Kasus Kematian Mengancam Akibat Penutupan Gerbang Rafah

Pusat Perlindungan HAM menyerukan otoritas Mesir berinisiatif membuka gerbang Rafah dan mengizinkan semua orang yang terdaftar dari kalangan tertentu agar bisa melakukan perjalanan melalui gerbang tersebut. Agar gerbang kembali diperasikan sesuai dengan yang berjalan sebelumnya untuk mengizinkan semua musafir yang hendak bepergian dari Jalur Gaza.

Akibat penutupan ini telah mengancam kembalinya kasus kematian terhadap sejumlah pasien. Penderitaan warga Jalur Gaza semakin memburuk akibat blokade yang diberlakukan penjajah Zionis, yang menutup perlintasan-perlintasan yang menghubungkan Jalur Gaza dengan wilayah Palestina yang diduduki Zionis.

Zionis memaksa siapa saja yang ingin bepergian harus menjalani pemeriksaan keamanan sebelum mendapatkan izin perjalanan. Ini adalah alasan yang digunakan pasukan Zionis untuk mencegah penduduk Jalur Gaza bepergian melalui permukiman Beit Hanun di utara Jalur Gaza dan menolak pembukaan perjalanan bagi semua warga Palestina dari Jalur Gaza.

Penderitaan warga Jalur Gaza sudah sampai pada puncaknya setelah perkembangan yang terjadi di negara Mesir dan pembatasan yang diterapkan di gerbang perlintasan darat Rafah, satu-satunya gerbang yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir.

Mesir membatasi hanya untuk 4 kelompok orang saja yang boleh menyeberang lewat gerbang Rafah. Yaitu mereka yang memegang izin tinggal di luar negeri, mahasiswa yang belajar di luar negeri, pemegang paspor asing dan para pasien. Selebihnya tidak boleh lewat gerbang Rafah sampai batas yang tidak ditentukan karena dalih kondisi keamanan yang terjadi di Sinai. Pihak Mesir akhirnya juga tidak mengizinkan keempat kelompok orang tersebut sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan pihak Mesir kecuali hanya sejumlah kecil dari mereka saja yang sudah terdaftar.

Ada sekitar 5000 orang sedang menunggu izin bisa menyebarang dari keempat kelompok yang diizinkan tersebut. Setelah pihak depdagri di Jalur Gaza menghentikan pendaftaran untuk bulan ini karena kecilnya jumlah orang yang boleh menyeberang. Setiap harinya hanya 50-250 saja yang diizinkan menyeberang. Hal ini jelas semakin memperburuk penderitaan mereka yang sangat mendesak harus meninggalkan Jalur Gaza.  (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *