Kaleidoskop Palestina – Februari 2016

450 Anak Palestina Mendekam di Penjara Israel

RAMALLAH-Badan Urusan Tawanan Palestina menyebutkan bahwa 450 anak Palestina saat ini masih mendekam di dalam penjara penjajah Zionis, 270 di antara mereka mendekam di penjara militer Ofer.

Dalam keterangan yang dirilias hari Senin (8/2), Badan Urusan Tawanan Palestina menjelaskan bahwa anak-anak Palestina yang ditawan penjajah Zionis tersebar di penjara Sharon, Magedo, dan Ofer. Sebagian mereka masih berada di penjara pusat-pusat penahanan seperti Etzion, Hawarah dll.

Lembaga HAM resmi pemerintah Palestina ini mengingatkan bahwa 9 anak di bawah umur ditahan penjajah Zionis sebagai tahanan administratif (tanpa tuduhan dan proses hukum). Sebanyak 95% tawanan anak-anak mengalami berbagai bentuk penyiksaan selama penangkapan dan interogasi.

Badan Urusan Tawanan Palestina mengatakan bahwa sejak tahun 2015 pasukan penjajah Zionis menangkap sekitar 2500 anak Palestina. Otoritas penjajah Zionis mengeluarkan “vonis lalim” terhadap mereka, disamping penetapan denda yang besar.

Otoritas penjajah Zionis mengeluarkan putusan denda terhadap para tawanan anak di Ofer selama bulan Januari lalu mencapai 90 ribu shekel atau sekitar 23 ribu dolar.

Baru-baru ini otoritas penjajah Zionis menyetujui UU yang mengizinkan penangkapan anak-anak di bawah usia 14 tahun dan dimejahijaukan, setelah penangkapan bocah Palestina Ahmad Munasharah, yang dituduh melakukan aksi penikaman di permukiman Yahudi Bisgot Ze’ev dekat al-Quds. (asw/infopalestina.com)

900 Juta Dollar Digelontorkan dan 400 Ide Dikerahkan Untuk Atasi Terowongan Gaza

Sebuah koran Israel mengungkap tentang perselisihan tajam di kalangan internal kabinet terbatas urusan keamanan dan politik Israel terkait masalah terowongan gerakan perlawanan Islam Hamas di Gaza. Sebagaimana mereka sebutkan, Israel telah menggelontorkan dana tak sedikit senilai 900 juta dollar Amerika untuk mengatasi masalah terowongan ini.

Korespondent koran Haaretz, Barak Rabid menyebutkan, perselisihan terjadi antara perdana menteri Israel, Benyamin Netanyahu dengan menteri pendidikan, Nevtali Benet yang mengajukan usul untuk melakukan operasi militer terhadap terowongan-terowongan yang tersisa di Gaza. Usulan ini mendapat penentangan dari Netanyahu dan sejumlah menteri lainya.

Sementara menteri perang Israel, Moseh Yalon meminta semua anggota kabine terbatas ini tidak menggunakan pernyataan yang ke kanak-kanakan. Semunya diminta untuk lebih bertanggung jawab lagi.

Di sisi lain, koresponden situs berita Walla, Emir Tivun menyebutkan, Netanyahu menduing sebagian menteri terlalu ikut campur dalam masalah yang sangat sensitif ini. Padahal pemerintah tidakpernah membuka ruang publik untuk masalah ini.
Adapun koran Maarev mengungkap bahwa perselisihan terjadi di kalanga pemerintah dalam hal kebijakan mereka dalam menghadapi terowongan Hamas ini. Netanyahu dan Yalon meminta menteri Benet untuk leih logis lagi dalam menghadapi masalah terowongan ini. Pernyataan sebelumnya bisa menimbulkan perselirihan dan serang-menyerang dalam tubuh pemerintahan itu sendiri, ungkapnya. (asy/Infopalestina.com)

3 Bocah Palestina Gugur Ditembak Israel Dalam 2 Peristiwa Terpisah

RAMALLAH-Tiga bocah Palestina gugur ditembak pasukan penjajah Zionis dalam dua peristiwa terpisah di Betlehem dan Jenin pada hari Ahad (14/2). Sementara itu seorang remaja putri Palestina terluka parah setelah ditembak langsung pasukan Zionis dengan dalih berusaha melakukan aksi berani mati.

Departemen Kesehatan menegaskan, seorang remaja Palestina Naim Ahmad Yusuf Shafi berusia 17 tahun asal desa Ubaidiyah di timur laut Betlehem, gugur ditembak pasukan penjajah Zionis di dekat kota Betlehem dengan alasan berusaha melakukan aksi penikaman di pos militer Ma’muriya antara kota Betlehem dan al-Quds.

Sebelumnya, seorang remaja bernama Nahad Raed Muhammad Wakid berusia 15 tahun dan Fuad Marwan Khaled Wakid berusia 15 tahun dari desa Araqah di Jenin, gugur setelah keduanya ditembak pasukan Zionis di pos militer dekat desa Tarm di bara kota Jenin, wilayah utara Tepi Barat.

Malamnya, Departemen Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa seorang gadis bernama Yasmin Rasyad Hijazi Tamimi berusia 21 tahun, mengalami luka barah setelah diberondong tiga tembakan di betis, tangan dan perut oleh pasukan penjajah Zionis di dekat masjid Ibrahimi di Hebron, dengan laih berusaha melakukan aksi penikaman di dekat permukiman yahudi Keryat Arba di Hebron.

Sebelumnya, pada Ahad pagi, masyarakat Hebron berbondong-bondong mengantarkan pemakaman Kelzar Abdul Halim, seorang gadis berusia 17 tahun yang gugur pada Sabtu (13/2) pagi di pos militer Zionis dekat masjid Ibrahimi setelah ditembak langsung oleh pasukan penjajah Zionis. (asw/infopalestina.com)

Indonesia Akan Gelar KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif

Berdasarkan permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Jakarta, tanggal 7 Maret 2016. Rangkaian KTT diawali dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) dan tingkat Menteri (KTM) pada tanggal 6 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan yang mendalam Pemerintah RI atas perkembangan situasi di Palestina dan Al-Quds Al-Syarif yang terus memburuk. Eskalasi kekerasan terhadap warga Palestina serta pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif masih belanjut.

Pemerintah RI juga prihatin dengan perkembangan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah yang semakin menggeser isu Palestina dari perhatian masyarakat internasional.

KTT OKI ini bertujuan untuk memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al-Quds Al-Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. KTT diharapkan pula dapat mencari strategi terobosan untuk mengaktifkan kembali proses perdamaian di Timur Tengah yang selama ini tertunda dan berlarut-larut.

Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu yang akan menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite Al-Quds diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. KTT diharapkan akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI.

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang akan memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina.

Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.

Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015. (Sumber dari http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Indonesia-akan-gelar-KTT-Luar-Biasa-OKI.aspx)

Shin Bet: 228 Aksi Berani Mati Terjadi Sejak Intifadhah al-Quds

NAZARET-Data yang dirilis saluran TV10 Zionis dari Dinas Keamanan Zionis Shin Bet (Shabak), menunjukkan bahwa orang-orang telah melakukan 228 aksi berani mati kontra pasukan penjajah Zionis dan pemukim Yahudi, sejak meletus intifadhah al-Quds pada awal Oktober 2015 lalu.

Berdasarkan TV10 Zionis, dinas keamanan Zionis Shabak mengklaim bahwa 10% dari pelaku aksi-aksi tersebut adalah anak-anak di bawah umur, separuh dari para pelaku aksi serangan usianya di bawah 20 tahun.

Berdasarkan surat kabar Zionis Ha’aretz, dinas keamanan Zionis Shabak telah mengeluarkan sebuah laporan khusus intifadhah al-Quds, yang mengisyaratkan telah telah terjadi 228 aksi berani mati sejak awal intifadhah dan 10% aksi terjadi di dalam wilayah Palestina terjajah tahun 1948, 16% aksi terjadi di al-Quds dan sebagian besarnya terjadi di Tepi Barat.

Laporan ini menyebutkan bahwa 31 orang Zionis tewas dan lebih dari 450 lainnya luka-luka dalam serangkaian aksi-aksi berani mati berupa penikaman, penabrakan dan penembakan sejak meletus intifadhah al-Quds pada awal Oktober 2015 lalu, sebagai aksi balasan atas eskalasi kejahatan penjajah Zionis dan meningkatnya penyerbuan-penyerbuan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi ke masjid al-Aqsha serta upaya Zionis untuk membagi masjid al-Aqsha secara waktu dan tempat.

Laporan ini juga mencatat bahwa 50% pelaku aksi usianya di bawah 20 tahun, 11% pelaku aksi adalah wanita dan 40% pelaku aksi berasal dari kota Hebron.

Sejak awal intifadhah al-Quds meletus sudah 180 Palestina gugur, 41 di antaranya adalah anak-anak dan 7 wanita. Sementara itu kota yang paling banyak mempersembahkan syuhada, berdasarkan data resmi Palestina adalah kota Hebron. (asw/infopalestina.com)

Guru Palestina Masuk Jajaran 10 Guru Terbaik Dunia

LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Seorang guru Palestina dari Tepi Barat masuk dalam jajaran 10 finalis kompetisi mengajar internasional. Hanan Al-Hroub, asal kamp pengungsi Dheisheh di selatan Bayt Lahm, terpilih sebagai salah seorang finalis dalam ajang Valley Park Foundation’s Global Teacher’s Prize 2016. Sekitar 8.000 peserta bersaing ketat untuk mencapai posisi teratas. Profesor asal Inggris, Stephen Hawking, mengumumkan nama-nama finalis yang berhasil mencapai posisi 10 teratas.

Al-Hroub dihargai atas metode mengajarnya yang fokus pada pengajaran tanpa kekerasan serta konseling bagi siswa yang bergumul dengan masalah tingkah laku karena menjadi korban kekerasan penjajah Zionis. Kementerian Pendidikan menominasikannya untuk mendapat penghargaan tersebut bersama 11 guru Palestina lainnya.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Data Terbaru: Tingkat Imigrasi Balik ke Luar Israel Meningkat

NAZARET – Koran Israel Yediot Aharonot mengungkap data baru yang meresahkan penjajah zionis karena tingkat eksodus keluar warga mereka mencari tempat aman ke luar negeri semakin meningkat.

Yediot menyebutkan, tingkat eksodus keluar Israel mencari tempat itu itu meningkat cukup tinggi. Sebanyak 10.301 warga yahudi tiba di Israel tahun 2014 namun sebaliknya jumlah warga Israel yang kabur lebih banyak yakni mencapai 17.091 terutama di kota-kota besar dan Al-Quds.

Di situsnya Yedeot menyebutkan, warga Israel meninggalkan kota-kota besar dan Al-Quds sehingga ini mencemaskan Israel.

Dalam data yang lebih rinci ditegaskan, sebelum Intifadhah meletus saat ini, imigrasi warga Israel ke dalam kota Al-Quds (Jerusalem) tercatat bertambah sebanyak 6740 di tahun 2014 namun yang keluar dari sana sebanyak 10.301 orang dan sebagian besar yang kabur dari sana adalah generasi muda antara 15-25 tahun. Di Tel Aviv yang ada pertambahan penduduk sebanyak 930, yang datang sebanyak 20.519 namun yang meninggalkannya 21.449, di Haiva yang datang 7708 dan yang meninggalkannya 8855.

Ini fenomena umum di kota-kota di Israel dari Rishon LeZion, Ashdod, Berseba, Halon, Bnai Brak, Ramat Gan, Bat Yam dan lain-lain.

Khusus di Al-Quds selama beberapa tahun terakhir terjadi imigrasi balik dan mempengaruhi situasi demografi di kota tersebut. (at/infopalestina)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *