Kandidat Presiden AS Ajak Hentikan Dukungan Bagi Penjajah Zionis

Kandidat presiden AS, Senator Bernie Sanders mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mendiamkan penderitaan rakyat Palestina yang terus-menerus dan ketidakadilan yang mereka alami tidak dapat ditoleransi tanpa adanya tindakan.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuannya dengan John Antone Dabeet Presiden AMPAL (Ammerians and Palestinians for Peace).

Di sela-sela sidang Partai Demokrat di Iowa, Dabeet dan Sanders membahas penolakan masuknya dua orang anggota Kongres AS, Rashida Tlaeb dan Ilhan Omar, dan tanggapan pemerintah negara penjajah Zionis terhadap permintaan Presiden AS Donald Trump untuk tidak membiarkan mereka masuk.

Sanders mengatakan bahwa anggota Kongres berhak untuk mengunjungi daerah-daerah yang dijajah untuk melihat situasi di sana, sambil menjelaskan bahwa penolakan PM negara Penjajah Zionis, Benjamin Netanyahu bagi masuknya anggota Kongres AS dengan alasan sektarian atau etnis, menempatkan Kongres dalam posisi tanggungjawabnya untuk menghentikan semua dukungan keuangan AS kepada negara Penjajah Zionis.

Dabeet mengatakan dalam sebuah wawancara dengan “Wafa”, yang diperlukan dari Senator Sanders dan setiap kandidat presiden AS, adalah agar tidak berpihak kepada negara penjajah Zionis dengan mengorbankan rakyat Palestina.

Dia memperingatkan bahwa “melalui pertemuan-pertemuan semacam ini muncul peran kami untuk menyampaikan pesan bangsa kami, yang kami junjung dengan penuh amanah kepada para kandidat, terkait penderitaan berada di bawah penjajahan dan hak untuk mendirikan negara yang merdeka. “

Dia menekankan perlu adanya konsentrasi di dalam pertemuan-pertemuan tersebut agar masalah Palestina senantiasa berada dalam agenda kerja para kandidat dan mereka dapat memenangkannya, agar tercapai perdamaian yang adil dan komprehensif di kawasan tersebut. (i7)

———————-
Sumber: www.palinfo.com, terbit: Selasa, 20 Agustus 2019, pukul: 08:51 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *