Kecaman Terkait Israel Larang Masuk 7 Pejabat Perancis

aspacpalestine.com – Palestina. Orang-orang Palestina dan sejumlah organisasi hak asasi manusia Palestina mengecam keputusan Israel tentang larangan masuk bagi 7 pejabat Perancis ke Israel. Larangan tersebut berhubungan dengan dukungan mereka terhadap gerakan Boikot, Divestasi dan Sangsi (BDS). Para organisasi mengatakan bahwa kebijakan Israel ini adalah upaya Israel untuk menekan para delegasi karena keyakinan politik mereka.

20 anggota delegasi Perancis yang terdiri dari  anggota Parlemen eropa dan para walikota berencana masuk ke Israel pekan depan. Kunjungan tersebut bermaksud untuk menemui pemimpin tawanan Palestina, Marwan Al-Barghouti.

Pada Ahad (12/11/2017), pemerintah penjajah Israel mengabarkan kepada 7 anggota delegasi terkait tidak diberkan izin masuk kepada para pejabat ini.

Israel mengamandemen hukum masuk wilayahnya pada bulan Maret. Otoritas penjajah Israel menolak visa masuk para aktivis yang mendukung boikot Israel atau permukiman ilegal Tepi Barat yang terjajah. Israel telah menggunakan menolak masuk serangkaian aktivis pada bulan ini.

Gerakan BDS merupakan gerakan non kekerasan. Gerakan tersebut bertujuan untuk menekan Israel agar mematuhi hukum internasional dan memberikan hak yang setara untuk para warga Palestina. Israel berupaya untuk menghentikan hukum ini selama bertahun-tahun.

Seorang Asisten Hukum Grup Hak Asasi Manusia orang Palestina Addmeer, Ola Hanieh mengatakan bahwa insiden terakhir ini adalah bagian perlawanan Israel terhadap “BDS”.

“Israel tidak ingin siapapun mempelajari apa yang sedang terjadi di Palestina”, tambahnya.

 

Sumber: aljazeera.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *