Lieberman Ancam Gaza dengan Pembantaian Baru dan Penindasan “Jumat Ban”

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada hari Kamis (05/04) telah memperbarui ancaman untuk menekan Pawai Kepulangan pada Jumat pagi ini (06/04) dan untuk menjadikan para demonstran Palestina sebagai target di perbatasan Jalur Gaza.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah melakukan evaluasi via telepon dengan para pimpinan instansi keamanan militer terkait situasi di perbatasan Jalur Gaza, dan titik-titik yang memungkinkan bagi rakyat Palestina bisa melintasi pagar perbatasan.

Netanyahu menelepon masing-masing Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Kepala Dinas Keamanan Umum (Shin Bet) dan Kepala Dewan Keamanan Nasional untuk memastikan seberapa jauh kesiapan mereka dalam menghadapi  Pawai.

Netanyahu telah mendengar penjelasan dari para pejabat tinggi tersebut tentang informasi terbaru yang tersedia terkait hal itu.

Di kantor Kementerian Keamanan kemaren sore (05/04), Lieberman melangsungkan sidang darurat bersama dengan para petinggi militer yang dihadiri juga oleh Kepala Staff Angkatan Bersenjata (IDF), Gadi Eisenkott, yang di dalamnya dibahas perihal konfrontasi “Jumat Ban”, yaitu hari Jumat ke-2 aksi Pawai Kepulangan terbesar, dan evaluasi kondisi di sepanjang pagar keamanan dan sejauh mana kesiapan unit-unit militer Penjajah untuk menindak Pawai Kepulangan, dan mendiskusikan berbagai skenario yang mungkin.

Dalam  nada tinggi yang penuh ancaman, dia mengatakan bahwa tentara Penjajah telah siap untuk berhadapan dengan semua skenario yang mungkin terjadi, di sepanjang pagar keamanan yang mengelilingi Jalur Gaza.

Dan dia melanjutkan hasutannya kepada perlawanan Palestina dan Gerakan Hamas yang ditudingnya bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi,. Dia dikutip berujar dalam pernyataannya kepada beberapa media Israel: “Tidak ada orang yang tidak bersalah di Gaza dan Hamas telah membayar jutaan dolar untuk terus berusaha merusak pagar keamanan.”

Dalam upayanya untuk menghasut opini publik Palestina terhadap perlawanan dan Hamas, dia mengarahkan ucapannya kepada rakyat Gaza, ujarnya: “Bagi penduduk Jalur Gaza sepatutnya mereka bangkit berdiri untuk mencari ganti pimpinan mereka daripada melakukan aksi protes yang percuma” dan meski para pimpinan Hamas telah mengeluarkan sekitar 280 juta dolar untuk membangun infrastruktur persenjataan dan menggali terowongan dan memproduksi roket-roket.

Lieberman mengatakan bahwa pemerintah Israel telah menetapkan aturan yang jelas dan mendasar dalam menghadapi Pawai Kepulangan dan tidak berniat untuk mengubahnya, sambil mengancam bagi siapa pun yang mendekati perbatasan akan membahayakan hidupnya sendiri.

Dia menunjukkan bahwa tentara penjajah Israel telah siap dengan berbagai skenario apa pun yang mungkin terjadi. Dia tambahkan “Jika rakyat Palestina mencoba melakukan provokasi dan merusak kedaulatan Israel atau jika mereka mencoba untuk melanggar keamanan Israel, akan ada respon yang keras dan sangat kuat dan tegas dari pasukan kami.”

Dilanjutkannya “Kami akan terus berada pada garis respon yang sama, dan kami tidak bermaksud untuk meningkatkan ketegangan dan kami tidak memiliki rencana untuk menjajah Gaza atau meluncurkan operasi militer.”

Dia menekankan bahwa tidak ada niat sama sekali untuk mengubah peraturan dan instruksi terkait penembakan kepara para demonstran. Dia mengklaim bahwa apa yang terjadi bukanlah sebuah aksi protes kerakyatan yang madani tapi itu adalah “aksi terorisme”, seperti yang disangkanya.

Sejak Jumat, pasukan Penjajah Israel telah membunuh 20 orang rakyat Palestina dan melukai lebih dari 1.600 warga sipil tak bersenjata yang tidak melakukan aksi apapun yang membahayakan mereka, sebuah hal yang telah banyak dikecam oleh banyak organisasi HAM.

Diperkirakan akan terjadi partisipasi besar-besaran dari rakyat Palestina di Jalur Gaza hari Jumat ke-2 ini dalam aksi Pawai Kepulangan terbesar yang telah diistilah dengan nama hari “Jumat Ban”, dimana akan dilakukan pembakaran ribuan ban mobil dekat dengan pagar keamanan Penjajah. (i7)

Sumber: www.arab48.com

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *