Ketua Majlis Wakaf Yerusalem Diasingkan dari Al-Aqsha Beberapa Jam Pasca Penangkapannya

Kepolisian penjajah “Israel” memutuskan untuk melepaskan Ketua Majlis Wakaf Yerusalem, Syekh Abdul Azim Salhab, dan mengasingkannya dari Masjid Al-Aqsha untuk masa sepekan. Itu setelah penangkapannya pada hari Ahad pagi (24/02), bersama dengan Kepala Akademi Wakaf dan Warisan Al-Aqsha Dr. Najih Bakirat, kejadian yang dikutuk oleh Kerajaan Yordania.

Sheikh Salhab telah berusia 80 tahun, dengan jabatan setingkat menteri, dan dianggap sebagai pejabat tertinggi yang berafiliasi kepada Pemerintah Yordania di Yerusalem.

Menurut Firas al-Dibs, Ketua Departemen Humas dan Media yang berada di bawah Majlis Wakaf Islam di Yerusalem, bahwa penangkapan kedua orang syekh tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan warga pribumi Yerusalem membuka Pintu Ar-Rahmah dua hari yang lalu.

Warga pribumi kota Yerusalem berhasil membuka Pintu Ar-Rahmah yang pintu bagian luarnya telah dikunci oleh polisi penjajah sejak tahun 2003, dengan pengetahuan mereka bahwa bangunan tersebut terletak di bagian dalam halaman Masjid Al-Aqsha yang mulia.

Pasukan penjajah kemaren (23/02) telah menangkap Nasser Qus, Ketua Asosiasi Tahanan Palestina di kota Yerusalem, dengan latarbelakang kehadirannya di lokasi kejadian saat jamaah sholat membuka Pintu Ar-Rahmah.

Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa sudah sekitar 100 warga yang telah ditangkap di Yerusalem dalam lima hari terakhir ini.

Menteri Wakaf dan Urusan Situs-situs Suci Islam Yordania bereaksi dengan pernyataan pedasnya atas penangkapan otoritas penjajah terhadap Syek Salhab dan Doktor Bakirat.

Aman mengutuk pemberlakuan surat perintah terhadap Sheikh Mohammed Azzam Al-Khatib, Dirjen Wakaf Yerusalem, dan menganggapnya sebagai eskalasi yang berbahaya dan tidak dapat diterima sama sekali dan mencampuri urusan Yordania dalam menjaga situs-situs suci di Yerusalem yang mulia, dan bermain-main dengan api.

Pada tahun 2003, Tel Aviv telah menutup Musholla Pintu Ar-Rahmah dengan dalih adanya lembaga yang ilegal di dalamnya. Dan penjajah memperbaharui penutupan musholla ini setiap tahunnya sejak saat itu. Namun aksi penguncian pintu besi yang mengarah ke musholla itu belakangan ini telah membangkitkan kemarahan rakyat Palestina.

Langkah itu, menurut warga Palestina dalam konteks upaya penjajah untuk mengubah status quo, dan membagi-bagi masjid dari segi tempat untuk dikuasai oleh penjajah.

Polisi “Israel” pada Jumat dini hari (22/02) telah menangkap lebih dari empat puluh orang warga Palestina di kota Yerusalem Timur, yang dilatarbelakangi oleh ketegangan dan bentrokan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya. (i7)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *