Konferensi “Menyelamatkan al Aqsha”: Al Quds Tak Bisa Dibagi

AMMAN – Para peserta “Konferensi Nasional Yordania untuk Menyelamatkan Masjid al Aqsha” menegaskan bahwa al Quds tidak bisa dibagi dua. Mereka menolak apapun perundingan atau tawar-menawar terhadap masjid al Aqsha.
 
Para pembicara dalam konferensi, yang diadakan di ibukota Yordania Amman pada hari Selasa (30/12), menyerukan pentingnya dukungan dan keteguhan warga al Quds di tengah-tengah serangan Zionis secara brutal dan eskalatif terhadal masjid al Aqsha, serta upaya untuk membaginya secara waktu dan tempat. Mereka memperingatkan dampak bila serangan-serangan ini terus berlanjut di tengah-tengah sikap diam Arab dan dunia Islam.
 
Hadir dalam konferensi ini lebih dari 1500 pemimpin gerakan Islam, tokoh nasional, professional, politik, anggota parlemen dan sebagainya.
 
Para pembicara sepakat bahwa al Aqsha adalah tanggung jawab Yordania karena masjid ini berada di bawah kedaulatan Yordania sebelum tragedi yang terjadi pada tahun 1967. Mereka menegaskan pentingnya dukungan dana untuk al Aqsha dan mereka yang bersiaga di dalamnya guna menjaga masjid al Aqsha dari aksi yahudisasi.
 
Mereka memperingatkan adanya ancaman terhadap tempat-tempat suci, terutama masjid al Aqsha, melalui aksi-aksi penggalian yang mengancam masjid runtuh dengan tujuan untuk mendirikan sinagog Yahudi di puing-puing masjid al Aqsha.
 
Mereka meminta negara-negara arab dan Islam serta lembaga-lembaga internasional turut memikul tanggung jawab terhadap al Quds, mengerahkan upaya untuk mengakhiri pendudukan atas al Quds. Mereka menyerukan pembentukan kekuatan penekan Islam internasional yang berpengaruh untuk membela al Quds. Mereka menegaskan bahwa al Quds adalah persoalan seluruh umat. (asw/infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *