Komunitas Palestina di Malaysia Menggelar Buka Puasa dengan Wakil Perdana Menteri

Sabtu, 9 Juni 2018 / 24 Ramadhan 1439. Bertempat di Kompleks Nasyrul Qur’an, Putrajaya – Malaysia, ratusan warga berkebangsaan Palestina yang berada di Malaysia menggelar buka bersama. “Acara kita hari ini adalah acara tahunan dari organisasi Pusat Budaya Palestina di Malaysia,” ujar Muslim, Ketua Panitia dari Palestinian Cultural Organization in Malaysia (PCOM).

Tahun ini adalah kali kedelapan digelarnya buka bersama seluruh komunitas Palestina di Malaysia. Tak hanya komunitas Palestina, buka puasa kali ini juga dihadiri aktivis kemanusiaan dari berbagai lembaga dan negara. Bahkan sejumlah tokoh pemerintah Malaysia juga tampak hadir.

Muslim menyampaikan rasa syukurnya atas antusias kehadiran peserta. “Alhamdulillah tahun ini dihadiri ratusan warga Palestina, dan juga tokoh-tokoh Malaysia.”

Dalam rangkaian sambutan, turut tampil dan membuka acara Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr. Wan Azizah Wan Ismail. Ia menyampaikan, pemerintah Malaysia akan terus membersamai Palestina.

Selain Wakil Perdana Menteri, juga hadir para pimpinan dari berbagai partai politik. Di antaranya adalah Dato’ Saifuddin Nasution, Sekjend Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang juga menjadi anggota Dewan Penasehat PCOM. Tampak hadir pula para menteri sebelumnya.

Dari aktivis kemanusiaan untuk Palestina, hadir dari berbagai negara, baik negara Arab maupun negara di ASEAN. Adapun dari Indonesia, turut hadir utusan ASPAC Community for Palestine dan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Muslim menyampaikan tujuan kegiatan ini, agar seluruh bangsa Palestina merasakan kebersamaan. Dan kebersamaan itu semakin terasa, saat para pemimpin Malaysia menegaskan eratnya hubungan Malaysia dan Palestina.

Sebagaimana disampaikan Wakil Perdana Menteri, “Peran Malaysia untuk Palestina akan terus berlanjut. Termasuk dalam menyelesaikan blokade dan penjajahan Israel.”

Sebelum acara diakhiri dengan berbuka puasa, seluruh hadirin mendapat sajian tayangan istimewa kisah asy syahid Fadi al Baths. Beliau adalah Doktor bidang elektronika yang ditembak oleh orang tak dikenal dalam perjalanannya dari rumah ke masjid untuk shalat Shubuh, pada 21 April 2018. Empat belas peluru bersarang di kepala dan badannya.

Selain mengenang Dr Fadi Al Baths, panitia juga mengajak hadirin untuk mengenal 3 syuhada fenomenal dalam Pawai Akbar Kepulangan (Great Return March). Tiga lainnya itu adalah kalangan yang seharusnya dilindungi dan tak boleh menjadi target serangan. Yaitu Yaser Murtaja, seorang Jurnalis yang syahid pada 6 April 2018. Lalu Laila Al Ghandor, seorang Balita yang dibunuh oleh penjajah Israel pada 15 Mei 2018. Dan terakhir yang menjadi pembicaraan internasional adalah Razan Al Najar, seorang paramedis yang tertembak pada 1 Juni 2018. Ketiganya syahid ditembak penjajah Zionis dalam rangkaian Pawai Akbar Kepulangan warga Palestina ke kampung halamannya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat diadakan juga di negara-negara Arab dan negara lainnya. Agar nuansa persaudaraan terus tumbuh,” pesan Muslim.

“Dalam waktu dekat akan kita adakan juga di Jakarta. Sehingga semua aktivis Palestina dari berbagai daerah di Indonesia bisa berkumpul bersama saudara-saudara dari Palestina,” tambahnya.

Lalu, sebelum berpisah, Muslim menyampaikan harapannya. “Indonesia adalah negara muslim terbesar. Harapan kami agar Indonesia bisa semakin menegaskan posisinya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan penjajahan. Serta memutus semua hubungan dengan pihak penjajah.”[AA]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *