Kaleidoskop Palestina – September 2016

Anak-anak Palestina Donasikan Uang Saku untuk Dukung Klub Sepakbola Celtic

BAYT LAHM, Rabu (Ma’an News Agency): Pusat Budaya Ibdaa di kamp pengungsi al-Duheisha, Bayt Lahm menyelenggarakan sebuah aktivitas pada Senin (29/8) malam untuk mendukung Klub Sepakbola Skotlandia, Celtic, usai klub tersebut mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan penentuan internasional untuk kualifikasi turnamen Liga Juara UEFA melawan klub ‘Israel’ Hapoel Beersheba hampir dua pekan lalu.

Ratusan anak berkumpul untuk memberi dukungan pada klub sepakbola Skotlandia itu setelah UEFA menjatuhkan hukuman denda terhadap Celtic karena mengibarkan bendera Palestina saat pertandingan berlangsung. Anak-anak juga mendonasikan uang saku mereka sebagai wujud solidaritas terhadap Celtic karena harus membayar denda.

Seperti diketahui, seluruh pendukung Celtic membawa bendera Palestina ke stadion Celtic Park di Glasgow, kendati mendapat ancaman penangkapan dari polisi Skotlandia karena menganggap bendera-bendera itu dan spanduk-spanduk yang dipertunjukkan saat pertandingan merupakan “tindak kriminal”.

“Sepakbola, UEFA dan Celtic FC dimanfaatkan untuk menutupi watak ‘Israel’ yang sebenarnya dan membiarkan penjahat ini berlagak seolah itu hal yang wajar dan patut diterima, padahal mestinya tidak. Seharusnya kekebalan hukum yang dinikmati ‘Israel’ berakhir dan mempertanggungjawabkan pelanggaran resolusi-resolusi PBB yang tak terhitung kepada hukum internasional dan menghadapi sanksi-sanksi atas hal itu,” demikian pernyataan kelompok Celtic Fans for Palestine, yang dibacakan menjelang pertandingan.

“Hingga ada akhir dari penjajahan brutal dan blokade abad pertengahan di Tepi Barat dan Gaza, hingga rantai-rantai apartheid ‘Israel’ yang kini membelenggu warga negara Palestina dicabut dari mereka dan hingga seluruh pengungsi Palestina dibiarkan kembali ke tanah air mereka, kami akan selalu mendukung warga Palestina secara terbuka dan menentang para penjajah dan penindas mereka,” ungkap pernyataan tersebut. “Kami bersama kalian, Palestina. Kalian tidak akan pernah hidup sendirian.” *(Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

—–

Koreo Bendera Palestina Di Saat Uji Coba Indonesia Lawan Malaysia

Suporter indonesia menampilkan koreo bendera Palestina di saat pertandingan uji coba Indonesia melawan Malaysia di stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Koreo tersebut ditunjukkan untuk solidaritas terhadap Palestina. berita dilansir dari situs pojok satu. Id, Rabu (7/9).

Dilansir dari berita cnnindonesia.com, koreo ditampilkan dengan diawali koreo garuda dan kemudian berubah dimenjadi koreo Palestina oleh suporter pasoepati yang berada di tribun selatan. Menurut keterangan wakil presiden Pasoepati, Ginda Ferrachtriawan  kepada koresponden cnn indonesia, bahwa hal tersebut dilakukan dalam  solidaritas terhadap Palestina dan fair play di dalam sepakbola.

“Pada awalnya anak-anak berkata ingin menyiapkan atraksi yang spesial karena ini juga laga yang spesial. Akhirnya munculah ide itu, konsep Garuda save Palestina,” kata Ginda kepada CNNIndonesia.com.

“Ini bukan soal politik. Tapi kami melihat bahwa budaya solidaritas dan fair play memang seharusnya ada di sepak bola, dan apalagi isu ini sedang hangat.” Tambahnya kepada cnn indonesia.

Dilain waktu, pada tanggal 17 agustus lalu, bendera merah putih berkibar di negara Palestina sebagai bentuk solidaritas Palestina-Indonesia. Dalam pertandingan tersebut, timnas Indonesia mencukur timnas Malaysia dengan skor 3-0.

—–

Al-Khalil, Kota Kerajinan Tangan Dunia 2016

LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Al-Khalil, kota terbesar di Tepi Barat terjajah secara resmi dianugerahi gelar Kota Kerajinan Tangan Dunia. Rola Maayah Menteri Pariwisata dan Barang Antik Otoritas Palestina mengumumkan hal itu Selasa (6/9) lalu. Ini merupakan kali pertama kota Palestina mendapatkan gelar dari Dewan Kerajinan Tangan Dunia. Maayah mengatakan kepada para wartawan: “Al-Khalil merupakan kota kuno Palestina yang memiliki lebih dari 6.000 tahun sejarah dan warisan yang harus diperlihatkan kepada dunia. “Gelar ini sangat penting bagi kota tua Al-Khalil, yang menderita akibat berbagai pelanggaran yang dilakukan ‘Israel’ dan pembangunan permukiman ilegal Yahudi.”

Sejak masa Kesultanan Utsmaniyyah Al-Khalil terkenal dengan berbagai macam produk industri dan barang mewah, termasuk porselen, tembikar, kristal, kayu zaitun dan kulit. Namun, akibat penjajahan Zionis, kota tersebut menjadi terkenal sebagai tempat terjadinya aksi kekerasan oleh pemukim ilegal Yahudi yang kejam, yang kehadirannya difasilitasi oleh keberadaan militer ‘Israel’ skala besar.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

—–

Peluru Israel Habisi Suka Cita Idul Adha di Palestina

NABLUS-Alih-alih bergembira di Idul Adha, warga Palestina di baldah Qashra, Nablus Selatan di hari pertama idul kuran justru harus berurusan dengan rumah sakit. Empat saudara mereka terluka akibat berondongan peluru pasukan Israel dan warga pemukim Yahudi. Darah warga pun menggantikan darah hewan kurban.

Kepala baldah Qashra menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina, Abdul Adhim Wadi mengatakan, satu keluarga masih berada di RS Nablus karena dua anggota keluarga mereka sedang dirawat yakni Taisur Aiman dan Sinwar Audah. Sementara dua lainnya Ibrahim Wadi dan Mahir Farhan sudah pulang.

Kegembiraan Yang Hilang

Baldah Qashra kemarin Senin menjadi bulan-bulanan serangan serdadu Israel dan warga pemukim Yahudi yang melukai empat warga dengan tembakan timah panas. Idul Adha pun diwarnai darah luka warga.

Baldah Qashara seluas 17 ribu acre dimana sekitar 9 acre di antaranya disita penjajah Israel yang merupakan lahan pertanian Zaitun. Baldah ini dikelilingi oleh tiga pemukiman Yahudi Magdalem yang dibangun 1981 di gerbang masuk utama desa, permukiman Esh Codes dibangun 2000 dan pemukiman Yahya dibangun 2001.

Menurut tokoh social, Adil Audah warga baldah menegaskan, peristiwa kejahatan Israel ini merusak suasana Idul Adha dan intimidasi terhadap anak-anak Palestina. Bukan hanya tanah yang dirampas namun Israel ingin terus menciptakan ketakutan kepada warga Palestina.

Sudah menjadi tradisi warga di sana bertukar kartu lebaran, namun hamper seluruh kartu akhirnya bersimbah darah akibat aksi brutal Israel. (at/pip)

—–

30 Wanita Hebat Berhasil Tembus Blokade Gaza

GAZA-Aleg sekaligus ketua Komite Rakyat Anti Blokade Gaza, Jamal Hidri menyambut baik pemberangkatan kapal-kapal Freedom Flotilla 4 dari Barcelona yang berisi aktivis wanita ke Jalur Gaza dan melewati sejumlah pelabuhan di Eropa untuk menembus blockade Israel dan dinilai sebagai langkah penting dalam upaya ini.

Dalam keterangan persnya kemarin Kamis (15/9) Hidri mengatakan, langkah ini benar-benar menantang blockade dan menarik perhatian dunia agar melihat kenyataan penderitaan yang makin berat di Jalur Gaza dimana 80% warganya hidup di bawah kemiskinan.

Ia menandaskan, berlanjutnya blockade terhadap Jalur Gaza hingga 10 tahun meninggalkan dampak bencana kemanusiaan disamping menelantarkan rekontruksi fisik yang dihancurkan Israel dalam agresii tahun 2014. Akibatnya, ribuan keluarga harus bertahan di caravan-karavan yang tidak layak huni atau di rumah kontrakan.

Ia menambahkan, sekitar 1,3 juta warga hidup mengandalkan bantuan dari lembaga-lembaga internasional dan Arab. Namun itu tidak cukup memenuhi kebutuhan mereka.

Aktivis perempuan internasional yang  tergabung dalam Freedom Flotilla 4 kali ini merasakan realita di atas dan bergerak untuk mengakhiri derita tersebut. Dunia harus segera bergerak serius menyelamatkan 2 juta warga yang hidup di Jalur Gaza.

Hidri menandaskan, aksi wanita-wanita di atas layak diapresiasi sebab mereka harus menanggung risiko perjalanan panjang di laut dan ancaman dari zionis penjajah. Jumlah aktivis yang ikut dalam kapal FF 4 dalam dua kapal “Amal dan Zaytounah” ini terdiri dari 30 aktivis perempuan internasional yang di antaranya meraih nobel pengharagaan internasional. (at/pip)

—–

Trump Mengakui Quds Sebagai Ibukota Israel

Kandidat calon Presiden Donald Trump menegaskan bahwa akan mengakui Quds sebagai ibukota negara Israel jika dirinya terpilih dalam pemilu presiden Amerika Serikat. Penegasan tersebut disampaikan Trump disaat bertemu perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu di Menara Trump, New York, Minggu Pagi. Berita dilansir badan berita middle east monitor, Senin (26/9).

Pengakuan tersebut disampaikan dalam upaya mencari dukungan dari negara Yahudi tersebut untuk dirinya dalam pemilu presiden Amerika 8 November nanti. Hal tersebut dibuktikan dengan topik pertemuan Trump-Netanyahu di menara Trump  yang dilansir dalam berita tersebut bahwa “dibawah Pemerintahannya, Amerika Serikat akan mengakui Yerusalem (Quds) sebagai Ibukota sepenuhnya dari negara kesatuan Israel.” Disamping itu, Donald Trump menyepakati pemikiran Benyamin Netanyahu bahwa kedamaian di timur tengah hanya dapat dicapai saat orang-orang Palestina meninggalkan ancaman dan kekerasan serta menerima Israel sebagai negara yahudi.

Masih dalam berita tersebut, Netanyahu juga mengadakan pertemuan dengan kandidat presiden Amerika Lainnya, Hillary Clinton. Dalam pertemuan tersebut menegaskan komitmen hubungan Amerika-Israel. Selain itu Clinton menegaskan komitmennya dalam solusi “2 negara” sebagai jaminan untuk masa depan negara Yahudi yang demokrasi dan pemberian kemerdekaan, kedaulatan serta martabat orang-orang Palestina.
 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *