Kuwait Gagalkan Draft AS untuk DK-PBB Kutuk Peluncuran Roket Hamas

Oleh: Bassel Maghrabi

Dewan Keamanan PBB menyelenggarakan pada hari Rabu (30/05), sidang darurat terkait perkembangan situasi terakhir di Gaza. Sesi ini atas prakarsa dari Amerika Serikat, yang telah berusaha mendahului sesi sidang, dengan menerbitkan draft resolusi oleh DK-PBB mengutuk peluncuran roket kemarin oleh Hamas dari Jalur Gaza sebagai tanggapan terhadap kejahatan Israel baru-baru ini. Namun Kuwait menghalangi terbitnya resolusi yang membutuhkan persetujuan dari semua negara anggota itu.

Sidang ini dimulai dengan pengarahan dari perwakilan Sekjen PBB untuk Proses Perdamaian di Timur Tengah, Nikolay Mladenov, di mana ia mengutuk penembakan roket dan rudal dari Gaza, namun dia menekankan bahwa perlunya melihat peristiwa-peristiwa dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari ketegangan yang terjadi di Gaza, yang telah menyebabkan terbunuh dan luka-lukanya ribuan warga Palestina dalam beberapa pekan terakhir. “Kita berada di ambang perang karena ketegangan yang terjadi saat ini di Gaza.”

Foto, sumber CNN

Mewakili AS, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Halley mengatakan: “Amerika Serikat telah mendistribusikan kepada anggota DK-PBB draft pernyataan Ketua DK yang mengutuk serangan ” Hamas “. Tetapi satu negara telah mencegah terbitnya pernyataan itu,” mengacu kepada Kuwait, yang mengajukan keberatan terhadap terbitnya pernyataan itu.

Dalam beberapa minggu terakhir, Amerika Serikat telah mencegah pernyataan DK-PBB untuk mengutuk pembunuhan warga sipil Palestina. Duta Besar AS mengatakan bahwa masyarakat Gaza tidak membutuhkan perlindungan internasional, tetapi membutuhkannya dari “Hamas”. Ini mengacu kepada rancangan resolusi Kuwait yang menuntut perlindungan dan pengiriman pengamat internasional ke Gaza.

Duta Besar AS juga keberatan dengan pembentukan komisi penyelidikan independen oleh Dewan Hak Asasi Manusia Internasional untuk menyelidiki pembunuhan dan lukanya warga sipil Palestina.

Sementara itu, Duta Besar Kuwait untuk DK-PBB, Mansour Al-Otaibi  mengatakan: “Penjajalah yang bertanggung jawab atas kekerasan dan ketegangan yang terjadi”, Dia dalam konteks ini menunjukkan bahwa masih berkelanjutannya penjajahan yang dilakukan “Israel” dan juga pembangunan pemukiman dan yahudisasi Yerusalem.  Dan juga masih berkelanjutannya blokade Gaza, yang digambarkan sebagai pencekik, dan di mana otoritas penjajah tidak menghormati tanggung jawabnya untuk melindungi warga sipil Palestina yang berada di bawah kekuasaannya.

“Dalam beberapa minggu terakhir, Israel telah menggunakan peluru tajam senjata untuk menembaki warga sipil yang tak berdaya, melukai lebih dari 12.000 warga Palestina,” katanya.

Duta Besar Inggris untuk Dewan Keamanan, Karen Pierce telah menyatakan kecamannya terhadap serangan roket dari Gaza, dan menambahkan bahwa “Perkembangan baru-baru ini di Gaza mengingatkan kita bahwa kekerasan ini mungkin untuk akan kembali lagi dan dengan sangat berbahaya kedepannya. Situasi di Gaza ini berbahaya dan kompleks dan penderitaan warga sipil harus diakhiri. Kami menuntut baik Hamas dan Jihad Islam untuk berhenti membahayakan warga sipil, ” Kemudian dia berbicara tentang tanggung jawab komunitas internasional untuk menghentikan penderitaan warga Gaza dan memperbaiki kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Dia memperingatkan bahwa “orang-orang Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dan medis,”  sambil menyambut apa yang disebutnya upaya yang dilakukan pihak Mesir untuk meringankan penderitaan warga Gaza.

Adapun Dubes Prancis di DK-PBB, Francois Dulter, mengatakan bahwa ketegangan ini terjadi dua bulan setelah kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap demonstran Palestina di Gaza, yang menewaskan lebih dari 160 orang dan lebih dari 12 ribu lainnya terluka. Ini adalah hasil dari penggunaan kekuatan yang tidak pandang bulu dan disengaja terhadap warga sipil Palestina, dan Israel harus menghormati prinsip-prinsip perlindungan yang berada di pundaknya sebagai negara yang menduduki. ” (i7)

————-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 30/05/2018 – 23:52.

, , , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *