Knesset Tegaskan ke-Yahudi-an Israel dan Kaburkan Identitas Arab

Knesset kemarin (30/04) mensahkan sebuah undang-undang yang menurunkan status bangsa Arab dan memberikan status khusus bagi komunitas Yahudi. (Reuters)

Pada hari Senin (30/04), Knesset telah melalui pembacaan perdana Hukum Nasional, yang mendefinisikan Israel sebagai negara Yahudi dan mendefinisikan Yerusalem sebagai ibukotanya. Sebagaimana juga Knesset mendefinisikan simbol negara dan menggunakan penanggalan Ibrani dalam transaksi resmi.

Rancangan UUi itu mengurangi status bahasa Arab dan mengubahnya dari bahasa resmi menjadi bahasa yang sangat penting. Rancangan Ini juga memberikan komunitas Yahudi tempat khusus untuk mencegah orang Arab tinggal di dalamnya.
RUU itu juga menyatakan bahwa “Negara Israel adalah rumah nasional bagi orang-orang Yahudi dan bahwa hak untuk menentukan nasib sendiri di Negara Israel terbatas pada bangsa Yahudi.”

RUU itu mendapatkan dukungan suara  dari enam puluh empat (64) anggota dan ditentang oleh lima puluh (500 lainnya. Sementara itu pengusul UU itu mencegah masuknya dokumen kemerdekaan sebagai dasar hukum, terutama karena dokumen itu meletakkan dasar kesetaraan bagi semua anggota masyarakat Israel.

 

Sebuah komite khusus akan mulai melakukan diskusi ekstensif dalam upaya untuk mencapai kesepakatan dan penyelesaian pada beberapa item yang diperdebatkan oleh hukum sebelum diserahkan ke Knesset untuk ratifikasi akhir dalam pembacaan kedua dan ketiga agar setelah itu berlaku efektif.

 

Pada bulan Mei tahun lalu, Knesset melewati pembacaan pendahuluan pada RUU Persatuan Nasional, yang mengabadikan ke-Yahudi-an negara itu.

Konsep “Negara Yahudi” telah menimbulkan kontroversi di Israel dan sekitarnya, di mana orang Arab melihatnya sebagai upaya yang ditujukan menggunakan persepsi-persepsi historis untuk melenyapkan identitas Arab dan Islam.

 

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 01/05/2018.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *