Komandan Zionis: Serangan Perlawanan di Tepi Barat Berlangsung Terus di Al-Quds

Sejumlah komandan tinggi militer zionis mengatakan mereka sangat resah dengan kemungkinan berkembangnya serangan perlawanan Palestina di Tepi Barat. Mereka memperkirakan peristiwa- peristiwa serangan teroris akan berlanjut dan terus berkembang di masa mendatang.

Harian Israel Yediot Aharonot mengutip pernyataan sejumlah komandan Israel bahwa lompatan operasi terhadap militer zionis terus bertambah dan berkembang. Pemuda pemuda Palestina sangat serius dalam melakukan operasi serangan sebagai sebuah lompatan baru.

Sebelumnya pemuda Palestina dari Al-Quds kemarin sore Kamis (17/10) melakukan operasi serangan dengan tank yang menyerang pangkalan militer Israel di Al Raam utara Al-Quds dan mampu melukai satu serdadu Israel seperti pengakuan pihak militer Israel secara resmi. Sebelum akhirnya pemuda tersebut gugur.

Yediot Aharonot mengatakan, tidak adanya afiliasi pemuda pelaku serangan tersebut terhadap kepada satu faksi Palestina seperti yang terjadi kemarin menjadikan perkiraan serangan terorisme akan lebih sulit diprediksi. Sehingga menjadikan militer Israel dalam situasi resah. Mengutip dari seorang komandan besar di militer Israel, sangat sulit untuk menentukan faktor dari serangan tersebut akan tetapi peristiwa serangan semakin lama semakin meningkat dan tidak ada yang mengaitkan antara satu serangan dengan serangan lainnya.

Dia menegaskan, kekawatiran pihak militer Israel yang besar terhadap apa yang disebut dengan “terorisme individu” setelah operasi penembakan sniper yang dilakukan oleh kelompok penyerang beberapa saat lalu. Di antara menyerang pemukiman Besgat dekat Ramallah belakangan, kemudian terakhir operasi serangan ke pangkalan militer.

Komandan militer zionis mengklaim sesuai seperti yang dilansir oleh Yediot Aharonot sel militer terus mengalami kemajuan meskipun berada dibawah pengawasan-pengawasan secara berkesinambungan dari intelijen Israel dan aparat keamanan Palestina. Namun mereka tetap bisa eksis gerakan Hamas dalam setiap saat berusaha untuk menciptakan serangan perlawanan di satu wilayah karena kelemahan sikapnya di kawasan regional saat ini sesuai dengan perkiraan mereka.

Mereka menilai tawanan Palestina yang sudah dibebaskan dalam pertukaran tawanan antara serdadu Gilat Shalit yang dibuang ke Jalur Gaza adalah mereka yang berusaha memercikkan serangan kemudian membentuk sel-sel militer baru.  (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *