Laporan Internasional: Al-Quds Berubah Jadi Yahudi Secara Mendalam dan Mengakar

Organisasi International Crisis menegaskan, perubahan yang dilakukan oleh Israel di kota Jerusalem (Al-Quds) sejak tahun 2000 – ketika sejumlah pihak berunding tentang nasib kota suci itu untuk pertama kali – sudah sangat luas, mendalam dan mengakar.

Dalam laporannya organisasi ini menegaskan kemarin Sabtu (22/12) bahwa kota suci Al-Quds sebagian besarnya mengalami serangan pembangunan pemukiman yahudi, tepatnya dengan menetapkan proyek E1 yang menyatukan pemukiman Maaleh Adomim dengan kota Al-Quds. Akibatnya, Al-Quds Timur terisolasi dan Tepi Barat terbagi menjadi dua bagian. Selain itu juga Israel telah memutuskan untuk memperluas pemukiman Javat Hamtus untuk mengisolasi kota Al-Quds dari wilayah Tepi Barat selatan yang terjajah. Selain itu, Israel juga telah memutuskan untuk membangun ratusan unit hunian yahudi di pemukiman lain yang terletak di Al-Quds Timur.

Kepala Program Timur Tengah dan Afrika Selatan di organisasi di atas, Robert Male yang juga anggota delegasi Amerika dalam perundingan Cam David tahun 2000 bahwa Al-Quds telah mengalami perubahan meski kesan sosial yang ada tetap tidak berubah.

Laporan menegaskan, perubahan yang terjadi di Al-Quds Timur dalam tahun-tahun terakhir bukan perubahan bangunan-bangunan saja namun juga perubahan sosial, politik dan emosional. Fenomena perubahan ini bertentangan dengan undang-undang internasional. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *