Laporan HAM: Keamanan Otoritas Dan Israel Berlomba Tangkap Serta Aniaya Orang Palestina

aspacpalestine.com – London. Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia di Inggris, mengatakan bahwa penduduk di wilayah Palestina terjajah menderita kekejaman yang berlipat ganda. Hal tersebut dilakukan oleh pasuka penjajah dan aparat keamanan yang berafiliasi dengan otoritas Palestina. Dalam laporan tersebut, kedua unsur tersebut berlomba menangkap para warga dengan dalih yang berbeda-beda. Hal tersebut sebagai kebijakan yang berputar. Dalam kebijakan tersebut, aparat keamanan otoritas Palestina menangkap warga Palestina yang dibebaskan penjara Israel dan sebaliknya.

Dalam laporan organisasi yang dikeluarkan Senin (26/6/2017), bertepatan dengan hari korban penyiksaan sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juni setiap tahun, Organisasi tersebut menyebutkan bahwa orang-orang Palestina yang ditahan di penjara aparat keamanan otoritas, mengalami berbagai macam penyiksaan. Penyiksaan yang paling menonjol adalah pemukulan yang parah dan borgol leher seperti hewan qurban. Ditambahkan bahwa “selama tahun-tahun penyiksaan yang sistematis tersebut, 7 orang penduduk palestina terbunuh karena penyiksaan. Selain itu, aparat keamanan otoritas masih melakukan penyiksaan terhadap skala yang luas. Hal itu dilakukan dalam rangka keputusan politik yang mendukung layanan keamanan dan tidak ada pengawasan yudisial”.

Laporan tersebut melansir bahwa “tidak mengetahui secara persis jumlah orang yang ditahan di penjara keamanan otoritas Palestina, sebagai dampak dari operasi penangkapan dan surat pemanggilan serta pembebasan yang dipercepat. Dalam empat bulan pertama di tahun 2017, tercatat sebanyak 1007 kasus penangkapan dan pemanggilan. jumlah tawanan tersebut sebagian besar adalah editor dan pelajar. Sebagian besar dari mereka mendapat penyiksaan. Tahun 2016, sejumlah 2224 penduduk ditangkap.

Organisasi tersebut menyebutkan bahwa penyiksaan menurut aturan internasional saat ini, dianggap sebagai kejahatan internasional. Tetapi, aturan-aturan ini masih dipaksakan sebagai alat bantu peradilan yang adil untuk para korban. Hal ini memerlukan mekanisme peradilan yang memastikan tidak menjatuhkan hukuman terhadap para pelaku kejahatan ini”, menurut laporan tersebut.

 

Sumber: qudspress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *