Kisah Cinta yang Bersemi dalam Pertempuran dan Api

Oleh: Noureddine Ghalban

Dari timur Khan Younis, di tengah tenda pengobatan yang telah mempertemukan mereka sebagai relawan Pawai Kepulangan. Bersama mereka bahu membahu mengobati para korban kebiadaban Penjajah Zionis yang ikut serta dalam aksi damai. Terdenganrlah suara riuh siulan kegembiraan (tradisi bangsa Arab) yang menjadi tanda berlangsungnya pernikahan dua insan Izz Raqab dan Hudael Al-Najjar.

Kisah bahagia ini bermula dari dalam medan aksi-aksi demontrasi, di tengah derasnya tembakan timah panas dan gas air mata, kedua insan muda ini Izz sama-sama bekerja sebagai relawan untuk Yayasan sosial “Al-Taubah Al-Khairiyah”, untuk menyelamatkan hidup orang-orang yang menjadi korban di dekat garis depan.

Menurut Izz, pengantin pria bahwa Hudail di dalam medan terlihat memiliki karakter dan kemauan yang kuat, yang membuat dirinya amat tertarik dan hatinya mulai condong kepadanya.

Pengantin Masa Depan

Dalam satu kesempatan, Izz meminta agar Hudael menyertainya dalam sebuah tugas untuk menyelamatkan salah satu korban yang terluka. Maka berangkatlah dia dengan penuh keberanian dan tekad mendampingi seseorang yang tidak dia duga akan menjadi calon pengantin masa depannya.

Belumlah berakhir tugas mereka sebagai relawan, kala Izz menyatakan terus terang kepada gadis yang diidam-idamkannya untuk menjadi pasangan hidupnya, permintaan agar dia mau menjadi pengantin untuk dirinya berlandaskan Sunatullah dan ajaran Rasul-Nya. Maka dimulailah prosesi akad dengan Alquran karena itu merupakan pertemuan yang pertama (di Tenda pengobatan di dalam Kamp Kepulangan).

Rabu lalu (02/05), telah dilangsungkan pesta walimah dua relawan Izz dan Hudael, di perbatasan timur Jalur Gaza selatan. Tempat yang menjadi saksi atas pelayanan dan dedikasi mereka secara professional. Agar juga menjadi saksi atas dimulainya awal kehidupan rumah tangga mereka.

 

Izz mengatakan kepada koresponden “Pusat Informasi Palestina”: “Saya, awal kali berkenalan dengan Hudael pada hari Jumat pertama Pawai Kepulangan. Saya mengagumi tekad dan keberaniannya dalam menyelamatkan para korban dan orang-orang yang terluka.”

 

Dia melanjutkan: “Setelah saya menjadi pengagumnya, maka saya minta kepada keluarga saya agar dia bisa menjadi pasangan hidup saya. Agar dimulai kesepakatan ini dari keluarga dan barulah berlangsung persiapan menuju ke rumahnya yang terletak di kota Khuzaah, untuk melengkapi prosesi akad Alquran.”

 

Karakter Kepemimpinan

Izz Raqab menjelaskan bahwa Hudael memiliki karakter kepemimpinan di lapangan. Dia menunjukkan bahwa gadis pujaannya itu maju kedepan bersama para pemuda dan tim relawan lainnya dalam memberikan pelayanan kepada para korban. Bahkan dia mendorong mereka untuk terus maju ke dalam medan konfrontasi.

Dia menjelaskan bahwa tidak akan ada perubahan dalam jadwal kerja mereka setelah prosesi pernikahan berlangsung. Dimana dia akan terus bekerja didampingi oleh pendamping hidupnya. Dan dia tidak akan meninggalkan medan kerja dalam kondisi bagaimanapun yang bakal terjadi.

Izz bersikeras dia bersama gadis pengantinnya mengenakan seragam medis, untuk menunjukkan pesan kemanusiaan mereka yang luhur dimana mereka datang deminya, yaitu memberikan pengobatan dan menyelematkan orang yang menjadi korban dan luka-luka.

Senyum malu-malu mengungkapkan kebahagiaan Hudael atas akad Alquran dengan rekannya sesama relawan Izz. Dia menegaskan bahwa dia bangga atas pernikahannya dengan Izz, karena dia memandang Izz sebagai pribadi yang tepat, memiliki karakter yang diidam-idamkan oleh banyak gadis manapun.

Pengantin wanita ini tidak menyembunyikan rasa cintanya dengan mendorong dilangsungkannya akad Alquran di dalam Kamp Kepulangan. Ini agar menjadi saksi bahwa cinta ini bersemi dari tengah-tengah pertempuran dan api.

—–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 03/05/2018, jam: 04:03:33 sore.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *