Kaleidoskop Palestina – Juni 2016

Penahanan Pemuda Palestina Disebabkan Facebook

Komunitas Tahanan Palestina memberitakan mahkamah militer Israel menahan Pemuda Palestina yang dituduh melakukan “hasutan” terhadap Israel di facebook dalam postingan-postingannya. Kabar tersebut dilansir oleh berita “midle east monitor”, rabu (1/6).
Kuasa hukum komunitas tahanan palestina, Muhammad Shahin mengatakan seorang pemuda Palestina bernama Qussay Issa (22 tahun) telah dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda 2 ribu shekel (519 dollar) oleh mahkamah tinggi Israel.
Dalam beritanya, dalam bulan ini,  otoritas Israel menahan sejumlah orang  Palestina yang dituduh menggerakkan kerusuhan sejak oktober lalu di dalam media sosial.
Shanin menambahkan dalam pemberitaan yang dikeluarkan oleh sumber berita “maan” bahwa mahkamah Israel memberikan sejumlah hukuman yang berkaitan dengan sejumlah posting  yang mereka kirim dengan alasan “hasutan” yang dilakukan.
Menurut komunitas tahanan addamer, otoritas Israel telah menahan 7 ribu orang Palestina sejak bulan  April.

—–

Aksi Damai Untuk Pembebasan Blokade Gaza Di Denmark

Forum Palestina – Denmark dan Komunitas Pemuda Palestina di Denmark menggelar aksi simpati terhadap Gaza kemarin Jumat (3/6) di jalan utama kota Arugus. Para peserta aksi mengibarkan poster dan spanduk mengecam blokade Gaza dan sikap diam dunia terhadap penderitaan warga Jalur Gaza yang kekurangan makan dan obat-obatan.
Aksi ini digelar sebagai bagian dari aksi Pekan Dunia Bebaskan Jalur Gaza dari Blokade yang menyerukan dunia Eropa membebaskan Jalur Gaza.
Para pengguna jalan dan sebagian simpatisan dari warga Denmark ikut interaktif terhadap aksi tersebut dan menyampaikan sejumlah pertanyaan soal kondisi warga di Gaza sejak awal diblokade. Warga menyampaikan solidaritas mereka terhadap warga Gaza yang terblokade dan menilai tindakan blokade sebagai anti kemanusiaan.
Jalur Gaza diblokade sudah 10 tahun. Selama itu, Jalur Gaza menjadi target tiga agresi militer Israel yang menewaskan ribuan syuhada dan meluluh lantakkan ribuan bangunan dan tempat tinggal serta fasilitas.
 
Sumber : melayu.palinfo.com

—–

 

PBB: Agresi Israel Serbu 70 Ribu Palestina

NEW YORK-Laporan tahunun Biro PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Palestina (OCHA) mengungkapkan adanya 70 ribu warga Palestina yang terusir dari rumahnya akiabt agresi terakhir ZIonis ke Jalur Gaza tahun 2014 lalu.

OCHA mengatakan bahwa orang-orang Palestina kini tinggal dengan hidup secara terpisah-pisah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dia menjelaskan bahwa gencatan senjata yang mengakhiri perang ke Gaza pada Agustus 2014 tetap berjalan, namun kerugian manusian bertambah di Gaza pada triwulan terakhir, bersamaan dengan memburuknya situasi di Tepi Barat, yaitu setelah meletusnya intifadhah al-Quds pada awal Oktober 2015.

Berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran para pemukim Yahudi di Tepi Barat, laporan PBB ini mengingatkan terjadi kehilangan dan pencurian sekitar 11,2 ribu pohon akibat ulah para pemukim Yahudi, OCHA mencatat peristiwa paling tinggi sejak tahun 2006.

Berdasarkan laporan, akhir tahun 2015 jumlah tawanan di penjara Zionis mencapai lebih dari 6 ribu tawanan, ini adalah angkat tertinggi sejak tahun 2010, di samping meningkatnya jumlah tawanan anak-anak yang mencapai 422 anak dan ini angka paling tinggi sejak tahun 2008.

Laporan ini menjelaskan bahwa pengusuran dan eksodus masih menjadi sumber kecemasan paling menonjol pada Palestina. Di saat tidak terjadi aksi-aksi pengusuran baru di Gaza, masih ada 70 ribu Palestina yang terusir dari rumahnya sedang menghadapi kondisi hidup yang berat dan sulit, setelah penghancuran rumah-rumah mereka selama agresi musim panas 2014.

Tingkat pengusiran dan eksodus di Tepi Barat meningkat secara signifikan dalam 4 bulan pertama tahun 2016. Di mana kendaraan-kendaraan berat Zionis menghancurkan bangunan-bangunan dan menambah jumlah Palestina yang terusir.  Selama tahun 2016 Zionis menghancurkan 598 bangunan sementara pada tahun 2015 548 dan mengusir 858 orang sementara pada tahun 2015 787 orang. (asw)

—–

Rencana Solusi “Dua Negara” Oleh Kuartet Internasional

Organisasi kuartet internasional mempersiapkan delegasi dalam pematangan rencana solusi “dua negara” selama dua hari lalu. Rencana solusi tersebut disertai rekomendasi terhadap langkah-langkah kedua belah pihak Palestina dan Israel.

Dilansir dalam media online safa memberitakan bahwa rekomendasi ini mencakup kritik-kritik kebijakan  negara Israel di tanah Palestina termasuk kebijakan Israel di area (C) yang mencaplok 60 persen Tepi Barat dan perluasan negara dengan membatasi bangunan-bangunan milik palestina serta menjadikan rumah warga Palestina menjadi target pembongkaran otoritas pendudukan Israel.

Disebutkan dalam berita tersebut bahwa rencana dijadwalkan pada bulan juli lalu akan tetapi mengalami penundaan dikarenakan tekanan-tekanan Israel.

Mengutip berita tersebut, Penanggungjawab luar negeri Federica Mogherini berkata ” kami sekarang di tahap akhir dari persiapan untuk keputusan ini yang akan mencakup rekomendasi penting yang selanjutnya diberikan kepada masing-masing pihak.”

Ditambahkan bahwa Netanyahu melakukan upaya diplomasi untuk mengatasi dari banyaknya rekomendasi keputusan yang disiapkan organisasi kuartet internasional yang mengkritik kebijakan “Israel” dalam proses penyelesaian ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *