Libanon ‘Ingin’ Tetapkan Perbatasan Maritim Dengan ‘Israel’ di Bawah Supervisi PBB


Juru bicara Parlemen Libanon, Nabih Berri mengatakan bahwa negaranya telah siap untuk menetapkan perbatasan maritimnya dengan ‘Israel’ melalui mekanisme yang sama yang digunakan untuk membuat Garis Biru di bawah supervisi PBB, Kantor Berita Anadolu melaporkan.

“Kami siap untuk menarik batas maritim Lebanon dan perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif dengan menggunakan prosedur yang sama yang digunakan untuk menarik Garis Biru di bawah supervisi PBB,” kata Berri dalam pertemuan dengan Mayor Jenderal, Stefano Del Col, kepala Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL).

Jenderal Del Col mengatakan PBB dapat menggunakan mekanisme yang sama untuk membuat perbatasan maritim.

Garis Biru mengacu pada perbatasan darat antara Libanon dan ‘Israel’ yang ditarik di bawah pengawasan PBB untuk memfasilitasi penarikan ‘Israel’ dari Libanon pada tahun 2000.

Libanon dan ‘Israel’ memiliki perselisihan yang belum terselesaikan atas kepemilikan zona seluas hampir 860 kilometer persegi yang membentang di sepanjang tepi tiga blok energi Libanon di Laut Mediterania.

Lebanon, Siprus, Mesir, ‘Israel’ dan Suriah berada di Cekungan Levant di Laut Mediterania timur di mana sejumlah ladang gas yang besar telah ditemukan sejak tahun 2009 (i7).

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 25/04/2019, jam: 10:15 pagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *