Keamanan Palestina Menarik Diri dari Area B Kota Alquds

Tentara Palestina pada 26 Juli 2017 [Ali Jadallah/Anadolu Agency]

Pasukan keamanan Palestina telah ditarik dari kota-kota dan desa-desa di kota Alquds yang masuk kategori Area B dalam Perjanjian Oslo, demikian seperti dilansir kantor berita Anadolu.

Menurut saksi mata, pasukan Palestina tersebut meninggalkan kota-kota di barat laut yaitu Iksa, Qatanna dan Biddu , serta kota-kota di utara yaitu Abu Dis dan Izarriya.

Meskipun Perjanjian Oslo II ditandatangani pada tahun 1995 antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Penjajah Zionis, menunjuk Area B berada dibawah kendali keamanan Penjajah Zionis. Tel Aviv mengizinkan pasukan keamanan Palestina untuk ditempatkan di sana karena pandemi Covid-19.

Para pejabat Palestina belum mengomentari apakah langkah itu terkait dengan pernyataan baru-baru ini oleh Presiden Mahmoud Abbas tentang penarikan diri Palestina dari berbagai perjanjian masa lalu dengan AS dan Penjajah Zionis karena Tel Aviv diperkirakan akan mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang dijajah.

Pada hari Selasa, Abbas mengatakan bahwa Palestina akan mengakhiri semua perjanjian dan kesepahaman yang ditandatangani dengan Penjajah Zionis dan AS, termasuk perjanjian keamanan.

Dia mengatakan Palestina menganggap pemerintah AS bertanggung jawab atas penjajahan rakyat Palestina dan menganggapnya sebagai mitra kunci dalam berbagai tindakan dan keputusan Penjajah Zionis yang merugikan hak-hak rakyat Palestina.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, pada bagiannya, memerintahkan pada hari Rabu pelaksanaan keputusan Abbas untuk memutuskan hubungan dengan Penjajah Zionis dan AS.

Karenanya, pada pertemuan kabinet luar biasa yang diadakan pada malam harinya, Shtayyeh memerintahkan semua kementerian untuk mengambil langkah-langkah konkret dan langkah-langkah mendesak atas keputusan Abbas.

Langkah itu muncul sebagai bentuk protes atas ancaman Penjajah Zionis untuk mencaplok sebagian wilayah Palestina yang dijajah tahun 1967.

Menurut Kesepakatan Oslo II, wilayah Palestina di Tepi Barat yang dijajah dibagi menjadi Area A, B dan C.

Area A mewakili 18% dari Tepi Barat dan dikendalikan oleh Otoritas Palestina, baik keamanan dan administrasi.

Adapun area B, itu mewakili 21% dari Tepi Barat dan tunduk kepada administrasi sipil Palestina dan administrasi keamanan Penjajah Zionis.

Area C terdiri dari 61% dari wilayah Tepi Barat dan berada di bawah kendali keamanan dan administrasi Penjajah Zionis, dimana setiap proyek atau tindakan yang diambil oleh rakyat Palestina membutuhkan persetujuan dari otoritas Penjajah Zionis.

——————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 22 Mei 2020 pukul 14:17.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *