Krisis Kemanusiaan di Tanah Tiga Agama

Siapa bilang masalah Israel-Palestina hanya seonggok masalah tentang perebutan wilayah semata atau hanya sebuah perebutan pengakuan untuk dianggap sebagai sebuah negara. Disadari atau tidak, konflik yang terjadi antara Israel-Palestina turut menyinggung masalah kemanusiaan yang terjadi di dalamnya.

Tidak ada batasan tentang kemanusiaan, baik dia beragama Yahudi, Islam, Kristen, atau yang lain nya. Masalah kemanusiaan juga bukan hanya masalah bagi rakyat Palestina ataupun rakyat Israel. Selama kita mengakui bahwa kita adalah bagian dari manusia, maka disanalah masalah kemanusiaan melingkupi seluruh manusia di seluruh pelosok bumi. Kecuali bagi mereka yang dipertanyakan ‘ke-manusia-annya’.

Masalah kemanusiaan juga turut berkaitan dengan hati nurani. Dalam artian, jika masalah kemanusiaan tidak menggetarkan jiwa, nampaknya keberadaan sang hati nurani perlu diperiksa kembali keadaannya.

Lantas apa kaitannya konflik Palestina-Israel dengan masalah kemanusiaan maupun hati nurani? Masalah kemanusiaan dapat dilihat dari hal sederhana namun penting untuk dilirik, yakni tentang siapa yang menjadi korban di sana. Dalam sebuah peperangan, merupakan hal yang lumrah jika disana banyak prajurit yang berjatuhan. Namun, saya yakin kamu tahu siapa yang menjadi korban sesungguhnya dari konflik yang terjadi antara Israel-palestina, yakni mereka para penduduk sipil, wanita, para ibu yang bahkan sedang mengandung janin di rahimya, bahkan para anak-anak yang sedang bermain maupun mereka yang sedang semangat menuntut ilmu di sekolah.

Berikut adalah hasil akumulasi anak-anak yang menjadi korban konflik Israel-Palestina berdasarkan data yang dilansir oleh rememberthesechildren.org (diakses pada tanggal 10 Mei 2013) sejak September 2000 sampai tanggal 04 April 2013.

Tahun

Korban Meninggal

Palestina

Israel

Sept 2000 – Des 2000

91

0

2001

103

36

2002

201

45

2003

141

21

2004

188

8

2005

56

6

2006

139

2

2007

68

1

2008

160

4

2009

295

1

2010

15

0

2011

15

5

2012

44

0

Jan 2013 – 4 April 2013

3

0

TOTAL

1519

129

 

Kematian anak-anak akibat dari konflik Israel-Palestina hanyalah sebagian kecil dari apa yang kita sebut sebagai masalah kemanusiaan. Dan dalam data tersebut, kita dapat menginterpretasikan siapa sesungguhnya korban dalam konflik yang terjadi dan bagaimana hakekat nyawa yang seharusnya dihargai, hilang begitu mudahnya tanpa ada penghargaan.

Masalah kemanusiaan tidak hanya tergambar dari tewasnya ribuan anak Palestina akibat serangan Israel, tetapi masih ada banyak lagi segi-segi kemanusiaan yang ternodai.

Perusakan lahan-lahan zaitun milik petani Palestina oleh para tentara Israel, penembakan nelayan Palestina oleh tentara Zionis, penahanan anak-anak Palestina oleh Israel, pengusiran penduduk Palestina dengan alasan pembangunan pemukiman Yahudi, dan yang paling lekat di ingatan adalah bagaimana tentara Zionis memblokir kapal Ravi Marmara yang membawa bantuan kemanusiaan dari berbagai negara.

Sungguh, bicara tentang kemanusiaan nampaknya belum cukup hanya dengan merangkainya dalam sebuah kalimat, atau bahkan satu buku dengan ribuan halaman. Karena boleh jadi masalah tentang kemanusiaan adalah masalah sederhana sebab ia tidak butuh ribuan halaman untuk memaparkannya, melainkan ia hanya butuh secercah hati nurani pada diri setiap insan untuk dapat memahaminya.

 

Oleh: Khaula Sahida 

* Staff Salam Palestine Center Universitas Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *