Kapal-kapal Gaza Akan Coba Patahkan Blokade Angkatan Laut “Israel” pada Hari Selasa

Nelayan-nelayan Palestina terlihat mengibarkan bendera Palestina di pantai Gaza [Anadolu]
Gaza – Jalur Gaza akan melepas armada kapal-kapalnya pada Selasa (29/05) dalam upaya mematahkan blokade “Israel” yang telah berlangsung selama 12 tahun terhadap wilayah territorial Palestina ini.

“Perjalanan ini akan membawa harapan dan impian rakyat Palestina menuju kebebasan,” kata Salah Abdul-Ati, seorang anggota Komite Palestina yang ditugaskan mematahkan blokade dalam konferensi pers di Kota Gaza pada hari Ahad (27/05).

Dia mengatakan kapal pertama akan berlayar pada Selasa pagi, membawa sejumlah warga Gaza yang terluka dan pasien sakit.

Namun dia tidak menjelaskan rincian titik pemberhentian pertama kapal tersebut.

Menurut Abdul-Ati, pasukan Israel dua kali menyerang kapal boat dan perahu yang berusaha mematahkan blokade Israel di Gaza dalam dua minggu terakhir.

Dia meminta Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah untuk mencabut “hukuman kepada warga Gaza agar menambah ketabahan bagi mereka dan meringankan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh blokade”.

Dia juga meminta kepada komunitas internasional untuk menekan Israel agar mencabut blokade di Jalur Gaza dan kepada LSM internasional agar memberikan perlindungan terhadap kapal-kapal anti-blokade.

Armada Gaza hari Selasa ini akan bertepatan dengan peringatan 8 tahun serangan Israel terhadap armada “Mavi Marmara” Turki, di mana delapan aktivis Turki dan satu warga Turki-Amerika dibunuh saat Angkatan Laut Penjajah Zionis menyerang kapal mereka di perairan internasional. Seorang aktivis yang kesepuluh meninggal empat tahun kemudian, setelah menyerah pada luka-luka yang dideritanya dari serangan delapan tahun yang lalu itu.

Insiden ini menyebabkan krisis politik antara Turki dan “Israel”, yang baru berakhir ketika Penjajah Zionis menyetujui persyaratan yang diajukan Turki untuk menormalkan hubungan, termasuk menyampaikan permintaan maaf dan memberi kompensasi kepada keluarga korban.

Menjadi rumah bagi hampir dua juta warga Palestina, Jalur Gaza telah terguncang di dalam blokade Israel yang melumpuhkannya sejak 2006 saat kelompok perlawanan Hamas Palestina memenangkan pemungutan suara dalam pemilu parlemen. (i7)

————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 27/05/2018 – pukul: 3:32 siang.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *