Kaleidoskop Palestina – September 2017

SEPTEMBER 2017
 

Penundaan KTT Afrika-Israel, Hasil Perjuangan Afrika

aspacpalestine.com – Lome. Penundaan KTT Afrika-Israel adalah sebuah kemenangan nilai-nilai kemanusiaan dan pembelaan terhadap kemanusiaan, ujar tokoh Palestina Izzat Al-Risheq, Senin (11/9/2017).

“Pembatalan KTT Afrika-Israel merupakan kemenangan terhadap akumulasi usaha-usaha afrika melawan semua ketidakadilan, rasis, dan rezim fasis yang diwakili oleh negara zionis Israel”, Tulis Al-Risheq dalam akun twitternya.

Dia mencatat bahwa penundaan juga merupakan kemenangan untuk pejuang orang-orang Palestina.

Menurut koran berita Israel “Haarezt”, acara tersebut ditunda sesuai dengan permintaan  Faure Gnassingbé (Presiden Togo) ke Benyamin Netanyahu (Perdana Menteri Israel).

KTT tersebut mempunyai slogan “membangun jembatan menuju kemakmuran bersama yang lebih besar”. Rencananya KTT akan digelar pada tanggal 23-27 Oktober di ibukota Togo, Lome.

Sebelumnyan, beberapa negara Arab, negara-negara Liga Arab, Organisasi kerjasama Islam (OKI), Kerjasama antar parlemen Arab, serta Organisasi Arab dan regional lainnya bersama-sama telah menyatakan keluar dari KTT tersebut.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6661-penundaan-ktt-afrika-israel-hasil-perjuangan-afrika

 

——-

Menteri Luar Negeri Arab dan Jepang Dukung Negara Palestina

aspacpalestine.com – Kairo. Menteri Luar Negeri dari beberapa negara Arab dan Jepang menekankan dukungan penuh terhadap hak orang-orang Palestina, untuk memperoleh kemerdekaan, kelayakan dan geografi mereka sendiri, yang mengacu kepada batas yang dinyatakan pada tahun 1967 dengan Al-Quds Timur sebagai ibukota negara Palestina.

Sikap mendukung diumumkan pada akhir pernyataan sesi pertama dialog politik menteri Arab-Jepang. Dialog tersebut diadakan di markas Liga Arab di Kairo, Senin (11/9/2017).

Para Menteri tersebut menyerukan untuk menguatkan usaha-usaha untuk menemukan sebuah solusi akhir dan juga menyeluruh untuk masalah Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Mereka memuji inisiatif Jepang untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan sosial di wilayah Palestina.

Mereka juga menyampaikan terimakasih kepada Jepang untuk alokasi sebesar 6 miliar dolar Amerika terkait paket bantuan ke negara-negara timur tengah selama periode 2016-18.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6662-menteri-luar-negeri-arab-dan-jepang-dukung-negara-palestina

 

——-

Rombongan Bantuan Aljazair Untuk Palestina Tertahan di Mesir

aspacpalestine.com – Kairo. Asosiasi Cendikiawan Muslim di Aljazair mengumumkan bahwa mereka sedang menunggu janji dari otoritas Mesir terkait izin sebuah konvoi bantuan Aljazair masuk ke wilayah Jalur Gaza. Konvoi tersebut tertahan di Kairo (Mesir) sejak 24 hari yang lalu. Konvoi tersebut mengungkapkan kekhawatiran terhadap isi konvoi, yang terdiri dari obat-obat dan peralatan medis akan mengalami kerusakan.

Hal tersebut disampaikan wakil ketua Asosiasi, Umar Thalib dalam konferensi Pers di pusat organisasi tersebut di ibukota Aljazair.

Pada tanggal 18 Agustus lalu, otoritas Mesir melarang konvoi Aljazair dalam perjalanannya melewati Rafah menuju Jalur Gaza. Otoritas Mesir berdalih bahwa larangan disebabkan karena barang muatan yang tidak sesuai kesepakatan.

Konvoi yang terdiri dari 14 truk membawa obat-obat dan peralatan medis kembali ke pelabuhan Said (Timur Laut).

“Badan Bantuan Asosiasi menangani masalah ini dengan persyaratan hukum yang jelas”, menurut Thalib.

“Telah memberi informasi secara jelas isi yang dibawa oleh konvoi ini ke otoritas Mesir. Pemberitahuan dimulai dari kedutaan Mesri di Aljazair dan berakhir di kementerian Luar Negeri Mesir”, jelas Badan Bantuan tersebut. Dia menegaskan bahwa konvoi tidak dimulai hingga mendapatkan semua izin yang diperlukan.

Asosiasi Cendikiawan Muslim Aljazair merupakan asosiasi Islam Aljazair yang didirikan oleh sekelompok ilmuwan di negeri ini. Asosiasi tersebut didirikan pada 5 Mei 1931 di ibukota Aljazair.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6660-rombongan-bantuan-aljazair-untuk-palestina-tertahan-di-mesir

 

——-

Gerakan Boikot Israel “BDS” Mencatat Sukses Besar

aspacpalestine.com – Manitoba. Serikat pekerja terbesar di sektor swasta di Kanada, “Unifor”, yang mewakili lebih dari 310 ribu anggota di berbagai sektor, mendukung pemboikotan terhadap penjajah Zionis, dan menyatakan dukungannya pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri.

Keputusan ini diambil dalam konferensi tahunan serikat pekerja tersebut yang diadakan di propinsi Manitoba di Kanada. Dalam ketuputan tersebut dinyatakan dukungan serikat kepada gerakan pemboikotan Israel BDS sampai penjajah Zionis menghentikan perluasan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki penjajah Zionis sejak tahun 1967.

Bersamaan dengan perang Israel pada gerakan BDS, melalui aliansi dengan pemerintah-pemerintah seperti Kanada dan Amerika, keputusan “Unifor” ini menyatakan penentangan serikat pada semua upaya yang bertujuan mengkriminalkan atau melarang atau mengintimidasi berbagai bentuk ekspresi dan dukungan kepada gerakan BDS.

Sebelumnya Green Party Kanada tahun lalu telah menyatakan dukungannya pada gerakan BDS dan menentang upaya kriminalisasi para pendukukung gerakan BDS.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6613-gerakan-boikot-israel-bds-mencatat-sukses-besar

 

——-

 

Trump: Damai sebelum Putusan Pemindahan Kedutaan ke Al-Quds

aspacpalestine.com – Palestina. Saat wawancara di Televisi, Sabtu (7/10/2017), Presiden Amerika Serikat, Donald Trump enggan memberikan janji terkait pemindahan kedutaan Amerika Serikat ke Al-Quds. Dia mengatakan ingin memberikan kesempatan solusi damai antara Israel dan Palestina, sebelum pemindahan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Juni lalu, Trump menandatangani perintah sementara untuk menetapkan kedutaan Amerika di Tel Aviv, termasuk janji kampanye pemindahan kedutaan ke Al-Quds saat pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu.

Israel telah mengumumkan bahwa Al-Quds adalah ibukota Israel. Namun, negara-negara internasional menolak pemindahan kedutaannya dari Tel Aviv ke Al-Quds, dengan sebab Israel menjajah bagian besar kota tersebut.

Dalam wawancara yang dilakukan bersama dengan gubernur Arkansas, Mike Hackabee dalam program “Hackabee” di BBC dalam beberapa waktu yang lalu, Trump mengatakan bahwa pemerintahannya sedang mengerjakan rencana solusi perdamaian antara Israel-Palestina. Dia mengatakan bahwa ingin memberikan kesempatan sebelum memikirkan pemindahan kedutaan AS ke Al-Quds.

Trump terakhir baru-baru ini menyatakan bahwa pemerintahan sedang mengerjakan sejumlah rencana untuk melanjutkan perundingan antara Israel dan Palestina. Dikutip dari koran Ibrani “Haretzz”, pekan lalu, selama pertemuan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterrez pada September lalu, Trump mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu “mengeluhkan” tentang inisiatif rencana perdamaian semacam ini.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6772-trump-damai-sebelum-putusan-pemindahan-kedutaan-ke-al-quds

 

—–

Delegasi Hamas dan Fatah Selesaikan Rekonsiliasi

aspacpalestine.com – Kairo. Delegasi dua kelompok Palestina, Hamas dan Fatah meninggalkan wilayah Palestina menuju ke Kairo, Mesir. Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan tahap rekonsiliasi nasional. Rekonsiliasi tersebut dimulai baru-baru ini dan menghasilkan kunjungan pemerintahan bersama untuk Jalur Gaza. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama untuk tingkat pertama sejak tahun 2014.

Delegasi Hamas dan Fatah akan mengadakan pertemuan pada Selasa (9/10/2017), di Kairo, Mesir. Pertemuan tersebut untuk membahas tahap rekonsiliasi, sehubungan setelah dibentuknya 3 komite khusus untuk keamanan, perlintasan-perlintasan, dan departemen-departemen pemerintahan. Pembentukan tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan pemerintahan bersama mengambil alih kewenangan di Jalur Gaza pada akhirnya.

Pemerintahan bersama telah melakukan pertemuan pekanan, pada Selasa lalu di Jalur Gaza. Namun, Pertemuan tersebut menunda keputusan-keputusan penting, khususnya mengenai pengambilan penuh tugas-tugas pemerintahan Gaza.

Pertemuan delegasi Hamas dari Gaza ke Mesir melalui persimpangan Rafah, Senin pagi (9/10/2017). Delegasi luar negeri tersebut yaitu, Saleh al-Aarouri, Yahya al-Sunwar, Dr. Salah al-Bardawil, dan Dr. Mousa Abu Rumzuk.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6773-delegasi-hamas-dan-fatah-selesaikan-rekonsiliasi

 

——-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *