Kebijakan Baru Israel Hadapi Pawai Kepulangan Akbar

Ribuan warga Gaza menghadiri acara pemakaman Jurnalis Palestina Ahmed Abu Hussein, yang ditembak oleh snipper Israel saat melakukan peliputan aksi protes di dekat perbatasan sebelah timur Jalur Gaza [Mohammed Asad/Middle East Monitor]
Selama lima pekan Israel telah gagal menghentikan Pawai-pawai Kepulangan Akbar. Ini karena Israel tidak pernah menyangka Pawai ini akan jadi seperti ini. Israel menganggap bahwa Pawai ini akan melayu karena keikutsertaan orang yang kurang memadai. Namun, justru jumlah peserta pawai membengkak saat Israel memandangnya dengan bingung.

Bahkan, pawai-pawai ini terus tumbuh jumlahnya baik dari sisi peserta, keberanian, keteguhan, yang terlihat cukup jelas. Terutama Jumat lalu, ketika massa berhasil menembus kawat berduri, meskipun ditengah kehadiran para penembak jitu. Selain itu, kedatangan secara rutin para pimpinan politik dari berbagai faksi dalam pawai ini telah menjadi faktor penting bagi keberlangsungannya dan menunjukkan tanggapan yang jelas terhadap propaganda Israel, yang mengklaim bahwa pawai ini hanyalah mengirim anak-anak untuk mati ke perbatasan demi melayani kepentingan pribadi atau kelompok tertentu saja.

Sekarang nampak jelas bahwa Israel benar-benar tidak berhasil menghentikan Pawai Kepulangan melalui media dan propaganda. Metodenya yang dipakai termasuk melalui tulisan-tulisan di media sosial. Oleh karena itu, Penjajah kembali dengan cara baru untuk menghentikan pawai ini dengan membidik beberapa lokasi dan target di Jalur Gaza. Hal ini disebutkan oleh penulis Israel Matan Tzuri dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Yedioth Ahronoth Israel di mana dia mengatakan bahwa militer Israel telah memutuskan untuk mengikuti kebijakan baru dalam berurusan dengan Pawai yang semakin penuh kekerasan di perbatasan Jalur Gaza.”

Jelas bahwa tahapan ini tidak akan lama lagi dan Israel tidak ingin eskalasi militer terjadi. Oleh karenanya Israel harus dan akan terus membidik wilayah-wilayah yang kosong dan ditinggalkan dan tidak akan kembali membidik individu tertentu karena takut terjadinya eskalasi. Israel bermaksud pada tahap ini akan melakukan tindak pencegahan dalam mengantisipasi perayaan Nakba, karena Israel takut akan konsekuensinya. Adapun bagi faksi-faksi perlawanan, tidak akan dipaksa untuk melakukan pembalasan, karena itu akan berdampak negatif pada sesuatu yang lebih penting. Sebaliknya, perlawanan akan memfokuskan semua upayanya dalam mengumpulkan massa untuk memperingati Nakba.

Setelah Pihak keamanan Israel mengirimkan pesan kepada Hamas, dimana  gerakan ini dituduh mengorganisir dan memimpin pawai tersebut, sambil mengancam bahwa jika demonstrasi tidak dihentikan, maka militer Israel telah menaksir pawai yang diadakan pada hari Jumat kelima secara berturut-turut, dan mengebom sejumlah lokasi di Jalur Gaza. Ini digunakan sebagai kartu baru yang dimainkan guna menghalangi para demonstran dan membalas dendam terhadap mereka. Hal ini dikarenakan masa depan bagi Israel, terutama peringatan Nakba, akan menjadi lebih sulit dan lebih berbahaya, karenanya Israel tidak ingin melihat pelanggaran kawat perbatasan dan konfrontasi yang harganya akan dibayar Israel baik di lapangan atau pada tingkat politis karena komunitas internasional akan mengerutkan dahi terhadap hal ini (i7).

Artikel ini pertama kali muncul dalam bahasa Arab di situs Pusat Informasi Palestina pada 1 Mei 2018.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan Middle East Monitor.

———-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit 02/05/2018, pukul: 04:45 pagi.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *