Kota-kota Inggris Memprotes ‘Kesepakatan Abad Ini’

Para demonstran Inggris berkumpul di depan kedutaan Amerika Serikat di London mengutuk ‘Kesepakatan Abad Ini’ pada 1 Februari 2020.

Ratusan warga Palestina dan aktivis Inggris pada hari Sabtu lalu (01/02) menyambut undangan dari Forum Palestina di Inggris bekerja sama dengan Stop the War, Persatuan Umum Mahasiswa Palestina dan Zaitun untuk Pemuda Palestina berdemonstrasi menentang ‘Kesepakatan Abad Ini’ milik Trump di depan kedubes AS di London. Protes serupa juga dilakukan di Manchester, Leeds, Birmingham dan Brighton.

Duta Besar Palestina untuk Inggris Hossam Zomlot berbicara tentang penolakan Palestina atas kesepakatan itu dan memuji posisi Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang menolak untuk menerimanya.

Liyan Mohammed, seorang aktivis Palestina Inggris yang berbicara atas nama Forum Palestina di Inggris, meminta pemerintah Inggris untuk menolak perjanjian yang melanggar konvensi internasional.

Direktur Kampanye Solidaritas Palestina, Ben Jamal, mendesak warga Inggris untuk membayangkan jika mereka diusir dari London dan ibu kota mereka diambil dari mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Penjajah Zionis dengan dukungan Amerika di kota Baitul Maqdis.

Ungkapan solidaritas juga disampaikan oleh Maher Suleiman dari komunitas Palestina, Reem Othman dari Persatuan Umum Mahasiswa Palestina, Maha Azzam dari Dewan Revolusi Mesir dan Raghad Al-Takriti dari Asosiasi Muslim di Inggris.

Trump pada hari Selasa mengumumkan rencana yang disebutnya untuk mengakhiri konflik negara Zionis-Palestina di Gedung Putih bersama Netanyahu, tanpa kehadiran pejabat Palestina.

Dalam acara tersebut, Trump menyebut kota Baitul Maqdis sebagai “ibu kota negara Zionis yang tidak bisa dibagi.”

Apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” secara sepihak membatalkan resolusi-resolusi PBB sebelumnya terkait masalah Palestina dan merekomendasikan untuk memberikan negara Zionis semua yang mereka inginkan. PBB karenanya telah menolak rencana perdamaian Trump itu.

Pada hari Jumat, presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam para pemimpin negara Arab dan Muslim karena menerima atau tetap tinggal diam menyikapi masalah “Kesepakatan Abad Ini” milik Amerika tersebut.

Juga pada hari Jumat, Mantan presiden AS Jimmy Carter mengumumkan bahwa kesepakatan Trump melanggar hukum internasional (i7).

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 2 Februari  2020, pukul 16:37.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *