Kemuliaan Shalat di Baitul Maqdis

Oleh: Ust. Asfuri Bahri, Lc.

عن أَبِي زُرْعَةَ السَّيْبَانِيِّ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الدَّيْلَمِيِّ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَمَّا فَرَغَ سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ مِنْ بِنَاءِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ، سَأَلَ اللَّهَ ثَلَاثًا : حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ ، وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لَأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ ، وَأَلَّا يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ” ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا ، وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ ” .

 

“Dari Abu Zur’ah Assaibani Yahya bin Abi Amr, Abdullah bin Addailami menceritakan kepada kami, dari Abdullah bin Amr dari Nabi saw bersabda, “Setelah rampung Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, dia meminta tiga hal kepada Allah; (memutuskan) hukum yang sesuai dengan hukum-Nya, kekuasaan yang tidak layak bagi orang lain selainnya, dan agar seseorang tidak datang ke masjid ini selain untuk shalat, kecuali dosa-dosanya keluar sebagaimana ia dilahirkan ibunya.” Nabi saw bersabda, “Yang dua telah diberikan Allah, dan aku berharap dia telah dikabulkan yang ketiganya.”

Hadits ini diriwayatkan Ibnu Majah di Sunan Ibnu Majah kitab iqamatus shalah wa sunnan fiiha bab Ashalat fi baitil Maqdis, juga diriwayatkan di Al-Mustadrak ala Shahihaini di kitab Tafsir, Al-Mu’jamul Ausath bab Al-Mim, Sunan Annasa’i kitab Al-Masajid, dan Shahih Al-Auza’i kitab Asshalah. Imam Ahmad juga meriwayatkan di Al-Musnad.

Hadits di atas dinilai shahih oleh Albani di Attaa’liq Arraghib dan Ibnu Majah.

Hadits ini menunjukkan bahwa Masjidil Aqsha adalah warisan sejarah, ia dibangun Nabi Sulaiman atas perintah Allah. Oleh karena itu masjid yang penuh berkah tersebut sangat terkait dengan risalah nabi Sulaiman dan risalah nabi-nabi setelahnya. Disitulah letak kesuciannya. Maka ia adalah agama dan ideologi. Bukan sekedar bangunan yang terdiri dari bahan-bahan material. Maka mencintainya, membelanya, terikat dengannya adalah bagian dari agama sebagaimana membangunnya.

Yang dimaksud permintaan pertama adalah taufiq Allah atas keputusan hukum yang diambilnya, mengingat beliau adalah nabi Allah, rujukan bagi ummatnya, dan tempat bertanya semua orang di zamannya. Maka taufiq Allah sangat dibutuhkan agar ia tidak salah dan melanggar syariah Allah dalam keputusannya.

Allah berfirman,
“Dan Kami pahamkan Sulaiman.” (Al-Anbiya’: 79)

Sedangkan permintaan keduanya menunjukkan sisi kemukjizatan yang Allah karuniakan kepadanya, yaitu kekuasaan dan kerajaan. Maka selain nabi dan rasul, nabi Sualiman adalah raja yang menggunakan kekuasaannya untuk menegakkan agama Allah dan bukan untuk menyombongkan diri di muka bumi. Permintaan senada juga disebutkan di dalam Al-Qur’an, “Dia berkata wahai Tuhanku, ampunilah aku dan berilah kekuasaan kepadaku yang tidak layak bagi orang lain setelahku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Shad: 35)

Sedangkan permintaan ketiga, pastinya telah dikabulkan Allah sebagaimana harapan Rasulullah saw. Hal itu dikuatkan oleh banyak hadits shahih terkait dengan kemuliaan dan keutamaan shalat di Masjidil Aqsha dibanding shalat di masjid-masjid lain selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Namun kenyataannya untuk mengamalkan hal ini hari ini terkendala oleh status Masjidil Aqsha yang berada dalam kekuasaan penjajah Israel. Maka perjuangan membebaskannya dari cengkraman penjajah adalah perjuangan menegakkan syariah Allah, menegakkan ubudiyah kepada Allah di muka bumi tanpa tekanan dan rasa takut dan perjuangan menjaga warisan para nabi dan rasul dimana mereka membangunnya atas perintah Allah.

 

Pelajaran dari Hadits:

1. Masjidil Aqsha sebagai warisan para nabi dan kewajiban bagi ummat untuk menjaganya
2. Kita membutuhkan taufiq dari Allah agar semua tindakan, perkataan, dan sikap kita sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah.
3. Keutamaan shalat di Masjidil Aqsha

,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *