Kemudahan-Kemudahan

Di antarakasih sayang Allah adalah kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Misalnya,kemudahan ketika melakukan perbuatan baik. Allah membalassepuluh kali lipat, bahkan melipatgandakan sampai tujuh ratus kali, hinggabatas yang hanya diketahui oleh-Nya. Sementara perbuatan buruk dibalas satu,setimpal dengan kejahatan yang diperbuat. Tak lebih.

Ketika seseoranghendak melakukan maksiat, terkadang iaurung melakukan. Inilah penjagaanAllah. Jikaseorang nabi dan rasul-Nya disebut ‘ishmah. Penjagaan Allah terhadap hamba-Nya yang mukmin ini adalah bukti kasih sayang yang dalam. Allah melindungi sebagian hamba-nya dari perbuatan buruk. Ketika seseorang mencuri pertama kali, ia merasa bersalah. Namun ketika ia mengulangi berkuranglah rasa bersalah tersebut. Jika ia melakukannya terus,iapun akan kehilangan perasaan berdosa.

Sebaliknya lipatan pahala yang dijanjikan Allah bagi para pelaku kebaikan bukan hanya sekedar nominal angka. Namun,lebih merupakan motivasi. Jika seseorang melakukan sebuah kebaikan. Ia akan terpacu untuk melakukan kebaikan yang lain sehingga semakin banyak kebaikan yang ia perbuat.

Kebaikan yang dilakukan akhirnya melahirkan kebaikan-kebaikan baru,dari pelakunyaataupun dari orang lain yang melihat kebaikan tersebut. Inilah makna pelipatgandaan pahala kebaikan. Disamping jika kelipatan-kelipatan dimensi ini benar-benar dikalikan tujuh ratus atau lebih.

Dengan adanya kemudahan-kemudahan tersebut tidaklah surut kewibawaan Allah. Tidaklah mengurangirahmat-Nya yang maha luas. Dan kemudahan tersebut tak hanya diberikan kepada kalangan terbatas. Iadiberikan kepada kaum mukminindan segenap manusia yang ada.

Kemudahan-kemudahan ini tidakmembuat Allah repot. Karena Allah senantiasa berada dalam kesibukan (QS Ar-Rahman:29).  Siang dan malam setiap hari Allah mencipta, mengawasi, mematikan, memberi rizki, mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya.

Kesibukan Allah inilah sebagai simbol pemeliharaan alam ciptaan-Nya. Adapun ketidakrepotan Allah, karena Dialah yang maha mengatur segala.

Masing-masing dari milyaran manusia dan makhluk Allah semuanya membawa berbagai kemudahan dan berbagai fasilitas kehidupan. Akankah kita sebagai makhluk berakal dan berbudi tak mengenal syukur atau terima kasih? Sedang Allah berfirman,”Mengapa Allah menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nisâ`: 147)

Di antara hamba-Nya yang selamat dari murka-Nya adalah yang bersyukur dan beriman. Dalam ayat iniAllah menyebut `syukur` kemudian menyebut `iman`. Ini isyarat bahwasyukur merupakan pintu masuk seseorang dalam beriman. Seseorang belum bisa dikatakan beriman secara sempurna kalau dia belum pandai bersyukur. Atau ada sebuah pelajaran lain, bahwa hanya orang-orang yang berimanlah yang mampu bersyukur kepada Allah.

Selanjutnya, di akhirayat Allah berfirman: “Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”. Allah akan meluaskan dan menambah nikmat-Nya pada seseorang ketika ia pandai mensyukurinya. Demikian juga Allah Maha Tahu, apakah syukur hamba-Nya sebatas basa-basi ataukah keluar dari penghambaan yang tulus dan ikhlas.

Kemudahan-kemudahan senantiasa kita dapatkan dari Allah.Semuanya diberikan secara gratis dan tanpa pungutan sedikitpun. Allah menyerahkan urusan praktisnya antara sesama manusia sehingga sesama manusia dapat saling membantu dan menguntungkan. Ongkos makanan diberikan kepada penjual makanan. Bahan-bahan makanan ditransaksikan dengan para petani atau penyalurnya.

Mengapa kita tak belajar memudahkan urusan orang lain?Mengapa kita tak mengevaluasi, apa alasan saya mempersulit orang lain?Mengapa kita tak mengajarkan kemudahan kepada orang lain?Mengapa kita tak menyebarkan kemudahan diantara mereka yang terjerat berbagai kesulitan?Wallahul musta`ân.

 

Catatan Keberkahan 64

Jakarta, 14.08.2017

SAIFUL BAHRI   

*) sebagian tulisan ini dinukil dari buku penulis Kemenangan Cinta (Solo: Era Intermedia, 2005)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *