Kaleidoskop Palestina – Mei 2016

Aksi Solidaritas Internasional Untuk Terangi 2000 Rumah Gaza

GAZA-Lembaga Kerakyatan Dukung Internasional Untuk Gaza melakukan aksi bagi-bagi alat penerangan untuk dua ribu rumah di Gaza, sebagai solusi sementara selama krisis listrik belum teratasi, sekaligus sebagai pengganti bagi lilin yang telah menyebabkan kebakaran dan jatuhnya korban.

Dalam keteranganya, lembaga social dan kemanusiaan Arab Islam menyerukan semua lembaga social dan kemanusiaan di dunia untuk mendukung program ini demi menerangi rumah-rumah Palestina secara aman.

Ia juga menyerukan perpecepatan proyek ini, mengingat semakin dekatnya bulan Ramadhan dan bertambahnya penderitaan rakyat akibat krisis llistrik yang belum selesai. Proyek ini diperuntukan bagi rumah-rumah keluarga miskin yang tak mampu membeli lampu penerangan sendiri.
Kasus meninggalnya tiga bayi Palestina di Kamp Syati kemarin disebabkan penggunaan lampu lilin untuk penerangan di rumah. Sangat memprihatinkan banyak diantara keluarga Palestina yang tak mampu membeli alat penerangan yang memadai dana man, hingga harus menggunakan lilin untuk penerangan rumah mereka. (asy/Infopalestina.com)

—–

IHH Turki: Kemiskinan di Gaza Meningkat Jadi 80% Akibat Blokade

ISTANBUL- Ketua Badan Bantuan Kemanusiaan (IHH) Turki, Bulent Yildirim, mengatakan bahwa pendapatan nasional di Jalur Gaza turun separoh dengan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 50% dan kemiskinan menjadi 80% akibat blokade Israel. Penduduk Gaza hidup dalam penjara terbuka akibat blokade Zionis.

Hal tersebut disampaikan Bulent dalam konferensi pers yang digelar hari Senin (16/5) di kantor utama IHH Turki di Istanbul, untuk menyampaikan laporan seputar berlanjutnya blokade yang diberlakukan penjajah Zionis terhadap Jalur Gaza.

Ketua IHH Turki menegaskan bahwa blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza telah memasuki tahun kesepuluh. Situasi orang-orang Palestina dalam kondisi hidup yang sulit. Dia memperingatkan bahwa blokade tidak hanya menghancurkan infrastruktur ekonomi dan politik saja, namun menghancurkan harmoni sosial, mencabik-cabik keluarga dan menambah tingkat kekerasan.

Dia menyatakan lebih dari 100 ribu orang tidak memiliki rumah. Mereka tinggal di kerabatnya dan sepertiga Jalur Gaza adalah para pengungsi. Dan 18% dari total penduduk Jalur Gaza yang berjumlah sekitar 1,8 juta jiwa adalah anak-anak.

Dia Bulent menyebutkan bahwa situasi ekonomi di Jalur Gaza bertambah buruk di tengah-tengah blokade, dibandingkan pendudukan ril oleh Israel hingga tahun 2005. Dia menjelaskan bahwa keamanan pangan rakyat Palestina di Jalur Gaza “mulai terkuras”.

Dia menambahkan, 44% penduduk kehilangan keamanan pangan. Sementara 80% penduduk bergantung kepada bantuan kemanusiaan yang dikirim kepada mereka dari luar Jalur Gaza.

Pasukan penjajah Zionis mulai memblokade Jalur Gaza laut, darat dan udara pasca kemenangan gerakan Hamas dalam pemilu di Jalur Gaza pada pertengahan tahun 2006 lalu. (asw/infopalestina.com)

—–

Waktu Belajar Murid-Murid Palestina Di Saat Gelap

Sepuluh dari seribu murid Palestina di Gaza sedang mempersiapkan diri dalam untuk menghadapi ujian akhir mereka, namun jumlah terbatas dalam menerima sumber listrik menjadikan mereka kesulitan dalam melakukan pembelajaran persiapan akhir ujian mereka. Pemadaman listrik terkadang lebih dari 12 jam per hari. Pemadaman tersebut memberikan murid di sana dengan tidak ada pilihan kecuali mencari solusi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan ini. Pemadaman yang dilakukan oleh tidak menyurutkan semangat murid Palestina dalam belajar.

“kegelapan dimulai dari jam 5 sore dan di sana tidak ada cara untuk belajar tanpa penerangan.” berkata Yara Said seorang murid SMA yang berumur 16 tahun yang berada di pengungsian Alburij. “Cuaca pada saat itu panas dan kami membutuhkan listrik untuk menghidupkan kipas angin untuk mendinginkan suhu” dia menambahkan. “Kami mengembangkan masalah mata karena kekurangan dari aliran listrik dan ketergantungan pada penerangan. Saya membatasi waktu yang diyakini untuk belajar, seperti hari tersebut dan itu sangat buruk.” dia melanjutnya. “Tidak semua keluarga mampu mendapatkan listrik alternatif, dan situasi-situasi seperti ini membuat kesulitan bagi murid-murid untuk belajar, kami tidak ada keinginan untuk melakukan itu.”

Kementerian pendidikan di Palestina mengumumkan bahwa ujian sekolah menengah keatas untuk tahun ini akan dimulai pada bulan Mei tanggal 28 dan diakhiri bulan Juni tanggal 15. waktu sekarang dalam tahun ini adalah penekanan untuk seluruh murid dan keluarga mereka sebagaimana tahun ini adalah penentuan masa depan banyak murid.

Rata-Rata buta huruf di Gaza merupakan tertinggi dari seluruh dunia. Menurut statistik biro pusat Palestina, rata-rata buta huruf mencapai 94,9% untuk perempuan dibandingkan dengan 98,5% untuk laki-laki di tahun 2015. Ketinggian rata-rata buta huruf tersebut telah menyebabkan ketertarikan belajar orang-orang Palestina dan hampir gratis sistem pendidikan dasar di Palestina.

Sarah Almaqadima (17 tahun) seorang murid sekolah menggambarkan kemarahannya saat krisis listrik yang sedang berlangsung. “Saya telah membuat ulang jadwal jam tidur saya sehingga saya bangun di saat listrik hidup untuk belajar. Saya dapat menghubungi guru saya melalui internet saat sedang belajar untuk menanyakan mereka tentang sesuatu yang saya tidak mengerti.”

Sumber: Palestinechronicle.com

—–

Dalam 5 Bulan, Israel Tangkap 65 Nelayan Palestina dan Rampas 22 Perahu

GAZA-Data HAM menunjukkan bahwa pasukan penjajah Zionis telah menangkap 65 nelayan Palestina dalam 58 aksi serangan di lepas pantai Luar Jalur Gaza sejak awal tahun 2016.

Lembaga HAM “Mizan Center” dalam keterangan yang dirilis pada hari Ahad (22/5), menegaskan adanya eskalasi signifikan pada pelanggaran yang dilakukan penjajah Zionis terhadap para nelayan sejak awal tahun 2016. Mizan Center mengingatkan terjadinya peningkatan serangan setelah penjajah Zionis mengizinkan para nelayan Palestina melaut hingga 9 mil di wilayah tengah dan selatan laut Jalur Gaza pada 3 April lalu.

Pasukan penjajah Zionis melancarkan 58 kali serangan terhadap para nelayan Palestina di tengah laut dan menangkap 65 nelayan, 10 di antaranya adalah anak-anak. Sementara itu 6 orang nelayan terluka akibat serangan tersebut.

Mizan Center menyebutkan ada 22 perahu nelayan Palestina yang dirampas dalam 16 peristiwa penyerangan. Sementara itu perbekaran dan peralatan para nelayan dirusak dalam 10 peristiw penyerangan, peristiwa terakhir adalah penangkapan 10 nelayan termasuk seorang bocah, dan perampasan 5 perahu nelayan.

Ditegaskan bahwa tidak adanya penuntutan hukum (pengadilan) atas para nelayan, membuktikan bahwa serangan-serangan yang dilakukan penjajah Zionis tersebut hanyalah untuk meneror para nelayan dan sebagai hukuman kolektif yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza.

Mizan Center menyerukan kepada masyarakat internasional untuk turun tangan demi melindungi para nelayan Palestina dan hak mereka untuk melaut dan bekerja mencari ikan dengan bebas di wilayah laut yang diizinkan, serta menyerukan agar serangan-serangan terhadap mereka dihentikan, karena bertentangan dengan kaedah-kaedah hukum kemanusiaan internasional. (asw/infopalestina.com)

—–

Sejak Awal Tahun Israel Hancurkan 120 Bangunan Yang Didanai Eropa

RAMALLAH- Laporan HAM, Kamis (26/5) mengungkapkan, puluhan kendaraan berat Zionis telah menghancurkan 120 bangunan yang dibiayai oleh Eropa di Tepi Barat selama tiga bulan terakhir dari tahun ini.

Badan Pemantau Euro-Mediterranean untuk HAM dalam laporana menyebutkan, jumlah tersebut melampui jumlah bangunan pada tahu sebelumnya. Mereka juga menghancurkan sejumlah bangunan umum, infra setruktur yang dibangun atas bantuan dari lembaga Eropa.

Lembaga ini juga menuding pihak Eropa tinggal diam dan terlibat dalam pelanggaran ini. Sejumlah serangan Zionis ke Gaza pada tahun kemarin juga menghancurkan sejumlah bangunan yang dibiayai lembaga Eropa yang bisasanya berupa bangunan infra setruktur.
Penghancuran dan penggusuran yang dilakukan pemerintah Zionis terhadap sejumlah proyek yang dibiayai Uni Eropa mengalami peningkatkan secara signifikan menyusul gerakan Eropa d dunia yang memboikot sejumlah komoditas Israel di pasaran. (asy/Infopalestina.com)

—–

Kekuatan Media Dalam Menghadapi Tekanan Israel

Muhammad Al-Qiq (33 tahun), jurnalis Palestina yang di tahan administratif (penahanan tanpa pemeriksaan dan persidangan), dibebaskan setelah melakukan 94 hari mogok makan dalam protesnya kepada otoritas Israel.

Dalam wawancaranya kepada pusat Informasi Palestina dia mengungkapkan bahwa aksinya dilakukan untuk melawan kezaliman dan kekejaman yang dilakukan intelejen Shabak di selnya.

Dia menambahkan bahwa peran media sangat vital dalam menumbuhkan solidaritas publik terhadapnya. Media menjadi tonggak yang terdepan dalam menghadapi kekejaman dan kebrutalan zionis. “Para wartawan adalah pemegang wewenang dan otoritas nomor satu bukan nomor empat. Sebab mereka yang menciptakan perubahan. Pena dan kamera mereka adalah fakta yang tidak dimiliki kecuali kalian. Melalui usaha kalian, banyak usaha yang diselamatkan.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *