”Kesepakatan Abad ini” Telah Sempurna Untuk Diumumkan Awal 2019

 

Duta Besar ‘Israel’ untuk PBB Danny Danon mengatakan pada hari Selasa (27/11)  bahwa “kesepakatan abad ini” yang dirancang AS “sekarang telah jadi sempurna”, dan dia mengungkapkan bahwa Washington akan mengumumkannya, pada awal tahun 2019 mendatang, tanpa memberikan rincian waktunya secara pasti.

Duta Besar ‘Israel’ tersebut menambahkan di dalam keterangan persnya kepada wartawan di PBB di New York bahwa pemerintah AS telah membahas rincian peluncuran rencana itu bersama ‘Israel’.

“Kesepakatan abad ini” adalah nama yang dikenal di kalangan media untuk sebuah rencana perdamaian yang dilakukan oleh pemerintahan AS Presiden Donald Trump, untuk menyelesaikan masalah Palestina, dan seringkali ini dilakukan dengan cara memaksa rakyat Palestina memberikan konsesi yang tidak adil demi keuntungan ‘Israel’, termasuk dalam masalah Yerusalem dan pengungsi.

Danon menganggap bahwa awal tahun mendatang akan menjadi momen terbaik untuk meluncurkan “Kesepakatan Abad ini” dikarenakan itu terjadi beberapa bulan saja menjelang dilangsungkannya jadwal pemilu  di ‘Israel’. Dengan asusmi bahwa peluncuran agenda itu di awal 2019 “akan memberikan kesempatan bagi Trump untuk menyampaikannya tanpa ada campur tangan perdebatan politik dalam negeri di ‘Israel’.”

Danon menegaskan bahwa para pejabat ‘Israel’ akan datang ke meja perundingan untuk membahas rencana tersebut, sementara rakyat Palestina “akan mencoba untuk menghentikannya, meskipun upaya AS untuk melibatkan negara-negara penting lainnya seperti Arab Saudi, Mesir dan Yordania.”

Duta Besar ‘Israel’ tersebut menolak untuk mengklarifikasi apakah ‘kesepakatan itu’ akan mencakup isu solusi dua negara Palestina – ‘Israel’.  Dia mengatakan dia tidak tahu rincian rencananya tetapi dia mengetahui bahwa “ini sudah sempurna”, demikian seperti diungkapkannya.

Otoritas Palestina telah memutuskan hubungan dengan pemerintahan Trump setelah keputusannya Desember lalu untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang dijajah dan pengakuan terhadapnya sebagai ibu kota negara penjajah. Pemerintah AS juga telah menghentikan bantuan bagi rakyat Palestina yang bernilai lebih dari $ 500 juta.

Dalam sidang tahunan para pemimpin dunia di PBB bulan September, Trump dalam pertemuannya dengan PM ‘Israel’ Benjamin Netanyahu, menyatakan keinginannya untuk mengungkap agenda perdamaian dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan.

Menurut situs “Okcios” pekan lalu, diasumsikan bahwa Trump telah mengadakan pertemuan “penting” pekan ini, dengan para penasehat senior Keamanan Nasional dan Deplu, untuk membahas semua rincian dari rencana Gedung Putih dengan apa yang disebut sebagai “perdamaian” Palestina-Israel, dan momentum peluncurannya.

Situs tersebut menyatakan dalam laporannya, bahwa “rencana itu sekarang pada dasarnya sudah siap,” sambil  menambahkan bahwa Trump mengatakan ingin meluncurkannya antara Desember dan Februari 2019. ”

Namun, situs tersebut mengutip dari para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, pernyataan mereka bahwa krisis politik saat ini di ‘Israel’ dan pengumuman mendatang terkait proses pemilu  lebih awal “keduanya akan memainkan peran dalam setiap keputusan Trump untuk meluncurkan rencana tersebut.”

Menurut situs tersebut, mengutip seorang pejabat dari dalam pemerintahan Trump, bahwa Duta Besar AS untuk ‘Israel’ David Friedman berkeyakinan bahwa Gedung Putih seharusnya menunggu sampai pemilihan ‘Israel’ berlangsung baru kemudian meluncurkan “Kesepakatan Abad ini” untuk menghindari pemilu jadi referendum atas rencana tersebut (i7).

———————–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 27/11/2018 – 23:05.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *