Kematian Perlahan Mengintai Tahanan Penjajah Zionis

Ramallah – Komite Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan  Palestina memperingatkan tentang memburuknya kondisi kesehatan para tahanan di “klinik penjara Ramallah”, yang terancam nyawanya secara perlahan-lahan di setiap saat karena kebijakan kelalaian medis yang disengaja.

Komite tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataannya pada hari Selasa (08/10) bahwa 10 orang tahanan yang sedang dirawat di “klinik penjara Ramallah” dalam kondisi kesehatan yang sangat kompleks dan berbahaya. Sebagian besar dari mereka menderita kelumpuhan dan hanya bisa bergerak dengan bantuan kursi roda. Mereka bergantung kepada tahanan lain untuk kebutuhan sehari-hari mereka seperti mandi, mengenakan pakaian, mengkonsumsi makanan dan meminum obat penghilang rasa sakit.

Komite tersebut menjelaskan bahwa tiga tahanan yang melakukan aksi mogok makan ditempatkan di ruangan isolasi di dalam “klinik penjara Ramallah” dalam kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan dan gawat, mereka adalah: Ahmed Ghannam yang sudah menjalani mogok makan selama 87 hari, Ismail Ali yang telah menjalani mogok makan selama 67 hari berturut-turut, dan Tariq Qaadan yang mogok makan sejak 70 hari, dalam protes mereka terhadap penahanan administratif diri mereka.

Komite tersebut menegaskan bahwa para tahanan itu mendapatkan perlakuan buruk dalam bentuk pelalaian medis yang disengaja, di mana terjadi peniadaan layanan medis dan kesehatan, dan tiadanya diagnosis penyakit, dan tiadanya layanan pengobatan dan obat-obatan yang diperlukan untuk mereka, dan tawar menawar tahanan untuk memperoleh pengobatan dan mengangkut pasien tahanan dengan menggunakan mobil “bustah” atau semacam truk ke pengadilan dan penjara.

Dalam pernyataannya, Komite menunjukkan semakin memburuknya kondisi kesehatan tahanan yang terluka Sami Abu Diak, yang terus mengalami kemerosotan parah pada kondisi kesehatannya yang sangat serius, bersamaan dengan derita kanker usus sejak empat tahun lalu karena kelalaian medis yang disengaja atas kesehatannya, dimana situasinya dia tidak mampu berjalan keluar untuk bertemu dengan pengacaranya. Dia menderita sakit yang sangat parah akibat penahanan yang dilakukan oleh Penjajah Zionis.

Komite telah meminta komunitas internasional dan hak asasi manusia dan lembaga hukum untuk segera turun tangan menyelamatkan nyawa para tahanan di penjara-penjara negara Penjajah Zionis dan untuk mengakhiri kebijakan yang menunda-nunda dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka dan bagi yang menderita luka dan segera membebaskan mereka sebelum terlambat (i7).

———————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Selasa 8 Oktober 2019, pukul 5:12 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *