KRISIS LISTRIK DI GAZA ANCAM BANYAK NYAWA

KRISIS LISTRIK DI GAZA| Krisis yang terjadi pada sektor listrik telah berlangsung lama. Selama itu pula, kondisi yang ada bukannya membaik. Jalur Gaza yang telah berada dalam kondisi pemblokadean hanya semakin parah dengan adanya krisis listrik. Dua contoh dari dampak tidak cukupnya pasokan listrik di sana adalah tutupnya rumah sakit dan petaka lilin yang menghantui warga.

 

Rumah Sakit yang Harus Tutup

 

Krisis listrik yang terjadi di Gaza juga telah mempengaruhi pelayanan rumah sakit di sana, hingga akhirnya dipakailah bahan bakar untuk menggantikan listrik yang tak kunjung didapatkan. Kondisi yang terus memburuk bahkan mengharuskan pihak rumah sakit menghentikan pemakaian bahan bakar sebagai pembangkit listrik. Ini mengancam dua rumah sakit di Gaza (Bet Hanum dan Rumah Sakit Anak Durrah) harus berhenti beroperasi.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Asyraf Qudrah. Sementara itu Asyraf mengumumkan beberapa waktu lalu, bahwa alokasi dana yang disediakan Kementerian Kesehatan senilai satu juta syekel itu hanya cukup untuk 10 hari saja. Pasokan bahan bakar yang diperlukan oleh rumah sakit sendiri sebesar 450 ribu liter minyak solar/bulan. Untuk saat ini, minyak dibutuhkan sebanyak 950 ribu liter per bulannya, apabila rumah sakit dioperasikan hingga 20 jam setiap hari. Sementara itu, biaya untuk satu jam operasi di sana membutuhkan 2 ribu dolar.

 

Lilin Menghanguskan Seorang Bayi

 

Krisis listrik yang sudah parah tidak hanya mempengaruhi fasilitas umum yang ada di Jalur Gaza. Krisis sudah merambah pada warga di sana. Karena kekurangan pasokan listrik, warga terpaksa menggunakan lilin untuk dijadikan sebagai penerang di rumah mereka. Akan tetapi, naasnya ketika beberapa waktu lalu seorang bayi (5 bulan) harus meninggal dunia karena lilin. Lilin yang dijadikan penerangan itu membakar rumah Sang Bayi. Menyebabkan rumah yang hangus, begitu pula dengan bayi tersebut. Kebakaran itu terjadi di rumah Jamil Daghmisy di Shabrah, Jalur Gaza. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *