Kaleidoskop Palestina – Oktober 2016

20 TV dan Radio Arab Bersama-sama Peringati Intifadhah Al-Quds

GAZA-Sekitar 20 saluran TV dan radio Palestina dan Arab mengumumkan bergabung dalam gelombang siara bersama pada Sabtu (1/10) malam untuk memperingati Intifadhah al-Quds. Siaran bersama ini dimulai pada pukul 20.00 waktu al-Quds (Yerusalem).

Acara yang disiarkan dari studio-studio saluran TV al-Aqsha di Gaza ini menyiarkan sejumlah program yang memaparkan sebab-sebab meletusnya intifadhah al-Quds, pengorbanan dan perlawanan rakyat Palestina, peran media Palestina dan dukungannya pada intifadhah al-Quds, serta masa depan dan prospek intifadhah al-Quds.

Siaran ini di ini juga disiarkan langsung oleh TV al-Quds, TV al-Aqhsa, TV Huna al-Quds, TV Zaitun, TNN Tunisia, TV Yarmouk Yordania, TV Fallujah Irak, TV Mukammilin, TV Wathah Misriyatain, TV ar-Raid Libya, TV Sohail Yaman. Sementar itu radio yang ikut menyiarkan adalah radio Suara al-Aqsha, Suara Tawanan, al-Barak, Thaif, Sharahah FM Tunisia, radio al-Fajar Lebanon. Selain itu juga disiarkan oleh kantor berita Syihab melalui aku-akun di situs jejaring sosial facabook.

Intifadhah al-Quds meletus pada awal Oktober tahun 2015 lalu. Rakyat Palestina telah mempersembahkan 250 syuhada, separohnya gugur dalam aksi-aksi kepahlawanan terhadap penjajah Zionsis dan gerombolan pemukim Yahudi, yang mengakibatkan 38 orang Israel tewas dan 750 lainnya terluka. (was/melayu.palinfo.com)

—–

UNESCO Jadikan Hebron Kota Literal Tahun 2016

HEBRON-Kota Hebron yang terletak di sebelah selatan Al-Quds tengah merayakan keberhasilanya sebagai kota Literal (pengrajin) tahun 2016 menurun Dewan Literasi Dunia yang berada di bawah organisasi dunia UNESCO.

Perdana menteri Palestina, Romi Hamdullah dalam pidatonya di depan kantor Pusat Kauri Hebron mengatakan, keputusan ini sungguh spektakuler bagi Kota Lama dan Tel Ramidah, jalan Syuhada serta semua plosok di kota ini.

Hamdullah menegaskan, ini sebuah keberhasilan politik dan ekonomi pada satu sisi dan tentu tidak tercapai tanpa usaha dari pihak-pihak resmi serta kerja keras para pengrajin dan industry hingga laporan ke pihak internasional dan membuat keputusan tepat dengan menjadikan kota Hebron sebagai kota literasi tahun 2016 ini.

Sementara itu, tekanan dan peraturan ketat yang diterapkan Israel terhadap warga Hebron juga terhadap para pengrajin di kota tersebut, khususnya di Kota Lama justru meningkatkan dukungan terhadap kota ini sebagai kota literasi internasional menurut penilaian UNESCO. (asy/melayu.palinfo.com)

—–

Aktivis Wanita “Zaytuna” Dan “Amal” Dideportasi Oleh Israel

Penjajah Israel mendeportasi para aktivis wanita  yang ditangkap pada Kamis (6/10) di perairan laut Gaza di kapal “Zaytuna” dan “Amal”. Penangkapan dilakukan setelah kapal Zaytuna dan Amal menolak perintah dari Angkatan Laut Israel untuk mengubah arah kapal yang sedang menuju Gaza. Berita dilansir oleh Middle East Monitor, Kamis (6/10).

Menurut koresponden Al-Jazeera, Mina Harballau yang dilansir dalam berita tersebut, ,mengatakan bahwa “kapal Zaituna dicegat pada jam 4 sore serta dua kapal perang Israel mengapit di sisi kanan dan sisi kiri kapal tersebut”. Ditambahkan olehnya bahwa lebih dari 3 kapal angkatan laut Israel mengepung kapal Zaituna dan memerintahkan merubah arah tujuan kapal. Selain itu, kapten kapal Ann Wright menolak perintah angkatan laut dan mengatakan kapal masih berada dib 33 mil dari perairan laut Gaza yang merupakan perairan internasional.

Menurut berita tersebut, bahwa Kapal telah mengubah arah ke pelabuhan Ashdud Israel, bagian utara Jalur Gaza dimana mereka diperiksa sebelum dipindahkan ke bandara Ben Gurion di Tel Aviv untuk dilakukan deportasi. Dikutip dari berita tersebut, angkatan laut Israel berdalih bahwa tindakan yang dilakukan untuk mencegah para aktivis “melanggar hukum laut blokade terhadap daerah kantong Palestina”.

—–

Demo di Perancis Tuntut Pengusiran Israel dari FIFA

PARIS-Ratusan aktivis Perancis dan masyarakat Arab menggelar demonstrasi di depan markas Federasi Sepak Bola Prancis di Paris. Mereka meminta Uni Eropa untuk memberikan suara pada pengusiran entitas Zionis dari Federasi Sepak Bola Internasional “FIFA”.

Demonstrasi digelar karena klub-klub permukiman Yahudi yang ada di wilayah Tepi Barat terus mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Federasi Sepakbola Israel, serta dalam kompetisi-kompetisi Uni Eropa.

Para demonstran menuntut Federasi Sepak Bola Internasional “FIFA” untuk mengusir entitas Zionis dari organisasi sepak bola internasional tersebut.

Perlu dicatat bahwa “Human Rights Watch” telah mengeluarkan pernyataan pada masalah yang sama, yang menuntut penerapan hukum internasional pada entitas Zionis dan mengusirnya dari Federasi Sepakbola Internasional.

Disebutkan bahwa keputusan FIFA akan dikeluarkan dalam waktu dua hari mendatang, ketika komite eksekutif FIFA bertemu. (was/melayu.palinfo.com)

—–

Facebook Blokir Video Palestina

GAZA-Menejemen jejaring social Facebook masih terus melakukan kebijakannya  mengincar akun pusat informasi Palestina dengan menghentikan layanan tayang potongan video di akun pusat infopalestina yang berbahasa Inggris.

Kebijakan ini muncul beberapa jam setelah mereka membuang tujuh orang pengelola akun facebook  di pusat infopalestina yang berbahasa Arab. Direktur umum pusat informasi Palestina, Yahya Abu hasan mengatakan, untuk hari kedua, Facbook masih berupaya menghalangi tayangnya sejumlah film pendek di halaman facebook yang berbahasa Inggris. Jumlah akun facebook yang dibredelhingga Kamis pagi bertamah menjadi delapan orang.

Pihak infopal masih terus berkomunikasi dengan pihak facebook untuk mengetahui penyebab utamanya. Kebijakan facebook ini juga terjadi ditengah pembredelan akun “jaringan dialog Palestina yang merupakan konten terbesar di jejaring social, khusus masalah Palestina. (asy/melayu.palinfo.com)

—–

Keputusan UNESCO Sebuah Kemenangan Diplomasi

GAZA-Ahmad Abu Halbiyah, ketua komite Al-Quds dan Al-Aqsha mengapresiasi keputusan komite eksekutif UNESCO PBB yang menyatakan Al-Aqsha adalah milik kaum muslimin saja dan tidak ada hubunganya dengan yahudi sama sekali.  MEnurut beliau keputusan tersebut adalah sebuah kemenangan diplomasi.

—–

Sepekan Palestina Raih 4 Piala Internasional

GAZA-Anak bangsa Palestina terus membuktikan eksistensi mereka dalam berbagai forum percaturan internasional. Dari rahim derita mereka melahirkan harapan, dari tengah malam yang gelap gulita mereka melukis fajar dan mengukir daya kreatifitas mereka bahwa “Palestina Sumber Segala Kreatifitas”.

Palestina berada di peringkat pertama dalam tiga perlombaaan internasional dalam berbagai bidang. Pusat Informasi Palestina merangkumnya dalam infofilm;

1.       Peringkat I dalam perlombaan “Hifdzul Quran; Piala Raja Abdul Aziz” yang diraih oleh Ahmad Badi’ Thaha dari Ramallah.
2.       Peringkat I dalam Perlombaan Tantangan; Membaca dan Mengamati yang diraih oleh Sekolah Thalai dari Nablus.
3.       Peringkat I perlombaan keterampilan menjadi juri perlombaan Al-Quran yang diraih oleh Syekh Said Mulhim dari Qalqiliya.

sumber: infopalestina.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *