang membuatnya mengalami kondisi cedera kritis.

Sebagaimana juga Attiyah Darwish, seorang jurnalis melaporkan bahwa rekannya Mohammed al-Hajjar menderita luka ringan setelah terkena tembakan timah panas Israel di bahunya, namun dia langsung mendapatkan perawatan.

Sudaha tiga Jumat berturut-turut Penjajah secara sengaja menembakkan bidikan mereka kepada para jurnalis.  Jumah lalu yang disebut “Jumat Ban”telah menjadi saksi memuncaknya serangan dan pembidikan langsung kepada para jurnalis fotografi. Dapat disaksikan Yasser Murtaja menderita luka parah akibat tembakan peluru peledak di bagian perutnya, yang menyebabkannya kemudian menjadi salah satu syuhada akibat luka-luka yang dideritanya.

Pihak Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum mengatakan: Sesungguhnya kesengajaan Penjajah dalam membidik para jurnalis dan pengunjuk rasa mencerminkan hakikat terorisme dan kekerasan yang dihadapi oleh bangsa kami. Ini adalah hal yang menuntut pertanggungjawaban Penjajah.

Sementara itu pihak lembaga badan hukum dan media, mengutuk dijadikannya para jurnalis sebagai sasaran tembak saat meliput fakta, dan menuntut perlindungan internasional bagi para jurnalis.

Dewan Pers Palestina mengatakan bahwa “sesungguhnya pembiaran Penjajah dari hukuman mendorongnya untuk melakukan semakin banyak lagi tindak kejahatan terhadap jurnalis, dan kami tidak akan pernah meninggalkan pesan kami, dan kami akan tetap menjadi mata bagi kebenaran.

Sementara itu, Organisasi Persatuan Media Media Palestina, mengutuk penembakan yang dilakukan Penjajah terhadap rekan jurnalis Ahmad Abu Husain. Organisasi ini menganggap penembakan ini sebagai bukti adanya niat jelas Israel untuk membunuh para jurnalis dengan menghalangi mereka melanjutkan peran perjuangan dan nasional dalam mengungkap keburukan penjajah dan menerangkan kejahatannya.

Salamah Maruf,  Kepala Dinas Media Pemerintah  dan pejabat Kementerian Penerangan di Gaza menyatakan bahwa: “Berulang-ulangnya serangan langsung terhadap terhadap awak pers dan tim medis merupakan bentuk kejahatan berlapis di atas lapisan kejahatan terhadap putra-putri bangsa kami rakyat yang tak berdaya.”

Dalam pernyataan singkat, Maarouf menegaskan bahwa serangan-serangan ini membuktikan bahwa Penjajah tidak mengerti selain Bahasa arogansi militer dalam menghadapi gerakan sipil damai dari Pawai Kepulangan Akbar.

Marouf menekankan bahwa serangan-serangan ini menjadikan kredibilitas komunitas internasional dan institusi internasionalnya dipertaruhkan (i7)

——

Sumber: www.palinfo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *