Keluarga Tawanan Palestina Ke Trump: Anak-Anak Kami Pejuang Kebebesan

aspacpalestine.com – Bait Lahm. Keluarga dari 1500 tawanan mogok makan mengirimkan sebuah surat ke Trump. Surat tersebut diserahkan saat bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, Sejam sebelum kedatangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Surat tersebut menceritakan para tawanan Palestina sebagai pejuang pembebasan menurut hukuman internasional. Mereka tidak ingin meninggal di dalam penjara Israel.

Para tawanan telah melakukan mogok makan selama 37 hari. Mogok makan dimulai sejak sejak hari tawanan, 17 April. Mogok makan dipimpin oleh pemimpin pimpinan PLO, Marwan Al-Barghouti.

Menurut surat tersebut, keluarga tawanan mengatakan: Di tanah suci ini, 37 hari yang lalu, 1500 tawanan Palestina di dalam penjara melakukan mogok makan. Mereka lebih memilih mogok makan daripada kehilangan martabat. Mereka lebih memilih mengosongkan isi perut dalam perjuangan mereka daripada dirampas hak asasi mereka.”

Surat tersebut menambahkan bahwa mereka menuntut untuk perbaikan kondisi kesehatan mereka, hak mereka melihat anak-anak mereka, berkomunikasi dengan keluarga mereka, menyediakan pelayanan kesehatan, menghentikan penangkapan dan penahanan tanpa pengadilan yang adil.

Di akhir surat tersebut, keluarga tawanan mengatakan: tawanan Al-Barghouti (pemimpin tawanan mogok makan) mengatakan hari terakhir penjajahan adalah hari pertama perdamaian.

 

Sumber : english.pnn.ps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *