Kantor Luar Negeri Inggris Diduga Berencana Pindahkan Kedutaan Diam-diam ke Yerusalem


Rencana rahasia untuk memindahkan kedutaan Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem telah diposisikan menurut mantan diplomat Inggris, Craig Murray.

Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, Murray mengatakan bahwa Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) telah melakukan “rencana pengaturan rahasia untuk sebuah langkah pasca Brexit ke Yerusalem”. Rencana tersebut belum diumumkan karena kontroversi tetapi itu telah difikirkan untuk dapat dilaksanakan jika Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa.

Murray menjelaskan bahwa Inggris masih terikat oleh sikap umum di bawah kebijakan luar negeri Uni Eropa hingga Brexit dimana garis resmi kebijakannya adalah bahwa Inggris tidak mempertimbangkan memindahkan Kedutaan Besarnya (ke Yerusalem).

Alasan bagi pemindahan itu dikatakan “sebagian adalah ideologis, dan sebagian untuk mempermanis hubungan dengan AS dalam mencari kesepakatan perdagangan”.

Mengungkapkan hasil pengamatan pribadinya terkait rencana tersebut dia mengatakan: “Tories (anggota-anggota dua parpol di Inggris) mungkin berpikir ini akan menimbulkan lebih banyak masalah antara Corbyn dan Partai Buruh Parlemen, dan bahwa kelas-kelas Westminster benar-benar tidak tersentuh oleh opini publik yang sebenarnya terhadap Palestina, karena mereka jarang bertemu siapa pun yang tidak memiliki kesamaan pemahaman Zionisme ekstrim mereka. ”

Murray mengungkapkan bahwa informasi mengenai rencana rahasia tersebut datang kepadanya melalui sebuah sumber anonym dari Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran. Tidak dapat menjamin keandalan penuh dari sumber tersebut, Murray mengatakan dia telah menghubungi Departemen Media FCO untuk mengkonfirmasikan berita tersebut.

Mengomentari ketidaksanggupan Kantor Luar Negeri untuk menanggapi permintaan-nya, Murray mengatakan: “Jika ini adalah omong kosong, itu hanya akan membutuhkan FCO dua menit untuk memberitahukan saya demikian.”

Dalam email kepada FCO, Murray menginformasikan staf media FCO bahwa ia mengajukan pertanyaan spesifik mengenai salah studi pendahuluan yang mungkin telah dilakukan atau sedang dilakukan, sedangkan memberikan jawaban umum atas pertanyaannya seperti kalilmat “tidak ada rencana untuk memindahkan kedutaan “tidak akan cukup sebagai jawaban.

Middle East Monitor juga telah menghubungi FCO menanyakan secara khusus jika Inggris telah melakukan atau sedang melakukan rencana pengaturan pasca-Brexit untuk memindahkan kedutaannya dan mendapatkan jawaban bahwa “Kedutaan Besar Inggris untuk “Israel” berada di Tel Aviv dan kami tidak punya rencana untuk memindahkannya” (i7).

————————————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 04/09/2018 – 03:29 siang.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *