Lima Hari Lagi Penguasaan Israel Atas Baqoura dan Immour Akan Berakhir

Sumber-sumber ‘Israel’dari surat kabar “Yediot Ahronot”, hari ini Senin (22/10) memprediksi bahwa pihak berwenang Yordania tidak tertarik untuk membuat perjanjian baru terkait wilayah Baqoura dan Immor, yang telah diumumkan pembatalannya oleh Raja Yordania, Abdullah II, Ahad kemaren (21/10), setelah mendapatkan tekanan kuat dari rakyat Yordania.

Meskipun pemerintah ‘Israel’ menganggap keputusan Yordania itu merusak Konvensi Wadi Araba, menurut surat kabar tersebut mengutip para pejabat Israel, “tetapi dia  tidak mampu untuk mengambil tidakan lebih jauh, karena keputusan Yordania ini  sudah sesuai dengan perjanjian yang berlaku,” kecuali untuk negosiasi kesepakatan baru, seperti yang diumumkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Ahad kemarin, dengan ketetapan bahwa Yordania tidak tertarik untuk hal itu.

Koresponden urusan Arab di surat kabar itu, Smadar Perry, mengaitkan keputusan Raja Yordania dengan kurang harmonisnya hubungan pribadinya dengan Netanyahu. Dijelaskan bahwa dia mengeluhkan lebih dari sekali kepada Netanyahu dalam percakapan pribadinya dan bahkan di dalam wawancara media, termasuk dengan surat kabar “Yediot Ahronot”, meskipun dia merestui “Hubungan yang sangat baik” antara dinas keamanan Yordania dan Israel.

Menurut data dari  beberapa media ‘Israel’terkait penandatanganan keputusan Yordania di dalam pemerintahan ‘Israel’, kala “Yediot Ahronot” melaporkan bahwa keputusan ini merupakan kejutan bagi pemerintah ‘Israel’, harian “Yisrael HaYom”, hari Senin melaporkan bahwa keputusan Yordania itu sama sekali tidak mengejutkan dan “tidak memiliki nilai strategis baginya, karena tanah-tanah itu memang milik  Yordania dan diasumsikan bahwa suatu hari akan kembali lagi kedalam kedaulatannya” dimana Baqoura dan Immour mirip dengan dua pulau Tiran dan Sanafir  milik Mesir.

Meskipun “Yisrael HaYoum” mengecilkan urgensi keputusan Yordania,  tetapi koran ini melancarkan serangannya terhadap Yordania, dengan menyatakan bahwa permasalahannya terletak pada “waktu dan bentuk” pernyataan Yordania “untuk menghindari semangat perjanjian damai dan pemerintah Yordania seharusnya menampakkan kemitraan yang telah berlangsung antara  Raja Hussein dan mantan PM Israel, Yitzhak Rabin, “yang peringatan pembunuhannya dibatalkan kemarin.

 

“Yisrael HaYoum” membuat asumsi bahwa rakyat Yordania adalah masyarakat yang paling memusuhi ‘Israel’ dari semua negara-negara Arab yang ada. Dan sayangnya, rezim Yordania tidak pernah berupaya untuk menghadapi permusuhan ini sekalipun.”

 

Berakhirnya Masa Pemanfaatan Bagi ‘Israel’

Berdasarkan isi perjanjian damai yang ditandatangani pada 26 Oktober 1994, ‘Israel’ diberi hak untuk memanfaatkan wilayah tersebut selama 25 tahun, akan diperpanjang secara otomatis jika pemerintah Yordania tidak mengkomunikasikan keinginannya bagi pengembalian tanah ini setahun sebelum berakhirnya periode, dan tepatnya waktu tersebut akan jatuh lima hari lagi.

Baqoura adalah daerah perbatasan Yordania yang terletak di sebelah timur Sungai Yordan di Provinsi Irbid (utara), dengan total area sekitar 6.000 dunum. Immour adalah daerah perbatasan Yordania yang terletak di provinsi Aqaba (selatan) dengan luas sekitar empat kilometer persegi.

Di bawah perjanjian perdamaian Wadi Araba, yang ditandatangani antara Yordania dan ‘Israel’, bahwa “Jordan tidak memberlakukan undang-undang kepabeanan, imigrasi terhadap pengguna tanah atau tamu mereka dan penggunanya yang melintas dari ‘Israel’ ke daerah tersebut dengan tujuan berada di lokasi untuk maksud pertanian atau wisata atau tujuan lain yang disepakati.”

Di sisi lain, ‘Israel’ mengakui “kedaulatan Yordania atas wilayah tersebut. ‘Israel’ berjanji untuk tidak melakukan atau mengizinkan kegiatan apa pun di wilayah itu yang akan membahayakan keamanan atau perdamaian Yordania.”

Setelah perang 1967, tentara ‘Israel’ menduduki beberapa wilayah Yordania, termasuk diantaranya Immour. Adapun Baqoura (Naharim sebagaimana orang ‘Israel’ menyebutnya), telah dijajah ‘Israel dalam sebuah serangan ke wilayah Yordania pada tahun 1950.

Selama perundingan damai antara ‘Israel’ dan Yordania, Yordania menyetujui wilayah-wilayah ini berada di bawah penguasaan ‘Israel’ selama 25 tahun, dengan ‘Israel’ mengakui kedaulatan Yordania atas mereka, dengan satu permasalah bahwa ‘Israel’ telah membangun infrastruktur dan fasilitas pertanian di sana (i7).

 

——————————-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 22/10/2018 – jam: 06:51

 

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *