Kaleidoskop Palestina – Juli 2017

JULI 2017

 

Israel Paksa Keluarga Palestina Hancurkan Rumahnya Sendiri

aspacpalestine.com – Al-Quds. Dua keluarga Palestina di Al-Quds Timur terjajah dipaksa untuk menghancurkan rumahnya sendiri, Senin (3/7/2017). Pemaksaan tersebut datang setelah pasukan Israel berdalih bahwa mereka bagunan yang mereka telah bangun oleh keluarga Palestina tersebut, hampir tidak memiliki izin bangunan.

Keluarga yang tinggal di daerah Sur Bahir tersebut, dipaksa untuk merobohkan rumah mereka sendiri. Hal tersebut dilakukan agar tidak terkena biaya yang besar. Pembongkaran rumah yang dilakukan oleh militer Israel dikenakan biaya yang besar dan berat terhadap pemilik rumah.

Keluarga Mahmud Fawaqa diancam dengan denda sebesar 80.000 shekel (22.850 dolar) jika mereka gagal meruntuhkan rumah tersebut dalam waktu 2 jam. Menurut sumber berita “Ma’an”, bahwa salah satu anak Fawaqa harus dilarikan ke rumah sakit dikarenakan menderita kelelahan, saat mencoba menghancurkan rumah tersebut dalam kurun waktu yang telah telah ditentukan Israel.

Fawaqa mengatakan bahwa telah mencoba untuk mendapatkan izin bangunan dari pemerintah kota Al-Quds, tetapi ditolak dengan dalih bahwa lahan tempat bangunan tersebut ditujukan untuk sebuah kawasan  penghijauan.
Israel sering menolak untuk memberikan izin bangunan ke orang Palestina di Al-Quds Timur Terjajah. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi jumlah populasi orang Palestina di area tersebut. Sementara, banyak sekali pembangunan permukiman ilegal dilanjutkan. Hal itu mengakibatkan meningkatnya jumlah populasi di unit perumahan Israel.

Menurut PBB bahwa 190 rumah orang Palestina di hancurkan di Al-Quds timur pada tahun 2016.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6280-israel-paksa-keluarga-palestina-hancurkan-rumahnya-sendiri
 

——-

Indonesia Latih Warga Palestina Pelihara Infrastruktur

aspacpalestine.com – Jakarta. Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan kepedulian terhadap rakyat Palestina. Kali ini, melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah memberikan pelatihan pengembangan kapasitas infrastruktur kepada Warga Palestina.

Menurut Direktur Kerja Sama Teknik Kemlu, Mohammad Syarif Alatas, penyelenggaraan pelatihan merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dalam pelatihan tersebut, warga Palestina diberi bimbingan bagaimana cara pemeliharaan infrastruktur.

Pelatihan tersebut, diikuti oleh 14 warga Palestina. Mereka adalah aparatur sipil yang bekerja untuk kementerian/lembaga pemerintahan di Palestina seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Transportasi, serta kantor pemerintah daerah.

Peserta dari Palestina akan mengikuti pelatihan yang diadakan di Bandung. Pelatihan dibagi dalam beberapa sesi di dalam kelas dan kunjungan ke beberapa pusat pengembangan infrastruktur milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.

“Bagi para peserta, saya harap selama sesi di kelas dan kunjungan lapangan Anda dapat mengambil informasi berharga yang dapat dipraktikkan,” ujar Syarif dalam keterangan persnya, Rabu (5/7/2017).

Selain itu, para peserta dari Palestina juga akan mendapatkan materi tentang mekanisme kerja sama pemerintah dan sektor swasta (Public-Private Partnership) di Indonesia dalam pembangunan infrastruktur umum.

“Jangan ragu untuk meminta informasi lebih lanjut dan rincian tentang kebijakan dan proses perencanaan di Indonesia dalam membangun jalan, rumah, dan sanitasi, serta bagaimana pemerintah kami bekerja sama dengan sektor swasta dalam kemitraan publik-swasta,” ucap Syarif.

Dia menambahkan, kegiatan pelatihan itu dapat menjadi ajang untuk saling berbagi dan tukar-menukar ide, keahlian, dan pengalaman di bidang infrastruktur antara Indonesia dan Palestina. Selain itu, dapat memajukan pembelajaran bersama dalam aspek pengelolaan infrastruktur yang lebih baik untuk memperkuat pembangunan ekonomi kedua negara.

Palestina merupakan salah satu negara prioritas penerima bantuan kerja sama teknik dari Indonesia. Bantuan kerja sama teknik di bidang infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk memberikan program bantuan pengembangan kapasitas kepada aparatur sipil Palestina.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah melaksanakan pelatihan di bidang pariwisata dan kepurbakalaan yang diikuti oleh 11 peserta asal Palestina pada Maret 2017 di Yogyakarta.

Untuk tahun depan, Kementerian Luar Negeri berencana menggandeng kementerian/lembaga terkait untuk memberikan pelatihan peningkatan kapasitas di bidang UMKM dan microfinance untuk Palestina.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6286-indonesia-latih-warga-palestina-pelihara-infrastruktur

 

——-

UNESCO Masukkan Khalil Dalam Daftar Warisan Dunia

aspacpalestine.com – Krakow. Organisasi PBB untuk Pendidikan, Kebudayaan, dan Pengetahuan (UNESCO) mengumumkan bahwa kota tua Khalil di “kawasan terlindungi” sebagai situs “sarat dengan nilai-nilai dunia yang luar biasa”. Hal tersebut diambil setelah voting tertutup yang memicu perdebatan Palestina dan Israel yang baru di PBB.

Hasil pengambilan suara di UNESCO adalah mayoritas 12 suara mendukung, 3 suara menolak dan 3 suara abstain. Hasil tersebut merupakan hasil voting tentang kota Khalil di Tepi Barat terjajah dimasukkan ke dalam daftar warisan dunia.

Israel mengutuk keputusan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nachshon dalam pernyataannya mengatakan bahwa “organisasi ini tidak relevan dan memalukan”.

Resolusi UNESCO ini muncul saat pertemuan organisasi yang diadakan saat ini di Krakow, Polandia.

Otoritas Palestina mengajukan permintaan terhadap UNESCO terkait pengkategorian Kota Tua Khalil sebagai tempat yang dilindungi di dunia. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi kota tua Khalil dari kebijakan politik permukiman Israel.

Israel melarang tim dari UNESCO untuk melakukan observasi lapangan di Khalil, saat menjelang pemungutan suara ini.

Di tahun 2010, Dewan Pelaksana UNESCO mengadopsi resolusi yang menganggap tempat suci Ibrahimi di Khalil dan masjid Bilal bin Rabah di Bait Lahm sebagai bagian dari wilayah Palestina yang terjajah. Selain itu, UNESCO menolak pencaplokan Israel terhadap kedua tempat tersebut sebagai daftar budaya yahudi. Resolusi tersebut disahkan dengan suara terbanyak yaitu 44 suara, 1 suara menentang dan 12 suara abstain.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6293-unesco-masukkan-khalil-dalam-daftar-warisan-dunia

 

——–

Imam Masjid Al-Aqsha Ditembak Di Al-Quds

aspacpalestine.com – Al-Quds. Imam Masjid Al-Aqsha, Syeikh ‘Ikrimah Sabri mengalami luka tembakan peluru karet, selama bentrokan yang terjadi antara orang Palestina dengan pasukan Israel di sekitar Masjid Al-Aqsha, Selasa Malam (18/7/2017).

Sumber Bulan Sabit Merah Palestina kepada Anadolu mengatakan bahwa Syeikh Ikrimah Sabri dilarikan ke rumah sakit, untuk segera mendapatkan perawatan.

Belum ada berita yang jelas terkait seberapa serius luka yang dialami oleh Syeik ‘Ikrimah Sabri.

Saksi mata mengatakan bahwa Syeikh ‘Ikrimah Sabri dan sejumlah orang Palestina lainnya terluka saat bentrokan terjadi setelah sholat Isya, di salah satu gerbang Masjid Al-Aqsha, gerbang Al-Asbath.

Sejak hari Ahad, ribuan orang Palestina bertahan di depan gerbang Al-Asbath dan gerbang-gerbang masjid Al-Aqsha lainnya. Tindakan tersebut sebagai penolakan terhadap persyaratan yang diberlakukan oleh polisi Israel terhadap para jamaah yang hendak masuk ke Masjid Al-Aqsha. Persyaratan tersebut yaitu harus memasuki pintu elektronik untuk memasuki masjid Al-Aqsha.

Direktur Wakaf Islam di Al-Quds, Syeikh Azzam Al-Khatib pada hari lalu menegaskan tetap berlanjutnya keputusan otoritas Islam di Al-Quds. Keputusan tersebut adalah menolak kebijakan pemasangan pintu-pintu pemeriksaan elektronik.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6330-imam-masjid-al-aqsha-ditembak-di-al-quds

 

——-

Aksi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsa Di Jakarta

aspacpalestine.com – Jakarta. Aliansi Indonesia Membela Masjidil Aqsha (AIMMA) mengadakan aksi dengan tajuk “Indonesia Bela Aqsa”, Jumat (21/7/2017). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengecam serta mengutuk tindakan zionis penjajah Israel yang membatasi akses masjid Al-Aqsha. Perlu diingat, pembatasan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Israel pasca insiden di Masjid Al-Aqsha, Jumat (14/7/2017).

Aksi yang dilaksanakan oleh AIMMA merupakan bentuk solidaritas dari gabungan organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga, diantaranya Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC). Bentuk solidaritas tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Acara tersebut diisi dengan tablig akbar, puisi, nasyid serta orasi-orasi dari para tokoh nasional dan ulama. Acara tersebut dimulai dari sholat Jumat bersama hingga pukul 5 sore. Selain itu, acara tersebut juga membuka penyaluran donasi untuk Palestina.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam aksi tersebut antara lain  Ust. Bachtiar Nasir, Lc. MM, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie, Ust. Umar Rasyid Hasan, Dr. H. Adhyaksa Dault, S.H., M.Si, KH. DR. Muhammad Zaitun Rasmin, M.A, Ust Ferry Nur S.Si, KH. M Nasir Zein, Dr. Muqoddam Cholil. MA, Ust. Ahyudin, dan Dr. Saiful Bahri, M.A. Dalam orasinya, ketua Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC), Ust. Saiful Bahri menjelaskan kondisi umat Islam yang tidak boleh masuk ke Masjid Al-Aqsha dan larangan suara adzan selama sepekan terakhir. Ust. Saiful menambahkan bahwa Masjid Al-Aqsha merupakan Amanah dari Allah yang disampaikan Rasulullah, melalui peristiwa Isra Mi’raj. Menurutnya, Kerusakan yang terjadi di Masjid Al-Aqsha disebabkan karena orang-orang baik yang diam terhadap kerusakan Masjid Al-Aqsha.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6342-aksi-indonesia-membela-masjid-al-aqsa-di-jakarta

 

——-

Israel Pasang Kamera CCTV Di Komplek Masjid Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds. Israel memasang kamera keamanan yang baru di pintu masuk ke situs suci yang diperebutkan, Al-Quds. Para pejabat Israel mulai mengusulkan pemasangan kamera keamanan. Kebijakan tersebut sebagai pertimbangan alternatif untuk pintu elektronik di pelataran masjid suci Al-Aqsha. Pemasangan pintu elektronik memicu kekerasan di akhir pekan dan menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut.

Juru bicara aljazeera.com di Al-Quds Timur terjajah, Imran Khan mengatakan orang-orang Palestina takut Israel akan memasang kamera CCTV, di pintu masuk masjid Al-Aqsha.

“Orang-orang Palestina akan marah terkait hal ini. Mereka menganggap ini adalah tindakan keamanan tambahan”, ujar Imran. “Mereka selalu berkeyakinan bahwa pintu elektronik merupakan langkah pertama orang-orang Israel mengambil alih Masjid Al-Aqsha”, katanya.

Israel menetapkah langkah keamanan baru pada akhir pekan lalu, setelah insiden tembakan dari orang Palestina yang terjadi di pelataran masjid Al-Aqsha. Insiden tersebut mengakibatkan 2 orang polisi Israel tewas. Israel berdalih bahwa langkah tersebut diperlukan untuk mencegah lebih banyak serangan yang terjadi secara rutin terhadap situs-situs suci di seluruh dunia.

Orang-orang Palestina menduga Israel mencoba untuk meluaskan kontrolnya di situs yang dikelola oleh muslim. Tindakan Israel menimbulkan demonstrasi besar.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir pada hari Ahad, Institusi Islam di Al-Quds mengatakan bahwa mereka menolak pintu elektronik dan semua tindakan penjajahan.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6346-israel-pasang-kamera-cctv-di-komplek-masjid-al-aqsha

 

——-

Israel Cabut Detektor Logam Di Komplek Masjid Al-Aqsha Dan Pertahankan Kamera Keamanan

aspacpalestine.com – Al-Quds. Pasukan Israel telah memulai mengangkat pintu elektronik dari gerbang-gerbang di komplek Masjid Al-Aqsha, Al-Quds, Selasa dini hari  (25/7/2017). Pencabutan pintu-pintu elektronik tidak disertai dengan pencabutan kamera keamanan, ujar direktur Masjid Al-Aqsha.

Saat di wawancara dengan Al Jazeera, Syeikh Najeh Bakirat mengatakan bahwa langkah tersebut tidak memenuhi tuntutan jamaah muslim. Hal tersebut dikarenakan kamera keamanan masih beroperasi di area masjid Al-Aqsha.

Rekaman dari daerah tersebut juga menunjukkan bahwa mesin berat dan para pekerja menuju pintu masuk situs suci. Daerah tersebut saat ini tertutup untuk para wartawan.

Tidak ada pernyataan resmi yang berasal dari pihak Israel terkait langkah tersebut.

Kemarahan orang-orang Palestina meluas di seluruh Tepi Barat sejak pekan lalu. Kemarahan tersebut dipicu langkah penutupan masjid Al-Aqsha yang dilakukan oleh Israel. Tindakan tersebut diberlakukan setelah baku tembak yang mematikan terjadi di Masjid Al-Aqsha

Masjid kembali dibuka setelah dua hari ditutup. Pembukaan disertai dengan pemasangan detektor logam dan kamera-kamera di setiap gerbang.

Kota Al-Quds adalah tempat yang suci untuk semua agama Ibrahim dan masjid Al-Aqsha merupakan melambangkan situs suci ketiga milik Islam di dunia.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6376-israel-cabut-detektor-logam-di-komplek-masjid-al-aqsha-dan-pertahankan-kamera-keamanan

 

——-

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *