Kaleidoskop Palestina – Juni 2017

JUNI 2017

 

Viva Palestina Malaysia Kumpulkan Dana Untuk Bantu Muslim Kelaparan Di Palestina Dan Suriah

aspacpalestine.com – Malaysia. Organisasi-Organisasi  Kemanusiaan di Malaysia berkumpul untuk membantu mengumpulkan dana, dalam rangka membantu muslim di Palestina dan Suriah pada bulan Ramadan ini.

Viva Palestina Malaysia (VPM) meluncurkan gerakan keranjang makanan Ramadan. Gerakan tersebut bertujuan memberikan memberi makan keluarga miskin di Gaza selama bulan puasa.

Tahun ini, organisasi tersebut bertujuan mengumpulkan 400.000 ringgit Malaysia untuk didonasikan dalam menolong 2000 keluarga Palestina. Dana tersebut akan dikirimkan ke Gaza dan dijadikan dalam bentuk kupon untuk akses keluarga membeli barang-barang makanan pokok.

“Masing-masing kupon dapat membeli makanan senilai 50 dolar Amerika (200 ringgit Malaysia). Makanan tersebut diperkirakan dapat bertahan untuk sebuah keluarga yang terdiri dari lima orang selama 2 minggu. Mereka biasanya membeli minyak goreng, beras, kacang-kacangan, kurma, teh dan gula,” Ujar bendahara VPM, Norma Hashim.

“Kami memiliki sebuah aturan untuk memungkinkan keluarga membeli barang-barang bagus dari toko-toko di lingkungan sekitar mereka. Kami mencakup sekitar lima wilayah di Gaza, di setiap wilayah terdapat mini market yang dapat mereka datangi dengan kupon mereka,” tambahnya.

VPM telah mengirimkan beberapa dana untuk membantu sekitar 500 keluarga tetapi lebih banyak mencari kontribusi individual.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6176-viva-palestina-malaysia-kumpulkan-dana-untuk-bantu-muslim-kelaparan-di-palestina-dan-suriah

 

——-

 

Kontras Sampaikan Solidaritas Untuk Palestina
 

aspacpalestine.com – Jakarta. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyampaikan solidaritas untuk Palestina dan kebijakan luar negeri Indonesia untuk Palestina terkait dengan gerakannya untuk mendukung kemerdekaan atas Palestina.

“Okupasi militer Israel di Palestina masih berlangsung dan stagnan. Okupasi ini sesungguhnya sudah melampaui definisi dari okupasi itu sendiri. Militer Israel tidak hanya mengokupasi teritorial Palestina, namun juga membunuh para warga sipil, memisahkan anggota keluarga dan merusak fasilitas sipil,” kata Wakil Koordinator Bidang Strategi dan Mobilisasi Badan Pekerja Kontras, Puri Kencana Putri, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (7/6).

Puri Kencana Puri mengingatkan, Jalur Gaza hingga saat ini masih dikepung oleh militer Israel, serta Israel masih menggunakan kekuatan militer kepada warga sipil dengan mengatasnamakan keamanan.

Ia juga mengingatkan, pada tanggal 23 Desember 2016, resolusi PBB tahun 2016, Dewan Keamanan PBB menegaskan bahwa pengesahan dari penyelesaian konflik di Tepi Barat merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Namun, lanjutnya, setelah resolusi tersebut pemerintah Israel mengumumkan rencana untuk meluncurkan 6,000 pasukan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Dia juga mengemukakan bahwa berdasarkan laporan dari Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Palestina, seiring dengan pengumuman konstruksi penyelesaian yang melaporkan semakin banyaknya peristiwa pemusnahan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

“Penyerangan tidak hanya terjadi terhadap warga sipil secara umum, organisasi HAM Palestina saat ini dilaporkan mengalami lingkungan kerja yang represif,” katanya.

Badan-badan PBB telah mengeluarkan berbagai rekomendasi dan juga usaha penyelesaian untuk menghentikan perang dan okupasi di teritori Palestina. Di samping tekanan yang terus berulang dan blokade untuk dari komunitas internasional, keadaan terus memburuk.

“Terlebih lagi, stagnannya pergerakan dan situasi yang terjadi tidak hanya berasal dari militer Israel saja, namun juga dari pergerakan komunitas internasional terhadap situasi ini,” paparnya.

Dia juga menyampaikan, organisasi masyarakat sipil di Indonesia harus melakukan gerakan solidaritas yang merekomendasikan para pembuat kebijakan untuk okupasi Israel di Palestina.

“Kontras pun ingin menegaskan bahwa konflik yang masih terjadi di teritori Palestina bukan hanya semata-mata mengenai konflik agama antara Yahudi dan Islam. Situasi ini merupakan tragedi kemanusiaan yang telah diabaikan secara implisit oleh komunitas internasional ketika situasi ini tidak membaik seiring dengan usaha penyelesaian yang juga menurun,” ujarnya.

Puri juga mengatakan, okupasi militer Israel telah memenuhi unsur-unsur kejahatan terhadap kemanusiaan oleh Mahkamah Pidana Internasional pada Statuta Roma, namun tidak pernah ditindaklanjuti oleh komunitas internasional untuk mendorong proses hingga menuju ke peradilan.

Pemerintah yang menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai demokrasi, dan secara serius menjunjung tinggi kewajiban atas pergerakan hak asasi manusia harus mendorong pemerintah Israel untuk patuh terhadap rekomendasi komunitas internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.

“Komunitas internasional telah berada di bawah kewajiban untuk menghentikan okupasi Israel dan menahan Israel yang telah diduga menjadi pelaku dari kejahatan internasional serius untuk menjadi akuntabel. Ini merupakan waktu bagi komunitas internasional, termasuk Indonesia sebagai salah satu pemimpin untuk mendukung Palestina agar mengambil inovasi baru pada forum internasional untuk menghentikan kejahatan serius dan pelanggaran pada teritori Palestina,” ucapnya.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6210-kontras-sampaikan-solidaritas-untuk-palestina

——-

Israel Blokade Masjid Al-Aqsha Serta Larang Jamaah Masuk Dan Keluar Masjid

aspacpalestine.com – Al-Quds. Pasukan Israel menutup pintu-pintu masjid Al-Aqsha, serta melarang para jamaah untuk masuk dan keluar dari masjid Al-Aqsha, Senin pagi (11/6/2017).

Wakaf Al-Quds dalam pernyataan persnya menyatakan bahwa pasukan Israel memblokade masjid Al-Aqsha. Blokade tersebut melarang para jamaah untuk masuk dan keluar dari masjid suci Al-Aqsha. Israel berdalih bahwa penutupan dilakukan karena adanya pelemparan batu terhadap para pemukim dan penyerbu masjid Al-Aqsha.

Wakaf Al-Quds menjelaskan bahwa pasukan penjajah Israel menutup gerbang masjid Al-Aqsha. Selain itu, pasukan Israel juga menangkap orang yang dituduh melempar batu ke arah Pemukim.

Juru bicara kepolisian Israel mengumumkan, bahwa penutupan yang dilakukan pasukan Israel terhadap Al-Aqsha dengan alasan adanya pelemparan batu ke arah para pemukim dan penyerbu masjid Al-Aqsha.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6232-israel-blokade-masjid-al-aqsha-serta-larang-jamaah-masuk-dan-keluar-masjid
 

 

——-

Trump Akan Tetapkan Kedutaan Amerika Di Tel Aviv

aspacpalestine.com – Al-Quds. Sumber diplomasi dan sumber pejabat pemerintah AS, mengatakan kepada Jaringan CNN bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akan menandatangi keputusan untuk memperpanjang kedutaan Amerika di Tel Aviv, Rabu (31/5/2017). keputusan tersebut dibuat untuk menghindari, saat ini perselisihan pemindahan kedutaan ke Al-Quds.

Selama masa kampanye presiden tahun 2016, Trump berjanji akan memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds. Hal tersebut merupakan hal yang telah dituntut oleh otoritas Israel sejak beberapa bulan yang lalu.

Pejabat tinggi senior pemerintahan Amerika mengatakan bahwa Trump masih mendukung langkah tersebut, tetapi dia meyakini bahwa dengan kemungkinan meluncurkan perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina. Dia beranggapan bahwa waktu tersebut bukanlah waktu yang tidak tepat yang berakibat membuat kemarahan rakyat Palestina, karena pemindahan kedutaan ke Al-Quds.

Trump kemungkinan akan menandatangi keputusan tersebut pekan ini dan akan menunda proses pemindahan untuk jangka waktu minimal selama 6 tahun.

Mantan Presiden Barrack Obama menandatangi keputusan penundaan pemindahan di akhir masa jabatannya, di bulan Desember. Keputusan tersebut berakhir masa berlakunya di tengah malam Rabu Kamis, waktu Washington.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6183-trump-akan-tetapkan-kedutaan-amerika-di-tel-aviv
 

——-

 

Israel Tutup Masjid Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds. Kepolisian khusus Israel menutup Masjid Suci Al-Aqsha di depan para jamaah, Kamis (29/6/2017). Penutupan tersebut dilakukan sesaat sebelum penyebuan massal puluhan pemukim. Penyerbuan tersebut dipimpin oleh kepolisian Israel di Al-Quds (Yaurum Laiqi) beserta dengan pihak ekstrimis senior dan aparat Israel.

Wartawan paltoday.ps mengatakan bahwa kepolisian Israel memberlakukan prosedur ketat pada permulaan masuk terhadap para jamaah. Selain itu, Israel juga menahan kartu identitas para penduduk di gerbang-gerbang masjid. Selain itu, Israel mencegah para jamaah yang berusia dibawah 40 tahun masuk ke masjid Al-Aqsha. Sebelum pelarangan tersebut diberlakukan, Israel melarang seluruh jamaah masuk ke masjid Al-Aqsha. Hal itu bertepatan dengan dengan penyerbuan massal yang dipimpin oleh kepolisian Israel di Al-Quds, disertai dengan orang tua pemukim yang meninggal. Penyerbuan tersebut dilakukan untuk memperingati setiap tahun meninggalnya pemukim Israel.

Disamping itu, organisasi “Haikal Al-Maz’um” Israel dan Menteri Pertanian Pemerintahan Israel, Uri Ariel menyerukan seluruh pemukim untuk ikut serta secara luas dalam penyerbuan massal ke masjid Al-Aqsha. Rabu (28/6/2017). penyerbuan rencananya dilakukan pada hari Kamis (29/6/2017). Menurut Ariel, penyerbuan bertujuan untuk memperingati meninggalnya pemukim Hailil Aril pada tahun lalu, di salah satu permukiman Khalil.

Wartawan paltoday.ps mencatat bahwa pasukan Israel kembali membuka Masjid Al-Aqsha di depan para jamaah beberapa saat lalu. Pembukaan dilakukan setelah keluarnya pemimpin kepolisian Israel dan para ekstrimis senior dari masjid Al-Aqsha. akan tetapi ditutup kembali secara tiba-tiba oleh tentara Israel.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6266-israel-tutup-masjid-al-aqsha
 

——-

Israel Tolak Masuk UNESCO Ke Kota Tua Khalil

aspacpalestine.com – Tepi Barat. Otoritas Israel menolak memberikan visa masuk untuk tim investigasi UNESCO PBB. Tim tersebut dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke kota tua, bagian selatan Khalil, Tepi Barat. Kunjungan tersebut dilakukan dilakukan sebelum pemilihan yang akan datang bulan depan. Kunjungan itu bertujuan untuk mempertimbangkan kawasan tersebut sebagai situs warisan dunia yang terancam punah. Hal tersebut menurut berita media Israel, Minggu (25/6/2017).

Sementara otoritas Palestina telah berencana memperkenalkan situs tersebut, sebagai pertimbangan daftar warisan dunia UNESCO pada tahun 2018. Mereka memutuskan untuk segera mengajukan situs tersebut,  dikarenakan kekerasan Israel yang rutin dilakukan di kota tua. Orang-orang Palestina menganggap kekerasan rutin tersebut mengancam keutuhan situs tersebut. Disamping itu juga mengusulkan daerah tersebut sebagai daerah yang terancam punah.

Seorang delegasi Palestina untuk UNESCO dilaporkan telah menyatakan “hal yang mengkhawatirkan terkait kekerasan Israel, termasuk vandalisme, pengrusakan insfrastruktur, dan serangan lain. Hal tersebut disampaikan dalam surat yang dikirim ke pusat warisan dunia.

UNESCO telah dijadwalkan untuk memutuskan terkait status situs tersebut, saat konferensi yang berlangsung selama 2 Juli – 12 Juli di Krakow, Polandia. Pengambilan keputusan tersebut diharapkan mencakup pasal penolakan terkait kedaulatan Israel terhadap Al-Quds timur terjajah. Al-Quds Timur dicaplok pada tahun 1980 dan langkah itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6263-israel-tolak-masuk-unesco-ke-kota-tua-khalil
 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *