Kaleidoskop Palestina – Maret 2016

Sepanjang Februari, Israel Tangkap 600 Warga Palestina

YERUSALEM –  Sebanyak lebih  600 warga Palestina dikabarkan telah ditangkap oleh otoritas keamanan Palestina sepanjang  bulan Februari. Laporan tersebut dirilis oleh kelompok pemantau Palestina menyebut mayoritas ditangkap di Tepi Barat, Yerusalem, dan Gaza.

Menurut laporan tersebut, seperti dilansir ABNA pada Rabu (2/3) dari sekitar 600 warga Palestina yang ditangkap oleh otoritas keamanan Israel, 140 diantaranya adalah anak-anak.
“158 warga Palestina ditangkap di Yerusalem. 125 orang lainnya ditangkap di al-Khalil, 70 di Nablus, 68 di Ramallah dan al-Bireh, 65 di Jenin, 58 di Betlehem, 31 di Tulkarem, 22 di Jalur Gaza, 13 di Jericho, 11 di Salfit, 10 di Qalqilya dan 5 di Tubas,” bunyi laporan tersebut.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa 161 perintah penahanan administratif telah dikeluarkan oleh pengadilan Palestina, jumlah ini membuat total warga Palestina yang menjadi tahanan administratif di Israel menjadi 750 orang.

“Jumlah tahanan perempuan juga melonjak ke angka 62 termasuk 14 anak di bawah umur. Jumlah tahanan yang sakit juga mencapai 700 dan anak di bawah umur mencapai 400 orang,” pungkasnya. (sumber http://international.sindonews.com/read/1089876/43/sepanjang-februari-israel-tangkap-600-warga-palestina-1456920595)

Deklarasi Jakarta

1. Menyatukan upaya untuk mengakhiri pendudukan Israel sejak tahun 1967.
2. Memperpanjang dukungan penuh politik, diplomatik, dan upaya legal melindungi hak-hak dasar rakyat Palestina.
3. Melindungi kesucian dan status Al-Quds Al-Sharif dengan mengambil aksi yang memungkinkan untuk mengakhiri pendudukan Israel.
4. Mengambil semua tindakan yang memungkinkan untuk mendukung keteguhan rakyat Palestina di wilayah pendudukan dan secara khusus di al-Quds al-Sharif untuk melanjutkan perlindungan identitas sejarah dan budaya di Kota Suci.
5. Mendukung semua upaya Saudi Arabia, di bawa kepemimpinan penjaga dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk menjaga situs suci Al-Quds Al-Sharif.
6. Mendukung upaya, Raja Yordania Raja Abdullah II Ibn AL-Hussein dalam melindungi Al-Quds dan situs suci dalam konteks sejarah perwalian Hashemite terkait situs suci Muslim dan Kristen di Yerusalem. Kesepakatan ditandatangani di Amman pada 31 Maret 2013.
7. Menyerukan semua tindakan untuk mengakhiri pendudukan Israel di Al-Quds Al-Sharif, melestarikan hak eksklusif Muslim.
8. Mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mempertanyakan pendudukan ilegal Israel yang mengancam solusi dua negara dalam upaya perdamaian dan menyediakan perlindungan internasional terhadap rakyat Palestina dan menyerukan anggota OKI yang berada di DK PBB untuk melanjutkan upaya mereka memperjuangkan ini.
9. Mengakui peran penting Dewan Hak Asasi Manusia, menyerukan peningkatan upaya mempertanyakan kekerasan terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional di wilayah pendudukan.
10. Mengambil langkah penting untuk menjamin persatuan negara-negara Muslim, menghindari perbedaan dalam internasional forum.
11. Memperluas dukungan untuk penyelenggaraan konferensi perdamaian internasional yang membangun upaya internasional baru untuk solusi dua negara.
12. Meningkatkan bantuan finansial dan program pembangunan kapasistas oleh negara anggota OKI dan anggota komunitas internasional lainnya, untuk mendukung pembangunan dan penguatan insititusi nasional Palestina.
13. Pengembangan ahli hukum di antarpemerintahan untuk membantu advokasi Palestina saat menjadi Negara di institusi pemerintahan dan mekanisme hukum lain.
14. Mendukung upaya penempatan komite Al-Quds dibawah kepemimpinan Raja Mohamed VI dan mengundang negara anggota menyumbang kontribusi untuk Bayt Mal Al-Quds Agency.
15. Menyegarkan kembali kontribusi finansial untuk Al-Quds Fund dan Waqf. Menyerukan semua Muslim untuk menyumbang satu dolar untuk ini.
16. Menyerukan masyarakat internasional mendukung boykot terhadap produk yang dihasilkan di permukiman ilegal.
17. Mempromosikan upaya di jalur dua, termasuk dialog antar-agama, untuk mengkontribusi upaya yang bertujuan mencapai solusi dua negara.
18. Memperkuat dukungan media untuk Palestina demi memobilisasi dan membangun kesadaran untuk opini publik internasional.
19. Menekankan penguatan persatuan dan soidaritas di antara para anggota OKI untuk memastikan dukungan bagi Palestina.
20.  Mendorong para pemimpin OKI, untuk memobilisasi upaya lebih luas untuk mendukung Palestina dan al-Quds di forum internasional dan pemegang keputusan lainnya.
21. Melanjutkan upaya Ministerial Contact Group dalam melindungi kota Al-Quds dari sistem Systematic Judaization.
22. Menyerukan posisi persatuan dalam mendukung rakyat Palestina dan alasan mereka.
23. Mengintensifkan upaya terpadu untuk mendukung rekonsiliasi nasional Palestina, di bawah kepemimpinan presiden Mahmoud Abbas sebavai kontribusi untuk meningkatkan oersatuan rakyat Palestina dalam menghadapi mesin perang Israel dan rencananya untuk menguasai dan mengekspansi.

Sumber: Republika Online

Israel Tangkap 1400 Wanita Palestina Sejak Tahun 2000

RAMALLAH-Ketua divisi kajian dan dokumentasi bdan urusan tawanan dan mantan tawanan, Abdu Nasher, Abdu Nasher Farawanah menyebutkan, pemerintah Israel menangkap sedikitnya 1403 wanita Palestina sejak awal intifadhah Al-Aqsha tahun 2000 lalu hingga sekarang. Sebanyak 57 wanita Palestina hingga kini masih mendekam di dalam penjara Zionis dari berbagai kota di Palestina.

Penangkapan tersebut meliputi ibu-ibu lanjut usia, wanita, mahasiswi, remaja, kalangan akademisi dan pimpinan organisasi. Termasuk mereka yang masih terluka dan dalam kondisi kritis tak luput dari aksi penangkapan mereka.

Bersamaan dengan meletusnya intifadhah Al-Quds, maka eskalasi penangkapan terhadap para wanita Palestina tambah meningkat. Tak kurang dari 118 wanita dari berbagai usia ditangkap. Sebagian mereka masih terluka. Para wanita yang ditangkap dari berbagai tempat pemeriksaan atau perlintasan mengalami berbagai macam intimidasi dan penyiksaan, sebagaimana yang dialami para lelakinya.

Hal ini tentu bertentangan dengan UU kemanusiaan tanpa memperhatikan kondisi kejiwaan maupun fiisiknya (asy/Infopalestina.com)

Pemulihan Gaza Pasca Agresi Israel 2014 Baru 10%, Ada Penjajahan Bentuk Baru

GAZA-Sejumlah pejabat dan pakar menegaskan, prosentasi rekontruksi dan pemulihan Gaza pasca kerusakan akibat agresi Israel tahun 2014 baru 10%. Mereka menegaskan langkah darurat yang mesti ditempuh saat ini oleh Otoritas Palestina adalah menerapkan tranparansi dan kejujuran dalam penggunaan anggaran dan menyatukan antara Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Hal itu disampaikan para pejabat dan pakar dalam konferensi yang diadakan Koalisi Aman kemarin Kamis (10/3) dengan tajuk “anggaran dan lokasi untuk rekontruksi Jalur Gaza – realita dan angka” dalam dua sesi.

Ketua Urusan Rekontruksi Gaza, Majid Shalih menegaskan, 13 ribu unit hunian di Jalur Gaza hancur luluh lantak akibat perang 2014 dan sebanyak 2000 unit hunian masih mangkrak dari semenjak sebelum perang hingga sekarang karena kekurangan pendanaan.

Pejabat Palestina ini menegaskan, 10% itu didanai oleh pihak Arab dan sebagian pendanaan ringan dari sebagian pihak Eropa.

Ia mengatakan, kami menunggu selama Maret ini ada harapan dana bantuan dari Kuwait yang sudah disepakati dan kini sudah disiapkan sehingga kemungkinan bulan ini akan ada perkembangan baik.

Kemana Perginya Dana Bantuan Rekontruksi?

Sementara itu, peneliti Mahmud Abdul Hadi dari tim lembaga swasta mengungkap sejumlah fakta soal anggaran rekontruksi dan bahwa Otoritas Palestina (OP) meminta pendanaan senilai 8,5 milyar dolar dalam konferensi rekontruksi Gaza saat di Kairo. Pihak OP hanya mengalokasikan 2,7 miltar untuk rekontruksi dan OP memperoleh 5 miltar dolar dari total 8,5 M USD.

Kemanakah sisanya? Hadi mempertanyakan.

Hadi khawatir dana rekontruksi Gaza itu akan habis. Menurut PM Palestina Hamdalallah, bahwa rekontruksi sudah dilakukan 48% sementara faktanya hanya 10%.

Penjajahan Bentuk Baru

Sementara itu, peneliti lainnya Nahidl Eid menyampaikan makalah dengan tajuk “Hasil dan Rekomendasi Miliu Tranparansi Dalam Rekontruksi Gaza” dan menilai rencana utusan internasional untuk proses perundingan di Timteng Robert Serey sebagai bentuk penjajahan baru di Jalur Gaza, berdasarkan data studinya.

Nahidl mengungkap, bahwa kepala biro proses rekontruksi beberapa hari lalu menyatakan pihaknya menerima pendanaan untuk 2000 flat rumah susun atau apartemen sederhana dari 7000 flat dan hanya 40 flat yang sudah rampung namun hingga kini pemiliknya belum menerima.

Eid melanjutkan, jika seperti ini kondisinya, Jalur Gaza akan membutuhkan 230 tahun untuk menyelesaikan proses rekontruksi.

Ia juga menjelaskan bahwa perpecahan Palestina menjadi penghalang pendanaan dan menjadi alasan negara donor tidak memberikan bantuan.(at/infopalestina)

Menteri Luar Negeri Indonesia Dilarang Masuk Ramallah

RAMALLAH-Departemen luar negeri Indonesia mengatakan, pemerintah Israel tadi pagi melarang menlu, Retno Marsudi datang ke Ramallah, utara Tepi Barat.

Dalam keteranganya departemen Palestina menjelaskan, sebelumnya departemen luar negeri Indonesia berniat mengunjungi Ramallah dan telah membuat perjanjian untuk bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, menlu Riyadh Maliki dan konsulat indonesia di Ramallah.

Sementara itu, menurut koresponden resmi pemerintah Palestina, Yafa menyebutkan, menlu Palestina, Riyadh Maliki memutuskan untuk berangkat ke Jordania untuk bertemu rekan sejawatnya menlu Indonesia. Ia ingin mengucapkan penghargaanya atas peran negaranya dalam mendukung Palestina.

Disebutkan, pemerintah Israel tidak menyetujui pertemuan tersebut, karena Jakarta tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga sulit bagi Indonesia berkunjung secara resmi ke Ramallah, ungkapnya. (asy/Infopalestina.com)

Israel Kuasai 85% Luas Tanah Palestina

RAMALLAH-Badan Pusat Statistik Palestina, Rabu (30/3), mengungkap bahwa penjajah Zionis memanfaatkan lebih dari 85% luas tanah historis Palestina, yang luasnya sekitar 27.000 km persegi. Dan yang tersisa bagi orang Palestina kurang dari 15% saja dari total luas tanah Palestina.

Data yang dirilis BPS Palestina bertepatan peringatan hari bumi yang ke-40, ini menyatakan bahwa prosentasi orang Palestina 48% dari total penduduk di tanah historis Palestina. Penjajah Zionis telah mendirikan zona isolasi di sepanjang pagar perbatasan dengan Jalur Gaza, dengan lebar 1500 meter di sepanjang peratasan timur Jalur Gaza.

BPS Palestina menegaskan, dengan begitu maka penjajah Zionis menguasai 24% luas Jalur Gaza yang mencapai 365 km persegi, yang merupakan wilayah paling padat penduduk di dunia sekitar 5000 jiwa perkilometer persegi. Dan penjajah Zionis menguasai lebih dari 90% wilayah lembah Yordan yang luasnya 29% dari total luas wilayah Tepi Barat.

Peringatan hari bumi di Palestina digelar sebagai reaksi atas keputusan yang dikeluarkan otoritas penjajah Zionis yang menggusur 21 ribu hektar lahan di Jalil, Matsulats dan Nagev pada 30 Maret 1876, yang mengakibatkan 6 pemuda Palestina gugur. (asw/infopalestina.com)

 

Peringati Hari Bumi Warga Palestina Mogok Masal

PALESTINA 48- Tanggal 30 Maret bertepatan dengan hari bumi Palestina. Masyarakat Palestina yang bekerja di wilayah pendudukan Israel memperingati hari ini dengan melakukan aksi mogok massal. Sebagian mereka yang berada di Palestina 48 itu juga memilih melakukan aksi longmarch untuk memperingati hari bumi yang ke-40 ini.

Dilansir laman safa.ps, Rabu (30/3/2015) hakekat hari bumi adalah mengingatkan kezaliman yang dilakukan penjajah Israel dengan merampas 21.000 hektar tanah milik Palestina. Wilayah itu kini menjadi bagian dari pendudukan Israel (baca: Palestina 48). Zionis Israel mecaplok tanah Palestina dengan tujuan mendirikan permukiman ilegal Yahudi dan melancarkan proyek Yahudisasi.

Mengetahui hal itu, masyarakat Palestina kemudian bersatu untuk melakukan perlawanan, hingga meletuslah bentrokan berdarah di hari Sabtu, 30 Maret 1976. Peristiwa itu telah menyebabkan syahidnya 6 orang warga Palestina, terlukanya puluhan orang dan ditawannya 300 orang oleh pihak Israel. (msy/dakwatuna)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *